Breaking News
light_mode

Sosok Ratu Kalinyamat dalam Film “Sang Ratu”

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 8 Apr 2021
  • visibility 352

 

Pemeran Sang Ratu 



Ratu Kalinyamat adalah sosok
pemberani. Sejarah mencatat keberaniannya dalam berupaya mengusir orang-orang
Portugis dari bumi nusantara.
 Bahkan
Portugis mencatatnya sebagai 
rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, yang berarti “Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan
berkuasa, seorang perempuan pemberani”.

JEPARA – Film sejarah
digarap para seniman Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara bersama Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan. Film itu berjudul Sang Ratu, berkisah tentang sosok
Ratu Kalinyamat. Ikon besar Kota Ukir yang melambangkan kegagahan dan
keberanian seorang pemimpin perempuan.

Film ini akan
dipersembahkan sebagai kado Hari Jadi ke-472, Kota Jepara pada 10 April 2021. Sutradara
film, Didin Ardiansyah, mengatakan bahwa film itu merupakan buah kolaborasi
antara seniman Jepara wilayah utara dan beberapa seninam Jepara wilayah kota.
Naskah film tentang Ratu Kalinyamat ini ditulis oleh budayawan Jepara Iskak
Wisaya.

Dalam prosesnya, Didin
mengaku waktunya terbilang cukup singkat. Mulai penulisan naskah, proses
pengambilan gambar, dan finishing film hanya sebulan.

Untuk mendapatkan gambar
yang sesuai, Didin memilih tempat-tempat di Jepara wilayah utara yang memiliki
kekhasan tersendiri. Yaitu di Desa Jinggotan, Dudakawu, Sumanding, Ujungawatu,
Benteng Portugis, Pantai Empu Rancak, dan Pantai Bondo.

“Waktu penggarapannya
itu sangat singkat. Hanya sebulan. Pengambilan gambar di banyak lokasi pun kami
singkat dalam waktu seminggu. Kami sengaja pilih lokasi-lokasi yang unik.
Seperti gunung, hutan, dan laut,” kata Didin, Rabu (7/4/2021).

Proses pengambilan gambar 

Didin menambahkan, bahwa
karya-karya tentang Ratu Kalinyamat selama ini sudah banyak. Namun, dalam film
itu dia ingin menyajikan secara berbeda. Yaitu tidak menampilkan terlalu banyak
cerita tentang konflik antara Jepara dan Jipang (Arya Penangsang).

“Kami tidak mengulas
konflik Jipang dan Jepara dengan detail. Karena kami tidak mau ada pewarisan
dendam masa lalu,” tutur Didin.

Namun, pihaknya lebih
memilih untuk menonjolkan sisi keberanian dan patriotisme Ratu Kalinyamat.
Terutama saat perjuangan melawan Portugis. Atau membantu penyerangan Kerajaan
Johor atau Sultan Aceh kepada penjajah.

Sementara itu, Ketua DKD
Jepara Kustam Eka Jalu, mengatakan bahwa karya film itu merupakan upaya untuk
menyatukan visi memajukan kesenian Jepara bersama-sama. Selain juga sebagai
kado bagi Bumi Kartini.

“Kami sangat berharap
masyarakat bisa meneladani kepahlawanan dan kebijaksanaan Ratu Kalinyamat
melalui film ini,” harap Kustam.

