Breaking News
light_mode

Sekolah Tani PKS Pati Cetak Petani Produktif dan Kreatif

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 28 Okt 2021
  • visibility 119

Pelatihan membuat pupuk organik saat launching program sekolah tani PKS Kabupaten Pati.

Sebagai bentuk keberpihakan kepada kelompok petani, PKS Kabupaten Pati membuat program sekolah tani. Melalui program ini diharapkan muncul petani-petani yang kreatif, produktif dan bisa menyejahterakan.

PATI – Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pati secara resmi meluncurkan program
Sekolah Tani di Kantor DPTD PKS Pati. Program ini ditujukan mengangkat
kesejahteraan masyarakat petani.

Ketua Bidang Desa, Tani dan
Nelayan DPS PKS Pati, Kunarto  menjelaskan bahwa program Sekolah Tani PKS
di Kabupaten Pati menjadi momentum awal dalam rangka menciptakan petani
sejahtera dan semakin produktif.

“Kami sangat berharap
melalui kegiatan Sekolah Tani ini dapat membantu petani dalam peningkatan
wawasan serta kesejahteraan mereka,” jelasnya dalam rilis yang diterima
Lingkar Muria.

Kunarto menambahkan setelah
pelaksanaan sekolah tani tersebut harus segera di follow up hingga level DPC
maupun DPRa sehingga dapat tercipta kelompok-kelompok tani yang produktif dalam
rangka meningkatkan kesejahteraan petani di desa-desa.

Sementara itu Ketua DPD PKS
Pati Narso, mengungkapkan profesi di bidang pertanian sangatlah potensial di
Indonesia sebagai negara agraris, namun ironisnya mulai ditinggalkan khususnya
oleh para generasi milenial saat ini.


“Tidak banyak pemuda
saat ini yang tertarik di bidang pertanian, padahal petani merupakan profesi
yang keren dan potensial di negeri ini,” jelas pria yang juga anggota Komisi B
DPRD Pati ini.

Lebih lanjut, Narso juga
menambahkan bahwa diluncurkannya Sekolah Tani PKS ini merupakan  turunan
perwujudan dari slogan PKS yang ingin berkhidmat serta melayani rakyat, tidak
terkecuali para petani.

“Sebagaimana kita ketahui
bahwa kenaikan harga bahan produksi pertanian serta kelangkaan pupuk kerap kali
melanda petani di Kabupaten Pati, sehingga melalui program sekolah tani ini
dapat menjadi solusi dan menciptakan petani-petani yang produktif serta
inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada”, imbuhnya.

Launching Sekolah Tani PKS
Pati ini ditandai dengan pemberian materi pembuatan pupuk organik disertai
dengan praktik yang dihadiri oleh perwakilan DPC-DPC PKS Kabupaten Pati. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerja Keras Tiga Bulan Terakhir Polres Jepara Berhasil Ungkap 13 Kasus Narkotika

    Kerja Keras Tiga Bulan Terakhir Polres Jepara Berhasil Ungkap 13 Kasus Narkotika

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 95
    • 0Komentar

      Konferensi pers ungkap kasus narkotika Polres Jepara  Penanganan kasus narkotika menjadi perhatian tersendiri bagi Polres Jepara. Selama kurun waktu 3 bulan ini sudah ada 13 kasus narkotika yang ditangani. JEPARA – Polres Jepara melalui Satresnarkoba terus bekerja keras memberantas para pengedar maupun pengguna narkoba di wilayah hukumnya demi kelangsungan hidup generasi penerus yang terbebas […]

  • Inilah Resep Tempe Bacem Lezat dan Praktis

    Inilah Resep Tempe Bacem Lezat dan Praktis

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 148
    • 0Komentar

      KULINER – Tempe bacem merupakan salah satu hidangan khas Indonesia yang sangat populer. Hidangan ini mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari warung makan sederhana, angkringan, hingga restoran. Tempe dikenal sebagai bahan masakan serbaguna yang dapat diolah menjadi berbagai jenis hidangan lezat dan bergizi. Salah satu olahan tempe yang terkenal adalah tempe bacem, dengan […]

  • Cover Majalah National Geographic yang mengangkat tema tentang Gunung Muria.

    Menjaga Muria, Menjaga Kehidupan: Ketika 14 Macan Tutul Menjadi Harapan Terakhir

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Di tengah krisis ekologi yang makin nyata, sebuah kabar gembira muncul dari rimba Gunung Muria: masih ada 14 individu macan tutul jawa yang bertahan hidup. Mereka bukan sekadar satwa liar—mereka adalah simbol harapan terakhir dari keseimbangan ekosistem yang semakin rapuh. Bukan tanpa perjuangan keberadaan mereka terus lestari. Di balik kabar ini berdiri sekelompok pemuda yang […]

  • Sudewo Serahkan SK Pensiun, Harapkan Semangat Pengabdian ASN Tetap Jadi Teladan

    Sudewo Serahkan SK Pensiun, Harapkan Semangat Pengabdian ASN Tetap Jadi Teladan

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 702
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menyerahkan Surat Keputusan (SK) purna tugas kepada 120 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa pensiun pada periode Januari-Maret 2026. Acara berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (18/11/2025). Para ASN yang menerima SK berasal dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Bupati Sudewo menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah […]

  • 159 Desa di Pati Sepakat Kumpulkan Modal Usaha Rp 5 Miliar Lebih

    159 Desa di Pati Sepakat Kumpulkan Modal Usaha Rp 5 Miliar Lebih

    • calendar_month Kam, 17 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto bersama jajaran direksi PATI – Sebanyak 159 desa di Kabupaten Pati telah sepakat membentuk sebuah perusahan bersama. Dari sekian desa tersebut, telah terkumpul modal sebesar Rp 5 miliar. Pagi kemarin di Ruang Penjawi Setda Pati dilakukan penandatanganan akta PT Mitra Desa Pati dan PT Maju Sejahtera Berdikari sekaligus kerjasama dengan PT Mitra Bumdes […]

  • Kebijakan Baru Pemkab Jepara: Retribusi Objek Wisata Kini Berlaku Setiap Hari

    Kebijakan Baru Pemkab Jepara: Retribusi Objek Wisata Kini Berlaku Setiap Hari

    • calendar_month Ming, 14 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 129
    • 0Komentar

    JEPARA – Mulai Januari 2024, wisatawan yang berencana mengunjungi objek wisata di Kabupaten Jepara harus merogoh kocek. Hal ini disebabkan oleh kebijakan baru dari Pemkab Jepara yang mengenakan retribusi tempat wisata. Sebelumnya, Pemkab Jepara memberikan kebijakan gratis untuk tiket masuk objek wisata pada hari kerja. Retribusi hanya dikenakan pada saat akhir pekan dan hari libur. […]

expand_less