Breaking News
light_mode

Rawan Tawuran Polsek Sukolilo Pati Larang Tongtek

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 25 Mar 2023
  • visibility 370

 

Belasan anak muda bersujud minta maaf kepada orang tuanya.

Polsek Sukolilo, Pati memberikan pembinaan kepada sekelompok anak
muda di Sukolilo yang nekat Tongtek meskipun sudah ada kesepakatan larangan
kegiatan tersebut. Mereka diminta bersujud dan minta maaf kepada orang tua dan diwajibkan absen setiap Senin dan Kamis di Mapolsek Sukolilo.

PATI – Kegiatan membangunkan orang sahur atau Tongtek
dilarang secara resmi. Sebab kegiatan ini rawan memicu aksi tawuran antar
kelompok pemuda di desa-desa di wilayah tersebut. Pelarangan ini didasarkan
Rapat Koordinasi Kecamatan (Rakorcam) Sukolilo. Bagi yang melanggar Polsek
Sukolilo bakal memberikan tindakan tegas.

Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan mengungkapkan, tongtek dilarang
di Kecamatan Sukolilo karena kegiatan yang biasanya dilakukan para pemuda itu
dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat serta menimbulkan kerawanan sosial,
dalam hal ini potensi terjadinya keributan antarpemuda.

Untuk diketahui, tongtek merupakan aktivitas berkeliling
desa pada dini hari sambil memukul kentongan atau alat tabuh demi membangunkan
warga untuk sahur. Saat ini, pemuda yang melakukan tongtek kadang juga menyetel
musik menggunakan pengeras suara.

Adapun rapat yang memutuskan pelarangan tongtek diikuti oleh
Camat Sukolilo, Kapolsek, Danramil, Pengurus MUI Sukolilo, Pengurus NU
Sukolilo, Pengurus Muhammadiyah Sukolilo, dan Kepala Desa Se-Kecamatan Sukolilo
beserta Kasi Pelayanan Desa (modin).

Meski sudah ada surat edaran terkait pelarangan ini,
ternyata masih ada sekelompok pemuda yang tetap melakukan tongtek.

Karena itu pihak Polsek Sukolilo memberikan tindakan tegas
bagi pelanggar aturan tersebut. Pihaknya rutin melakukan kegiatan patroli.

“Pada pukul 01.15 WIB, hari Kamis kemarin terdapat
sekelompok pemuda yang bergerombol dan bersiap melaksanakan tongtek. Kami lalu
mengambil tindakan mengamankan seorang pemuda dari Desa Sukolilo. Sementara
belasan orang lainnya kabur,” jelas AKP Sahlan.

Pembinaan

Setelah dimintai keterangan di Mapolsek Sukolilo, dia
mengakui bahwa kelompoknya yang melakukan tongtek berjumlah 17 orang.

Selanjutnya, 17 pemuda tersebut didatangkan ke Polsek
Sukolilo untuk dibina. Orang tua mereka juga diminta datang.

Di Mapolsek Sukolilo, para pemuda tersebut diminta bersujud
sambil meminta maaf pada orang tua mereka.

“Mereka juga kami minta membuat surat pernyataan untuk
tidak mengulangi kegiatan tersebut. Selain itu, pemuda yang diamankan
diwajibkan absen setiap hari Senin dan Kamis di Mapolsek Sukolilo untuk
mendapatkan pembinaan,” ujar dia.