Kustam menambahkan, film
“Sang Ratu” ini nantinya akan disiarkan secara live di channel YouTube Jepara
Art Culture. Pada tanggal 9 April 2021 pukul 20.00 WIB. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Andi Komitmen Bantu Petani Tambak Bandeng

    Bupati Andi Komitmen Bantu Petani Tambak Bandeng

    • calendar_month Sel, 5 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

      Bupati Jepara Andi saat mengikuti panen raya bandeng di Desa Clering/masandijepara.id JEPARA – Sejak lama kelompok petani ikan bandeng di Desa Clering Kecamatan Donorojo, Jepara mengalami sejumlah permasalahan. Salah satunya yaitu adanya pendangkalan sungai. Persoalan itu disampaikan kelompok tani kepada Bupati Jepara Dian Kristiandi, saat mengunjungi para petani yang sedang panen raya di Desa […]

  • Gus Mus Bicara Pendidikan

    Gus Mus Bicara Pendidikan

    • calendar_month Ming, 21 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 343
    • 0Komentar

      ISTIMEWA : GUS MUS Namanya KH Ahmad Mustofa Bisri, orang akrab menyebutnya Gus Mus. Kiai yang juga budayawan ini tak sepakat dengan konsep pendidikan nasional, Ia menyebut pendidikan nasional yang merupakan warisan kolonial Belanda masih sebatas pengajaran, belum melaksanakan pendidikan. Menurutnya, mendidik atau melakukan pendidikan, masih terbatas dilakukan atau setidaknya dijumpai di Raudlatul Athfal […]

  • Kemenkes Rilis Lima Ramuan Tradisional untuk Jaga Kesehatan

    Kemenkes Rilis Lima Ramuan Tradisional untuk Jaga Kesehatan

    • calendar_month Kam, 1 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 330
    • 0Komentar

      Ilustrasi rempah-rempah NASIONAL – Dimasa pandemi seperti saat ini mengkonsumsi minuman herbal tradisional sangat penting, karena dipercaya sebagian masyarakat dapat membantu meningkatkan imunutas tubuh dan mampu mencegah datangnya penyakit. Kepercayaan masyarakat itu dipertegas oleh Kementerian Kesehatan, melalui surat edaran NOMOR : HK.02.02/IV.2243/2020, tentang pemanfaatan obat tradisional untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit dan perawatan kesehatan, […]

  • DPRD Pati Setujui Raperda Perlindungan Nelayan dan Pegaraman untuk Kesejahteraan Masyarakat

    DPRD Pati Setujui Raperda Perlindungan Nelayan dan Pegaraman untuk Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 232
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati mengadakan rapat paripurna untuk membahas beberapa agenda penting. Rapat ini dipimpin oleh Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, dan dihadiri oleh Pj Bupati Pati. Salah satu agenda utama adalah membahas hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah terhadap Raperda RPJPD 2025-2045. Selain itu, rapat juga membahas persetujuan bersama mengenai rancangan perubahan APBD Kabupaten […]

  • Ingin Mandiri dan Punya Toko Sendiri

    Ingin Mandiri dan Punya Toko Sendiri

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Priska Ainun Zumrotul Ulfa Sumber : Facebook Priska Ainun Zamrotul Ulfa Sudah sejak lama, perempuan kelahiran Jepara 29 Juli 1997 ini gemar dunia bisnis. Namun baru di awal tahun 2016 lalu ia menekuni dunia bisnis, tepatnya jualan online. Jilbab menjadi barang pertama yang dijualnya. Lalu merambah berjualan tas, sepatu, baju, dan kosmetik. Ia mengaku senang […]

  • Imunisasi Polio di Pati Capai Target 95% Anak Usia 0-7 Tahun di Sekolah dan Posyandu

    Imunisasi Polio di Pati Capai Target 95% Anak Usia 0-7 Tahun di Sekolah dan Posyandu

    • calendar_month Sen, 15 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 210
    • 0Komentar

    PATI  – Sejumlah sekolah dan desa di Kabupaten Pati telah melaksanakan Sub-Pekan Imunisasi Nasional (Sub-PIN) Polio pada hari Senin (15/1/2024). Program vaksinasi polio gratis ini diterima dengan baik oleh para orang tua. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, dr. Aviani Tritanti Venusia, menjelaskan bahwa tujuan dari Sub-PIN Polio ini adalah untuk memudahkan penjangkauan target imunisasi, […]

expand_less