Breaking News
light_mode

Kelas Olahraga SMAN 3 Pati Diminati Puluhan Siswa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
  • visibility 179
Siswa SMAN 3 Pati sedang berlatih pencak silat belum lama ini.


PATI – Pada tahun ajaran 2021/2022 ini, SMAN 3 Pati membuka Kelas Khusus Olahraga (KKO). Puluhan siswa mendaftarkan diri. Paling banyak meminati cabang olahraha bola voli. 

Untuk diketahui, kelas khusus ini dimaksudkan untuk memfasilitasi para siswa untuk mengembangkan bakat olahraga.

Dalam pembukaan KKO ini, SMAN 3 Pati bekerja samai dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati.

Kepala SMAN 3 Pati Sudarto mengatakan, sejauh ini sudah ada 36 siswa yang melakukan daftar ulang untuk program KKO.

Saat ini kuota terpenuhi. Sesuai juknis minimal ada pendaftar 20 siswa. Sampai saat ini sudah 36 yang resmi daftar ulang. Maksimalnya memang 36 siswa. 

Sudarto menyebut, melalui KKO ini, diharapkan para siswa yang memiliki minat dan bakat olahraga bisa mengembangkan diri tanpa terganggu jadwal akademis sebagaimana di kelas reguler.

“Kalau di kelas reguler mereka terganggu harus stand by di kelas, sementara dia harus ikut latihan. Di KKO, siswa kami beri kelonggaran untuk izin mengikuti latihan, tapi juga tetap mengganti kewajibannya di waktu yang lain,” jelasnya.

Sesuai rekomendasi, laniut Sudarto, KKO dibuka untuk semua cabang olahraga (Cabor). Adapun tahun ini siswa yang mendaftar terbagi dalam tujuh cabor.

Dari total 36 yang telah daftar ulang, terdiri atas 7 siswa dari cabor sepak bola, 17 dari bola voli, 1 panahan, 8 pencak silat, 1 karate, 1 tarung drajat, dan 1 taekwondo.

Sudarto mengaku waktu sosialisasi program yang sempit menjadi kendala dalam pembukaan perdana KKO ini. 

“Namun karena program KKO masih baru di Pati, mungkin tahun depan kami bisa punya waktu agak longgar, kami bisa sosialisasi sejak awal,” imbuhnya. 

Kendala lainnya, tambah Sudarto, KKO yang dibuka hanya jurusan IPS. Sehingga ada siswa yang tidak jadi mendaftar karena ingin masuk jurusan IPA.

“Untuk KKO ini kelas yang kami buka memang hanya jurusan IPS. Tapi ke depan akan kami ajukan program IPA juga, jadi ada KKO IPA dan IPS,” pungkasnya. (yan) 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Serap Aspirasi, Bantuan Usaha Ternak Jadi Fokus Utama

    DPRD Pati Serap Aspirasi, Bantuan Usaha Ternak Jadi Fokus Utama

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 151
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Suhartini, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam reses tahap I tahun 2025. Salah satu isu yang dominan dan menjadi fokus utama adalah permintaan bantuan usaha ternak, khususnya kambing dan sapi. Hal ini disampaikan Bu Asih, sapaan akrab Suhartini, setelah menggelar reses di dapil 1 Pati (Kecamatan Pati Kota, Gembong, Tlogowungu, […]

  • Polda Jateng Melarang Jebakan Listrik di Sawah

    Polda Jateng Melarang Jebakan Listrik di Sawah

    • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

      Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy Menggunakan jebakan listrik memang banyak membunuh tikus. Tapi pemasangan seperti itu tidak diperbolehkan dan bisa membahayakan nyawa manusia. Bila sampai menghilangkan nyawa orang lain, pemasang jebakan tikus bermuatan listrik bisa dikenai aturan KUHP. SEMARANG – Kapolda Jateng melalui Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, […]

  • Anggota Komisi D DPRD Pati Soroti Kondisi Rumah Singgah Dinsos

    Anggota Komisi D DPRD Pati Soroti Kondisi Rumah Singgah Dinsos

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 155
    • 0Komentar

    PATI-  Anggota Komisi D DPRD Pati, Suhartini (Bu Asih), menyoroti kondisi Rumah Singgah milik Pemerintah Kabupaten Pati yang dinilai tidak layak. Kunjungannya ke rumah singgah di Desa Plangitan, Kecamatan Pati Kota, Senin (30/6), mengungkapkan sejumlah permasalahan. “Kebersihan kurang terjaga, tempat tidur tidak tertata, dan kondisinya sangat memprihatinkan,” ungkapnya. Lebih memprihatinkan lagi, kekurangan anggaran bahkan menyebabkan […]

  • DPRD Pati Desak Pemkab Perbaiki dan Perbaiki Halte yang Rusak

    DPRD Pati Desak Pemkab Perbaiki dan Perbaiki Halte yang Rusak

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 197
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memperbaiki kondisi halte-halte umum di wilayah Kabupaten Pati. Banyak halte yang tidak terpakai karena masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto. “Banyak halte yang tidak terpakai, sehingga perlu ada evaluasi. […]

  • Atasi HIV/Aids Pemkab Jepara Bentuk Forum Peduli

    Atasi HIV/Aids Pemkab Jepara Bentuk Forum Peduli

    • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Forum Warga Peduli Aids dibentuk di Desa Balong Kecamatan Kembang baru-baru ini  JEPARA – Berbagai cara dilakukan demi menekan angka penyakit menular HIV/Aids di Kabupaten Jepara. Melalui Dinas Kesehatan, dibentuklah wadah bernama Warga Peduli Aids (WPA). Tugasnya, WPA melakukan identifikasi potensi resiko di tiap wilayahnya masing-masing. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), DKK Jepara, […]

  • Banyak yang Menjadi Sumantri di Negeri Ini

    Banyak yang Menjadi Sumantri di Negeri Ini

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    DOKUMEN GAMELAN KIAI KANJENG Emha Ainun Najib menangkap, di negeri ini banyak terjadi seperti kisah dalam pewayangan. Kisah Sumantri dan Sukrasana. Dua saudara yang memiliki karakter sangat berbeda. Hal itu dikemukakan Budayawan Emha Aninun Najib dalam Suluk Maleman edisi ke 74, Senin (26/2/18) malam lalu. Ngaji budaya yang malam itu mengambil tema Gondelan Barang Ambruk […]

expand_less