Breaking News
light_mode

Persipa Pati Ditahan Imbang Adhyaksa FC, Masalah Finishing Kembali Muncul

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
  • visibility 114

OLAHRAGA – Persipa Pati kembali menelan kekecewaan setelah ditahan imbang oleh Adhyaksa FC dengan skor 1-1 dalam lanjutan Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025 di Stadion Joyokusumo, Rabu (20/11/2024).

Meskipun sempat unggul lebih dulu melalui gol Ahmed Syuhada pada menit ke-14, Laskar Saridin gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan. Andrejic Aleksa dari Adhyaksa FC menyamakan kedudukan pada menit ke-68.

Pelatih Persipa Pati, Bambang Nurdiansyah (Banur), kembali mengeluhkan ketajaman lini serang timnya. Menurutnya, Persipa memiliki banyak peluang, tetapi gagal dimaksimalkan.

“Masalahnya masih sama, finishing. Peluang banyak. Pasti anak-anak sudah berusaha dengan segala kemampuannya. Tapi memang kelasnya di situ. Soal finishing harus kami pertajam lagi,” ujar Banur dalam konferensi pers usai pertandingan.

Banur menilai, secara keseluruhan tim tampil bagus, namun penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Serangan demi serangan yang dilancarkan Persipa gagal membuahkan gol.

“Karena menyerang terus tapi nggak gol gol, susah juga (pemain) belakang kami. Akhirnya kecolongan satu gol. Tapi ya sudah, satu poin. Akan terus kami perbaiki, terutama di sisi finishing,” tambah dia.

Ahmed Syuhada, pencetak gol tunggal Persipa, mengakui kelemahan tim dalam mencetak gol.

“Lagi dan lagi kami susah buat gol. Itu problem utama kami. Ini bukan hasil yang kami inginkan, tapi kami akan berusaha lagi, lebih kerja keras,” tegasnya.

Di sisi lain, Pelatih Adhyaksa FC, Ade Suhendra, mengaku puas dengan hasil imbang di pertandingan tandang.

“Secara umum kami puas. Alhamdulillah berhasil mendapatkan poin di pertandingan tandang ini. Tapi saya sayangkan pada babak pertama anak-anak kurang konsentrasi di menit awal. Menit 14 kami kebobolan, sangat disayangkan sekali,” ungkapnya

Ade menjelaskan bahwa timnya sudah menyiapkan strategi bertahan dan mencuri gol untuk meraih kemenangan. Namun, kebobolan lebih dulu membuat rencana tersebut terganggu.

“Tapi sayangnya tadi kami kebobolan dulu. Kami berusaha cetak gol, tapi hanya bisa imbang. Tapi sekali lagi saya apresiasi para pemain yang sudah berjuang keras,” lanjutnya

Ade juga menyinggung kesulitan timnya dalam beradaptasi dengan lapangan Stadion Joyokusumo Pati yang menggunakan rumput sintetis.

“Kami tahu bahwa Persipa Pati home base-nya unik karena satu-satunya yang menggunakan rumput artifisial. Ini salah satu kesulitan kami dalam mengantisipasinya. Sehingga apa yang kami rencanakan kurang berjalan baik dengan keadaan lapangan tersebut,” tutupnya.

Editor: Fatwa

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingin Hijrah Puluhan Orang Hapus Tato di Masjid Djauharotul Imamah Pati

    Ingin Hijrah Puluhan Orang Hapus Tato di Masjid Djauharotul Imamah Pati

    • calendar_month Ming, 9 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

      Dengan menghapus tato, orang-orang ini seakan keluar dari masa jahiliah menuju hijrah kembali ke jalan Allah menjadi pribadi yang lebih baik. PATI – Puluhan orang memenuhi Masjid Djauharotul Imamah, Kaborongan, Kelurahan Pati Lor, Kecamatan Pati, Sabtu (8/1/2022). Mereka ingin menghapus tatonya. Kebetulan hari itu sedang dilangsungkan kegiatan hapus tato gratis. Kegiatan kolaborasi sejumlah organisasi […]

  • 1109 Calon Jamaah Haji Pati Ikuti Pembukaan Manasik

    1109 Calon Jamaah Haji Pati Ikuti Pembukaan Manasik

    • calendar_month Kam, 11 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sebanyak 1109 Calon Jamaah Haji Kabupaten Pati tahun 2019 mengikuti pembukaan manasik haji. Acara yang diselenggarakan  di Pendopo Kabupaten Pati ini dibuka oleh Bupati Pati Haryanto. “Sekalipun sebelum ini Bapak Ibu calon haji ini sudah melaksanakan latihan-latihan yang dilaksanakan di KBIH masing-masing, pemerintah daerah tetap melaksanakan tahapan dalam rangka pemberangkatan ibadah haji tahun 2019 dan  […]

  • Peduli Sampah, Karim Dipanggi Si Pemuda Sampah

    Peduli Sampah, Karim Dipanggi Si Pemuda Sampah

    • calendar_month Jum, 6 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Melihat Kisah Abdul Karim, Juara I Pemuda Pelopor Kesadaran Lingkungan Kabupaten Pati 2018, Penggagas Komunitas Resik Apik di Desa Kajen. Karim memang pemuda yang tak gampang menyerah. Untuk mengabdikan diri mengelola sampah di desanya sendiri, dia harus tabah menerima cibiran dari tetangga. Dia dijuluki si pemuda sampah karena kegigihannya mengajak warga supaya ikut program resik […]

  • Anggota DPRD Pati Joni Kurnianto Harap Pengisian Perangkat Desa Tak Dimanfaatkan Oknum 

    Anggota DPRD Pati Joni Kurnianto Harap Pengisian Perangkat Desa Tak Dimanfaatkan Oknum 

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 93
    • 0Komentar

    PATI – Kembalinya pengisian perangkat desa menjadi kewenangan pihak desa merupakan dorongan dari DPRD Pati. Diharapkan dengan kewenangan penuh itu pihak pemerintah desa dapat lebih leluasa dan mantap dalam memilih perangkat desanya masing-masing. “Supaya desa ini lebih mantap mencari perangkat desanya, harapannya jangan sampai ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,” papar anggota DPRD Pati […]

  • DPRD Pati : Optimis Bisa Mencapai Rp 500 Miliar, Peningkatan PAD untuk Kemaslahatan Masyarakat

    DPRD Pati : Optimis Bisa Mencapai Rp 500 Miliar, Peningkatan PAD untuk Kemaslahatan Masyarakat

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 79
    • 0Komentar

    PATI – Ali Badrudin, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pati, menyatakan optimisme terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun anggaran 2025. Ia menargetkan PAD tahun depan mencapai Rp 500 miliar, naik dari target Rp 435 miliar di tahun 2024. Ali menilai potensi yang ada di Kabupaten Pati memungkinkan peningkatan PAD. “Pendapatan Asli Daerah kabupaten Pati […]

  • Gongcik:  Lebih dari Sekadar Seni Bela Diri, Sebuah Warisan Budaya

    Gongcik: Lebih dari Sekadar Seni Bela Diri, Sebuah Warisan Budaya

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 182
    • 0Komentar

    PATI – Kesenian bela diri Gongcik, yang pernah masyhur di Kabupaten Pati, kini mulai meredup. Namun, upaya pelestarian terus dilakukan, salah satunya melalui pertunjukan yang melibatkan berbagai generasi. Warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, misalnya, masih aktif melestarikan Gongcik secara turun-temurun. “Seperti menjelang bulan Syuro ini kami mengadakan pertunjukan Gongcik dari berbagai lintas generasi, mulai dari […]

expand_less