Breaking News
light_mode

Satlantas Pati: Menyemai Budaya Tertib Lalu Lintas di Hati Generasi Muda

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
  • visibility 86

PATI – Bukan hanya iringan lagu perpisahan yang menggema di SD Negeri 03 Gembong. Di tengah acara pelepasan siswa kelas VI, suara edukasi keselamatan berlalu lintas turut menggema, diinisiasi oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pati, pada Sabtu (21/6)

Langkah inovatif ini menandai komitmen nyata dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Kegiatan sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Satlantas Polresta Pati, Iptu Gunawan Sutrisno, bukan sekadar ceramah.

Dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan, anak-anak diajak memahami pentingnya aturan lalu lintas, penggunaan helm, dan tata cara menyeberang jalan yang aman.

Kehadiran para guru dan anggota Satlantas menciptakan suasana belajar yang kondusif dan penuh semangat.

Kapolresta Pati, AKBP Jaga Wahyudi, melalui Kasat Lantas AKP Riki Fahmi Mubarok, menyatakan bahwa program ini merupakan investasi berharga bagi masa depan.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Jika kita bekali mereka dengan pemahaman dan nilai-nilai keselamatan berlalu lintas sejak dini, kita sedang membangun generasi masa depan yang peduli dan disiplin,” tegasnya.

AKP Riki menekankan pentingnya menanamkan sikap empati dan tanggung jawab sosial.

“Kami ingin membentuk karakter ‘selamat’ dan rasa peduli terhadap sesama pengguna jalan,” tambahnya.

Sosialisasi ini bukan hanya sekedar memberikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang penting untuk keselamatan bersama.

Pendekatan preventif dan edukatif yang dilakukan Satlantas Pati mendapat sambutan positif dari para guru SDN 03 Gembong.

“Kami merasa terbantu karena kegiatan ini melengkapi misi pendidikan karakter di sekolah. Siswa belajar tentang tanggung jawab, bukan hanya di sekolah, tetapi juga di jalan raya,” ujar salah satu guru.

Suksesnya kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa membangun budaya tertib lalu lintas dapat dimulai dari usia dini.

Kerjasama antara kepolisian dan sekolah merupakan kunci dalam menciptakan generasi muda yang sadar dan bertanggung jawab dalam berlalu lintas, sekaligus memperkuat citra polisi yang humanis dan peduli.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum Lintas Iman Grobogan Gali Keterkaitan Perempuan, Alam, dan Keadilan Ekologis dalam Diskusi Rutin

    Forum Lintas Iman Grobogan Gali Keterkaitan Perempuan, Alam, dan Keadilan Ekologis dalam Diskusi Rutin

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 270
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Forum Lintas Iman Grobogan kembali menggelar diskusi rutin bulanan, kali ini mengangkat tema “Perempuan, Alam, dan Perjuangan.” Pertemuan ketiga ini menyoroti bagaimana peran perempuan, kearifan lokal, dan tata ruang kota yang berkelanjutan dapat menjadi kunci dalam menghadapi krisis lingkungan yang semakin nyata. Bunda Rita, sebagai salah satu panelis, membuka diskusi dengan mengajak seluruh […]

  • Anggota DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo Dorong Pemberantasan Rokok Ilegal

    Anggota DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo Dorong Pemberantasan Rokok Ilegal

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 90
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal. Ia menegaskan bahwa maraknya rokok tanpa cukai merugikan negara karena mengurangi pendapatan pajak cukai. “Kami mendukung upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal yang berdampak merugikan pendapatan negara dari sektor cukai,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peredaran rokok tanpa cukai […]

  • Kampoeng Kopi Camp : Tempat Detoks Digital dengan Pesona Alam dan Satwa Langka

    Kampoeng Kopi Camp : Tempat Detoks Digital dengan Pesona Alam dan Satwa Langka

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.028
    • 0Komentar

    JEPARA – Keindahan alam Pegunungan Muria menjadi latar belakang liburan akhir pekan yang tak terlupakan bagi Singgih Tri Nugroho (28) dan kawan-kawannya di Kampoeng Kopi Camp, Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara. Rombongan wisatawan asal Pati yang berniat berkemah dan menikmati suasana alam, tiba-tiba dibuat terperanjat oleh kehadiran satwa langka. Ketenangan area perkemahan yang awalnya terasa […]

  • Kampung Budaya Piji Wetan Raih Penghargaan dari Kemendikbud

    Kampung Budaya Piji Wetan Raih Penghargaan dari Kemendikbud

    • calendar_month Rab, 7 Okt 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Kegiatan rebbana di Kampung Budaya Piji Wetan  KUDUS – Senyum mengembang dari bibir Muhammad Zaini. Salah seorang inisiator Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) itu baru saja menerima kabar. Kerja kerasnya bersama masyarakat Piji Wetan diganjar penghargaan. Tidak main-main. Dapat dua penghargaan sekaligus. Kampung Budaya Piji Wetan menjadi pemenang kedua kategori naskah terbaik dan masuk daftar […]

  • Grup Neraka Liga 2 Persijap Satu Grup dengan Persis Solo

    Grup Neraka Liga 2 Persijap Satu Grup dengan Persis Solo

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Persjiap Jepara siap berlaga di Liga 2 musim 2021 JEPARA – Persijap Jepara berada di grup neraka dalam kompetisi Liga 2 musim 2021 ini. Tim kebanggaan Kota Ukir ini satu grup dengan Persis Solo, PSIM Yogyakarta, PSHW Jawa Timur, PSCS Cilacap, dan PSG Pati/AHHA PS.  Presiden Persijap Jepara M. Iqbal Hidayat mengungkapkan, hasil pembagian dari […]

  • Bercita-cita Membangun Masyarakat Desa

    Bercita-cita Membangun Masyarakat Desa

    • calendar_month Kam, 11 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Ema Nur Fadlillah Ema Nur Fadlillah/DOKUMEN PRIBADI Sekarang ini banyak anak muda yang acuh dengan desanya. Namun berbeda dengan Ema Nur Fadlillah. Perempuan kelahiran Pati 6 September 1998 ini malah merasa terpanggil memerhatikan desanya sendiri. Ia merasa galau, jika anak muda enggan bangga dengan desanya. Untuk itu meskipun ia sekarang banyak berkegiatan di luar kota, […]

expand_less