Breaking News
light_mode

Pemkab Pati Hibahkan 5,2 Hektar Tanah kepada BULOG untuk Infrastruktur Pasca Panen

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
  • visibility 1.566

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati hari ini secara resmi melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) hibah tanah seluas 5,2 hektar kepada Perum BULOG. Hal ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program strategis Pemerintah Pusat dalam pembangunan 100 Lokasi Infrastruktur Pasca Panen di seluruh wilayah Indonesia.

Penandatanganan MoU dilakukan di Pendopo Kabupaten Pati oleh Profesor Sudarsono Hardjosoekarto, Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, serta H. Sudewo, S.T., M.T., Bupati Pati.

Penyerahan hibah tanah tersebut mencakup dua lokasi strategis, yakni 2 hektar di Desa Kayen dan 3,2 hektar di Desa Margoyoso, pada hari Kamis (15/1/2026).

Lokasi tersebut dipilih karena terletak di kawasan sentra pertanian padi terbesar di Jawa Tengah, sehingga sangat ideal untuk pembangunan fasilitas logistik pangan.

Menurut Bupati Pati, hibah tanah ini adalah wujud nyata dukungan daerah terhadap komitmen Pemerintah Pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami berkomitmen menyediakan lahan strategis untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan bangsa,” ujarnya.

Proyek hibah tanah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan pembangunan 100 Lokasi Infrastruktur Pasca Panen, yang ditargetkan akan mulai dibangun pada tahun 2026.

Program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden untuk memperkuat sistem logistik pangan nasional dan meningkatkan daya serap hasil panen petani Indonesia.

Rencana pembangunan fasilitas infrastruktur pasca panen meliputi Gudang Penyimpanan, Sentra Penggilingan Padi, Gudang Penyimpanan Beras dan Jagung, serta Pabrik Tepung (Beras/Jagung).

Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan kualitas hasil panen dapat terjaga secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, sekaligus mengurangi kehilangan hasil pascapanen (post-harvest losses).

Perum BULOG menyatakan bahwa pembangunan gudang baru ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik semata, melainkan merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Infrastruktur yang akan dibangun akan dilengkapi dengan fasilitas modern seperti pengering (dryer), unit penggilingan (rice milling unit/RMU), silo, serta teknologi penyimpanan terbaru yang disesuaikan dengan kebutuhan setempat.

Program ini dibiayai melalui Dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun 2026. Peletakan fondasi proyek ini dilakukan untuk menghadapi tantangan tahun panen mendatang dan sebagai tanggapan terhadap peningkatan produksi beras nasional yang diproyeksikan akan terus meningkat.

Perum BULOG yakin, kehadiran infrastruktur ini akan memperkuat rantai pasok logistik pangan, mengefisienkan biaya distribusi, serta menjaga stabilitas harga baik di tingkat petani maupun konsumen.

Hal ini penting mengingat Indonesia telah mencapai swasembada beras, namun tetap memerlukan sistem penyimpanan dan distribusi yang unggul untuk menjaga ketersediaan sepanjang tahun.

Direktur SDM dan Transformasi BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menyampaikan bahwa kemitraan dengan pemerintah daerah seperti Kabupaten Pati merupakan model kerja sama yang diharapkan dapat direplikasi di banyak kabupaten atau kota lainnya di seluruh Indonesia.

“Kolaborasi ini memperkuat sinergi pusat-daerah demi terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Sudarsono.

Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting bagi terwujudnya strategi nasional infrastruktur pangan. Ke depan, BULOG bersama jajaran pemerintah daerah akan segera memulai perencanaan teknis pembangunan untuk memastikan fasilitas ini dapat dibangun dan beroperasi sesuai dengan target nasional.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perekonomian Jepara Masih Bertumpu Bisnis Furnitur Kayu

    Perekonomian Jepara Masih Bertumpu Bisnis Furnitur Kayu

    • calendar_month Sab, 12 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 186
    • 0Komentar

    jepara.go.id JEPARA – Bisnis furnitur kayu diakui masih menjadi tumpuan perekonomian Jepara di pasar global. Hal itu dilihat dari komoditas produk furnitur kayu yang masih menduduki nilai ekspor tertinggi di Bumi Kartini ini. ”Saat ini tercatat terdapat 398 eksportir yang mengekspor produk furnitur kayu ke 111 negara tujuan,” papar Sekda Kabupaten Jepara, Solih saat menerima […]

  • DPRD Pati Dorong Kaum Muda Meraih Peluang Bisnis Online, Tingkatkan Ekonomi dan Kurangi Pengangguran

    DPRD Pati Dorong Kaum Muda Meraih Peluang Bisnis Online, Tingkatkan Ekonomi dan Kurangi Pengangguran

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 275
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Narso, mendorong kaum muda untuk memanfaatkan peluang bisnis online yang semakin menjamur. Ia melihat potensi besar di dunia maya untuk membuka usaha dan meningkatkan ekonomi, sekaligus mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pati. “Era digital saat ini membuka peluang besar bagi kaum muda untuk membangun bisnis online. Tidak sulit lagi, […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Raih Emas di Ajang Internasional I2ASPO 2025 di UGM

    Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Raih Emas di Ajang Internasional I2ASPO 2025 di UGM

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.448
    • 0Komentar

    PATI — Siswa MA Salafiyah Kajen Pati meraih prestasi membanggakan dengan medali emas di ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) Tahun 2025. Ajang internasional ini berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada periode 18–21 Desember. Sebanyak 1.567 tim dari 13 negara berpartisipasi, antara lain Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakhstan, Hongkong, Turki, Uzbekistan, […]

  • DPRD Pati Soroti Pengelolaan Lahan Hutan Sosial Harus Seimbang Antara Ekonomi dan Kelestarian

    DPRD Pati Soroti Pengelolaan Lahan Hutan Sosial Harus Seimbang Antara Ekonomi dan Kelestarian

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.929
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, mendorong agar pengelolaan kawasan hutan sosial di wilayah Pati tetap memperhatikan aspek pelestarian alam dan konservasi lingkungan. Upaya ini terus dilakukan, antara lain melalui kegiatan sosialisasi dan pendekatan langsung kepada para petani yang menggarap lahan di kawasan tersebut. Menurut Warsiti, pengelolaan hutan sosial tidak boleh hanya […]

  • Polresta Pati Ungkap Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo, Pelaku Dijerat Hukuman Berat

    Polresta Pati Ungkap Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Ndolo Kusumo, Pelaku Dijerat Hukuman Berat

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.671
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencabulan dan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu. Polisi telah mengamankan seorang tersangka berinisial AS (51) yang diduga melakukan tindakan asusila tersebut terhadap seorang santriwati. Pengungkapan kasus ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta […]

  • DPRD Pati Dorong Kemudahan Akses Pupuk Subsidi bagi Petani

    DPRD Pati Dorong Kemudahan Akses Pupuk Subsidi bagi Petani

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 269
    • 0Komentar

    PATI  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tengah melakukan pendataan alokasi pupuk subsidi untuk tahun 2026, yang dimulai sejak 22 September 2025 hingga 25 Oktober 2025. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menekankan pentingnya ketersediaan pupuk bagi petani. “Ketersediaan pupuk sangat penting bagi pertumbuhan tanaman itu sendiri, yang berkaitan langsung dengan potensi panen para […]

expand_less