Breaking News
light_mode

Rekrutmen PPPK 2024, Ribuan Tenaga Honorer Pemkab Pati Ikuti Tes CAT di UNS

  • account_circle Arif Mohamad
  • calendar_month Jum, 6 Des 2024
  • visibility 251

 

PATI – Ribuan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengikuti seleksi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024. Seleksi ini berlangsung dengan metode Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Ujian dilaksanakan di Gedung Direktorat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mulai Selasa hingga Jumat, 3-6 Desember 2024. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pati bekerja sama dengan Kantor Regional 1 BKN Yogyakarta dalam pelaksanaan seleksi ini.

Kepala BKPSDM Kabupaten Pati, Muh Saiful Ikmal, menjelaskan bahwa ujian berlangsung dalam tiga sesi per hari, dengan masing-masing sesi diikuti oleh 350 peserta.

“Setiap hari ada tiga sesi, dan total peserta seleksi adalah 3.108 orang. Mereka memperebutkan 1.079 formasi PPPK di lingkungan Pemkab Pati,” ujar Saiful, Kamis (5/12/2024).

Formasi Terbesar untuk Guru

Dari total formasi yang tersedia, alokasi terbesar adalah untuk guru dengan jumlah 500 formasi, diikuti tenaga teknis sebanyak 400 formasi, dan tenaga kesehatan sebanyak 179 formasi. Proses seleksi ini diikuti oleh tenaga honorer yang sudah terdaftar dalam database BKN.

“Peserta merupakan tenaga honorer yang telah masuk dalam database BKN. Ini merupakan tahap pertama untuk tenaga honorer di Pemkab Pati,” kata Saiful.

Tanpa Passing Grade, Hasil Ditentukan oleh Panselnas

Saiful menegaskan bahwa dalam ujian CAT ini tidak diterapkan sistem passing grade. Hasil tes akan diproses oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) yang melibatkan kementerian terkait dan BKN, sementara Panitia Seleksi Daerah (Panselda) hanya berperan menyampaikan hasil tersebut.

Peserta yang lolos seleksi akan diangkat sebagai PPPK penuh waktu, sementara peserta yang tidak lolos berpeluang menjadi PPPK paruh waktu. Namun, Saiful menambahkan bahwa aturan teknis terkait status PPPK paruh waktu masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

“Ini bagian dari penyelesaian status tenaga honorer non-ASN yang akan berakhir tahun ini. Ke depan, tidak akan ada lagi istilah tenaga honorer. Seluruh pegawai hanya terdiri dari ASN PNS dan PPPK,” ungkapnya.

Meningkatkan Kesejahteraan Pegawai

Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Jumani, menyatakan bahwa program rekrutmen PPPK ini bertujuan untuk meningkatkan status dan kesejahteraan tenaga honorer. Dengan kebijakan ini, tenaga honorer diharapkan mendapatkan kepastian status dan pengakuan yang lebih baik di lingkungan pemerintahan.

EDITOR : M FATWA

  • Penulis: Arif Mohamad

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidak Komisi D DPRD Pati: Pembangunan Revitalisasi SD Negeri Sampok Dinilai Tidak Sesuai Anggaran

    Sidak Komisi D DPRD Pati: Pembangunan Revitalisasi SD Negeri Sampok Dinilai Tidak Sesuai Anggaran

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.760
    • 0Komentar

    PATI – Pembangunan revitalisasi SD Negeri Sampok yang berada di Kecamatan Gunung Wungkal menjadi perhatian publik. Hal ini muncul setelah anggaran pembangunan sebesar lebih dari Rp 700 juta dinilai tidak sesuai dengan hasil pembangunan yang terwujud. Anggota Komisi D DPRD Pati, Eko Kuswanto, mengungkapkan bahwa tim melakukan sidak ke sekolah tersebut setelah menerima laporan terkait […]

  • Rancangan RPJMD Pati 2025-2029 Disepakati Bersama, Fokus pada Sektor Strategis

    Rancangan RPJMD Pati 2025-2029 Disepakati Bersama, Fokus pada Sektor Strategis

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.013
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat telah mencapai kesepakatan terkait rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025 hingga 2029. Dokumen ini akan menjadi pijakan serta arah utama pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. Beberapa sektor yang dianggap strategis menjadi prioritas dalam rancangan awal tersebut, di […]

  • Komisi A DPRD Pati Soroti Masalah Regenerasi Kepala Sekolah yang Terhambat Anggaran

    Komisi A DPRD Pati Soroti Masalah Regenerasi Kepala Sekolah yang Terhambat Anggaran

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.698
    • 0Komentar

    PATI – Proses regenerasi pemimpin di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius Komisi A DPRD Kabupaten Pati. Ketua Komisi A, Narso, menilai minimnya alokasi anggaran untuk menyiapkan Calon Kepala Sekolah (CKS) menjadi akar permasalahan yang menyebabkan banyak jabatan kepala sekolah diisi oleh Pelaksana Tugas (PLT) dalam waktu yang cukup lama. Pernyataan ini disampaikan Narso saat menanggapi […]

  • Empat Paket Rehabilitasi Jalan Masuk Tahap Persiapan, DPUTR Pati Siapkan Anggaran Rp18 Miliar Tahap Pertama

    Empat Paket Rehabilitasi Jalan Masuk Tahap Persiapan, DPUTR Pati Siapkan Anggaran Rp18 Miliar Tahap Pertama

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.856
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mulai bergerak mempersiapkan pelaksanaan pembangunan sekaligus perbaikan infrastruktur jalan untuk tahap pertama pada tahun anggaran 2026 ini. Sejumlah paket pekerjaan pengadaan bahkan sudah resmi diumumkan dan ditargetkan akan segera memasuki tahap pengerjaan fisik di lapangan dalam waktu dekat ini. Kepala Bidang Bina Marga DPUTR […]

  • DPRD Pati Dorong Kesejahteraan Guru Honorer Berkelanjutan

    DPRD Pati Dorong Kesejahteraan Guru Honorer Berkelanjutan

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 217
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menyoroti nasib guru honorer di wilayah tersebut yang masih belum mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah. Menurutnya, kesejahteraan para guru honorer masih jauh dari ideal, dengan penghasilan yang hanya mencapai ratusan ribu rupiah per bulan. “Sudah sejak lama, guru honorer di sekolah hanya menerima penghasilan ratusan ribu rupiah […]

  • Geger Tembakau Disetarakan Narkotika RUU Kesehatan Bikin Polemik

    Geger Tembakau Disetarakan Narkotika RUU Kesehatan Bikin Polemik

    • calendar_month Rab, 10 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Hamparan tanaman tembakau/ Instagram @noor3va Saat ini sedang ramai isu soal tembakau yang disetarakan dengan narkotika. Mencuatnya isu ini membuat kalangan petani tembakau khususnya, menjadi geram. JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PPP KH Muslich Zaenal Abidin mengaku didatangi para petani tembakau dari Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah. Para petani itu menolak […]

expand_less