Breaking News
light_mode

Gandrung Sastra Sukses Gelar Pementasan Monolog dan Bedah Buku “Jabrik”

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
  • visibility 365

KUDUS – Rumah Khalwat Balai Budaya Rejosari (RKBBR) Kudus menjadi saksi bisu sebuah perpaduan unik antara sastra dan pertunjukan.

Gandrung Sastra, komunitas sastra dari Margoyoso, Pati, sukses menggelar pementasan monolog dan bedah buku “Jabrik” karya Arif Khilwa, pada Sabtu lalu, 14 Juni 2025.

Acara ini bukan hanya sekadar pementasan, melainkan sebuah pernyataan berani yang menyatukan dunia sastra dan politik dalam sebuah narasi yang memikat.

Pementasan monolog “Jabrik”, dibawakan dengan apik oleh aktor Khoirun Nadzif, menarik perhatian penonton dengan kisah yang mencengangkan.

Jabrik, tokoh yang mulanya dikenal sebagai makelar Pemilu kelas kakap, akhirnya memilih berpura-pura gila untuk menghindari konsekuensi dari kegagalannya.

Latar musik yang dirancang oleh Aloeth, Putut, Haikal, dan Burhan semakin menguatkan suasana dramatis pementasan. Alur cerita yang tak terduga membawa penonton terhanyut dalam dunia politik yang kompleks dan menarik.

Sesi bedah buku yang dipandu oleh Beni Dewa menampilkan dialog yang sangat menarik antara penulis, Arif Khilwa, dengan dua pembedah ternama, Asa Jatmiko (tokoh kesenian Kudus) dan Septiana Wibowo (sastrawan Jepara).

Diskusi yang hidup ini membuka wawasan baru tentang proses kreatif dan pesan yang tersirat dalam “Jabrik”.

Asa Jatmiko, pemilik penerbitan Ini Ibu Budi yang menerbitkan buku ini, mengungkapkan kesannya.

“Konsep sebuah buku menjadi sebuah pementasan ini adalah sesuatu yang baru dan pastinya kami para pelaku seni antusias untuk menyambutnya,” ungkapnya.

Septiana Wibowo, yang juga bertindak sebagai penyunting buku, memberikan pandangan kritis dan apresif.

‘Jabrik ini menandakan bahwa dalam proses kreatif, penulis dapat mengembangkan ide cerita sederhana dan di sekitar kita menjadi apik dan menarik bahkan dengan alur cerita yang tidak kita sangka,” jelasnya.

Arif Khilwa, penulis “Jabrik”, menjelaskan tujuan di balik alih wahana karya sastranya ke pementasan.

“Alih wahana dari karya sastra ke pementasan sebenarnya adalah salah satu strategi dari kami agar masyarakat tertarik, dan mencintai sastra itu sendiri,” terangnya.

Strategi ini terbukti efektif, menarik penonton dari berbagai kalangan di Muria Raya untuk menikmati cerita yang menawarkan sudut pandang baru terhadap dunia politik dan proses kreatif di baliknya.

“Jabrik” bukan hanya sebuah karya sastra, tetapi juga sebuah pernyataan bahwa seni mampu mengungkap realitas dengan cara yang menarik dan bermakna.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Carlos Franca Winger Persijap Jepara Asal Brasil Masuk Top Pemain Termahal di Liga 1 2025/2026 

    Carlos Franca Winger Persijap Jepara Asal Brasil Masuk Top Pemain Termahal di Liga 1 2025/2026 

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 472
    • 0Komentar

    JEPARA – Manajemen Persijap Jepara resmi memperkenalkan rekrutan asing anyar mereka untuk Liga 1 musim 2025/2026. Pemain yang dimaksud adalah Carlos Henrique França, winger lincah asal Brasil yang diharapkan mampu memperkuat sektor sayap kanan Laskar Kalinyamat. Rekrutan Carlos Franca menjadi sorotan, karena nilai transfernya yang cukup mahal. Bahkan masuk 5 besar pemain dengan nilai transfer […]

  • Fraksi PKB DPRD Pati: Jaga Keseimbangan PAD dan Perlindungan Masyarakat, UMKM Tulang Punggung Ekonomi

    Fraksi PKB DPRD Pati: Jaga Keseimbangan PAD dan Perlindungan Masyarakat, UMKM Tulang Punggung Ekonomi

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.102
    • 0Komentar

    PATI – Dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten PKB menekankan perlunya keseimbangan antara upaya memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan langkah melindungi kepentingan masyarakat. Pandangan resmi fraksi tersebut disampaikan oleh anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PKB, Kastomo. […]

  • DPRD Pati Dorong Adanya Revitalisasi Alun–Alun Kembangjoyo

    DPRD Pati Dorong Adanya Revitalisasi Alun–Alun Kembangjoyo

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.032
    • 0Komentar

    PATI – Upaya untuk merevitalisasi Alun-Alun Kembangjoyo mendapatkan dukungan dari pihak DPRD Pati. Wakil Ketua DPRD Pati yang juga merupakan politisi PPP, Suwito, mengemukakan harapannya agar kawasan tersebut dapat direnovasi guna meningkatkan kenyamanan bagi seluruh pedagang dan pengunjung. “Dengan direnovasi diperbaiki lagi, mudah-mudahan pedagang ini biar bisa menjajakan pembelinya dan juga semakin ramai,” ujarnya. Menurut […]

  • Polres Magelang Ungkap Kasus Pencurian Disertai Kekerasan

    Polres Magelang Ungkap Kasus Pencurian Disertai Kekerasan

    • calendar_month Kam, 14 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

      Dua tersangka diamankan oleh Polres Magelang. MAGELANG – Polres Magelang berhasil mengungkap kasus pencurian disertai kekerasan. Yang menimpa seorang pelajar pada bulan lalu, Minggu 29 Agustus 2021, di jalan raya sebelah Utara lapangan Kujon, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Kapolres Magelang, AKBP Mochammad Sajarod Zakun, melalui Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Muhamad Alfan Armin, dalam […]

  • Mengenal Astro, Anjing Pengaman Huru-hara Milik Polres Pati

    Mengenal Astro, Anjing Pengaman Huru-hara Milik Polres Pati

    • calendar_month Sel, 9 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Marah Jika Ada yang Teriak-teriak dan Jingkrak-jingkrak Add caption Unit Satwa Polres Pati memiliki empat ekor anjing. Dua ekor anjing pengaman huru-hara, dua ekor anjing deteksi. Nah kali ini tim redaksi Lingkar Muria mengajak pembaca kenal lebih dekat dengan seekor anjing pengaman huru-hara. Namanya Astro. Warnanya dominan hitam legam, namun ada sedikit warna coklat tua. […]

  • DPRD Harapkan Sekolah Proaktif Hubungi Lulusan yang Belum Ambil Ijazah

    DPRD Harapkan Sekolah Proaktif Hubungi Lulusan yang Belum Ambil Ijazah

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.759
    • 0Komentar

    PATI – Setelah melakukan sidak di SMPN 1 Tayu, Komisi D DPRD Kabupaten Pati mengungkapkan harapan agar pihak sekolah lebih proaktif dalam menangani masalah ijazah yang belum diambil oleh lulusan. Ketua Komisi D, Teguh Bandang Waluyo, menilai pihak sekolah seharusnya tidak hanya menunggu siswa atau keluarga datang untuk mengambil ijazah. “Kalau sudah dua atau tiga […]

expand_less