Breaking News
light_mode

Mujahidin Bageng Bersholawat Diramaikan Ribuan Orang

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 26 Nov 2022
  • visibility 69
Acara bersholawat di Perguruan Islam Monumen Mujahidin Bageng Gembong Pati

Ribuan pecinta shalawat memadati halaman Perguruan Islam Monumen Mujahidin, Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (25/11/2022) malam. Mereka antusias melantunkan selawat atas Nabi Muhammad SAW bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dari Jepara.

PATI – Kegiatan shalawatan massal ini digelar oleh Yayasan Perguruan Islam (YPI) Monumen Mujahidin Bageng. Acara shalawatan bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf merupakan puncak rangkaian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Masyayikh PIM Mujahidin Bageng.

“Kami memohon doa restu, khususnya dari para habaib, agar Madrasah Mujahidin bisa bergerak maju lebih hebat di semua tingkatan, baik RA, MI, MTs, MA, TPQ, maupun Madrasah Diniyyah Ula, Wustha, dan Ulya,” jelas Ketua 1 Bidang Pendidikan dan Internal Kelembagaan YPI Monumen Mujahidin Bageng, KH Ahmad Muzakki

Sejarah

Lebih lanjut, dalam kesempatan itu pihaknya juga mengisahkan latar belakang dari nama “Mujahidin” yang disematkan pada madrasah ini. Kata mujahidin yang memiliki terjemah bahasa Indonesia “pejuang” di sini merujuk pada para pejuang pada masa perang pascaproklamasi kemerdekaan.

“Kalimat ‘Mujahidin’ di sini merujuk pada perjuangan tentara Negara Republik Indonesia yang pada waktu itu berlindung, bermalam berhari-hari di lingkungan madrasah ini,” jelas Ahmad Muzakki.

Atas berkah para pejuang yang telah berhasil mempertahankan NKRI, lanjut dia, Negara lalu memberikan penghargaan berupa monumen.

Namun, oleh para masyayikh, oleh para muassis setempat, dikatakan bahwa jika monumen hanya diberikan berupa tugu, akan kurang berarti.

“Menurut para masyayikh kita, lebih berarti apabila monumen diwujudkan dalam bentuk perjuangan yang produktif, yang tidak akan pernah putus kecuali hari kiamat tiba. Akhirnya oleh Negara kita diberi penghargaan berupa monumen pendidikan. Maka berdirilah YPI Monumen Mujahidin,” jelas dia.

Sementara itu Camat Gembong Tikno berharap YPI Monumen Mujahidin semakin maju.  “Ini termasuk yayasan tertua di Kecamatan Gembong. Saya yakin lulusan-lulusannya sudah mendarmabaktikan diri di berbagai tempat, berbagai lini kehidupan,” kata dia yang hadir mewakili Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro.

Tikno berdoa, semoga YPI Monumen Mujahidin semakin berkembang, semakin maju, dan semakin kompetitif. Sehingga anak-anak yang dititipkan di sini bisa menjadi putra-putri yang soleh-solehah, berguna bagi nusa dan bangsa. (mif)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Pati Tekankan Kerja Keras dan Keikhlasan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

    Bupati Pati Tekankan Kerja Keras dan Keikhlasan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 115
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menghadiri acara halalbihalal Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Kabupaten Pati di GOR SMP Negeri 1 Jakenan, Senin (28/4/2025). Acara tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, jajaran Forkopimcam Kecamatan Jakenan, Ketua MKKS Kabupaten Pati, serta para kepala SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Pati. Dalam sambutannya, […]

  • Petualangan di Liga 2 Belum Selesai

    Petualangan di Liga 2 Belum Selesai

    • calendar_month Sab, 2 Des 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Persipa Pati kalah di kandang melawan Gresik United 0-1 di Stadion Joyokusumo Pati (1/12/2023). Langkah menuju babak 12 besar praktis sudah tertutup, namun petualangan di Liga 2 belum selesai.

  • Bupati Pati: Haul Nyai Ageng Ngerang Momentum Doa untuk Kesejahteraan

    Bupati Pati: Haul Nyai Ageng Ngerang Momentum Doa untuk Kesejahteraan

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 185
    • 0Komentar

    PATI – Suasana khidmat dan meriah menyelimuti Desa Tambakromo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Kamis (26/6/2025). Ribuan warga berkumpul untuk memperingati Haul Nyai Ageng Ngerang, diiringi Kirab Luwur yang penuh makna. Acara ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan manifestasi rasa hormat kepada leluhur dan doa bersama untuk kemakmuran Kabupaten Pati. Puncak acara ditandai dengan sambutan Bupati […]

  • Ekspresikan Kelembutan Hati Dengan Menari

    Ekspresikan Kelembutan Hati Dengan Menari

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Almayda Fyandani Gadis kelahiran Pati 22 Oktober 2000 ini mengatakan, menari bukan hanya sebuah budaya dan kesenian belaka. Almayda menganggap, tari adalah sebuah penggambaran karakter seseorang. Menari baginya, dapat memunculkan ekspresi kelembutan hati. Kelembutan hati ini sangat cocok dengan karakter seorang perempuan. Terlebih dalam tarian Jawa yang punya gerakan halus yang sangat memikat. Almayda mulai […]

  • Program Makan Bergizi Gratis di Kudus: Bukan Hanya Soal Gizi, Tapi Juga Pemberdayaan Masyarakat

    Program Makan Bergizi Gratis di Kudus: Bukan Hanya Soal Gizi, Tapi Juga Pemberdayaan Masyarakat

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KUDUS – Dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Pattimura, Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kudus, terdengar denting panci yang bersahutan. Di balik kesibukan itu, Tri Sugianto (58) bersama rekan-rekannya dengan sigap menyiapkan makan siang untuk ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan seragam sederhana dan wajah ramah, Tri Sugianto bercerita tentang […]

  • Keracunan Massal di Desa Tluwah, Juwana Diduga Akibat Konsumsi Lontong Hajatan

    Keracunan Massal di Desa Tluwah, Juwana Diduga Akibat Konsumsi Lontong Hajatan

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 63
    • 0Komentar

    PATI – Sebanyak 138 warga Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi lontong sayur dari acara hajatan pada Senin malam (23/12/2024). Korban mengalami berbagai gejala seperti mual, muntah, diare, demam, dan menggigil. Warga mulai merasakan gejala keracunan pada Selasa pagi (24/12/2024). Puncaknya pada Selasa malam, 138 warga mengalami gejala yang sama, […]

expand_less