Sahlan menegaskan, patroli dan operasi tongtek tersebut
dilaksanakan sebagai upaya preventif dalam menjaga kondusivitas di wilayah
Sukolilo selama bulan suci Ramadan. (mif)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Warga Pati Jalan Sehat bareng Indosat di Mojoagung

    Ribuan Warga Pati Jalan Sehat bareng Indosat di Mojoagung

    • calendar_month Ming, 21 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Meriah pembagian hadiah jalan santai oleh Indosat di Desa Mojoagung Pati  Antusias menyambut HUT ke-77 Republik Indonesia diperlihatkan warga Pati pada Minggu (21/8/2022). Bekerjasama dengan Indosat Ooredoo Hutchison warga Desa Mojoagung Kecamatan Trangkil menggelar jalan sehat yang diikuti sekitar 2.000 orang. PATI – Even tersebut menjadi bukti komitmen dari Indosat Ooredoo Hutchison untuk menambah pelanggan […]

  • Guru Bahasa Inggris Terbitkan Novel Bahasa Jawa Berbasis Hadist Arba’in Nawawi

    Guru Bahasa Inggris Terbitkan Novel Bahasa Jawa Berbasis Hadist Arba’in Nawawi

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 811
    • 0Komentar

    PATI – Mohammad Ghufron Wahid, seorang guru bahasa Inggris di Perguruan Islam Mathali’ul Falah, Kajen, Margoyoso, Pati, telah menerbitkan novel berbahasa Jawa perdananya yang unik. Novel berjudul “Parmin & Atun” ini memadukan kisah sehari-hari dengan kandungan 42 hadis dari Kitab Arba’in Nawawi. Peluncuran novel ini dilakukan dalam sebuah acara bedah buku yang diselenggarakan oleh Pustakawan […]

  • Hilangkan Kejenuhan Dengan Masak

    Hilangkan Kejenuhan Dengan Masak

    • calendar_month Sen, 18 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Rosera Lisaria Citra Namanya Rosera Lisaria Citra. Biasa dipanggil Lisa. Dia adalah anak terakhir dari tiga bersaudara. Ia juga masih menjadi mahasiswa di STIE Bank BPD Jateng Semarang. Sukanya masak. Mulai dari sayur, cemilan, brownis kukus, pisang nugget, pisang bakar, Ice Cream, martabak manis dan lainnya. Menurutnya masak itu menyenangkan. Bahkan bisa menghilangkan Badmood. “Masak […]

  • Fraksi PDIP DPRD Pati Dorong Inovasi dan Digitalisasi Layanan Demi Maksimalkan Pajak Daerah

    Fraksi PDIP DPRD Pati Dorong Inovasi dan Digitalisasi Layanan Demi Maksimalkan Pajak Daerah

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.840
    • 0Komentar

    PATI – Dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pati menyampaikan sejumlah catatan penting. Salah satu hal utama yang ditekankan adalah perlunya inovasi dalam pelayanan guna menunjang optimalisasi pengelolaan pajak daerah. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pati, Suyono, menjelaskan bahwa penyempurnaan aturan perpajakan daerah […]

  • Anggota DPRD Pati Ajak Generasi Muda Tiru Semangat Kartini

    Anggota DPRD Pati Ajak Generasi Muda Tiru Semangat Kartini

    • calendar_month Sen, 21 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 364
    • 0Komentar

    PATI – Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April untuk menghormati Raden Ajeng Kartini, pahlawan nasional yang memperjuangkan emansipasi perempuan dan pendidikan di Indonesia. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, berharap generasi muda, khususnya perempuan, dapat meneladani semangat Kartini. “Beliau memperjuangkan emansipasi perempuan dan pendidikan di Indonesia. Sehingga generasi sekarang perlu meneladani Kartini,” ujarnya. Warsiti menilai […]

  • 150 Desa di Pati Sudah Sepakat Bikin Desa Korporasi

    150 Desa di Pati Sudah Sepakat Bikin Desa Korporasi

    • calendar_month Kam, 13 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Para pengelola BUMDes di Pati sedang berdiskusi bersama wakil bupati PATI – Dari 401 desa di Kabupaten Pati, sudah ada 150 desa yang menandatangani pakta integritas, sekaligus siap menyetorkan dana kepada “desa korporasi”. Sementara itu saat ini sudah terkumpul dana sebesar Rp 5 miliar. Dengan adanya dana tersebut, diharapkan menjadi jawaban atas kendala yang dihadapi […]

expand_less