Breaking News
light_mode

Cuaca Buruk Nelayan Nekat Melaut Harus Membuat Surat Pernyataan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 2 Des 2017
  • visibility 214



CUACA EKSTRIM: Beberapa
kapal parkir di sepanjang Sungai Juwana kemarin.




JUWANA – Cuaca ekstrim
mengantui beberapa wilayah di Indonesia. Badan Meteorologi Klimatologi dan
Geofisika (BMKG) juga telah menghimbau nelayan untuk tidak melaut hingga 3
Desember. Namun beberapa kapal di Juwana nekat melaut dengan syarat harus
membuat surat pernyataan.

Kasi Tata Kelola dan
Pelayanan Usaha Pantai Pelabuhan Baomulyo, Drianto Widiatmoko mengungkapkan
saat ini cuaca buruk hingga terjadi bencana di beberapa daerah. Tak terkecuali
di perairan yang berpotensi besar terjadi gelombang tinggi. Ini dikhawatirkan
berdampak bagi nelayan yang masih nekat melaut.

Ia mengaku, setiap harinya
ada kapal di Juwana yang nekat melaut. Sehari rata-rata ada lima kapal yang
berangkat melaut. Seperti Senin (27/11/17) ada lima kapal yang nekat melaut dan
kemarin (28/11/17) juga ada lima kapal yang nekat melaut meskipun sudah ada
himbauan untuk tidak melaut karena cuacanya buruk.

Bahkan gelombang tinggi
terjadi di laut Jawa mulai Selasa (27/11/17) hingga saat ini. Tinggi gelombang
diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 Meter.  Menurutnya, posisi gelombang itu
lebih tinggi dibandingkan di perairan Selatan Kalimantan yang hanya 1, 25
hingga 2,2  meter.

“Gelombang yang tinggi
seperti itu membahayakan bagi kapal beserta awaknya yang berada di
tengah-tengah laut. Berdasarkan informasi bahkan ada beberapa kapal yang hampir
tenggelam di tengah perairan,” beber Drianto. 

Menurutnya dari pihak BMKG
telah memberikan himbauan untuk tidak melaut hingga 3 Desember nanti. Pihak
pelabuhan juga sudah memberikan peringatan baik secara tertulis maupun secara
lisan. Namun tetap saja ada kapal yang masih nkat melaut.

“Kami sudah memasang
pengumuman di papan pengumuman sekitar pelabuhan. Namun ternyata masih ada
nelayan yang masih melaut. Meski demikian tidak bisa mencegah sehingga mereka
harus membuat surat pernyataan jika masih tetap melaut,” ungkapnya kemarin.

Ia memprediski para nelayan
yang nekat melaut itu mempunyai trik tersendiri ketika ada gelombang tinggi di
tengah perairan. Sehingga mereka tidak khawatir meskipun sudah diberikan
himbauan. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pastikan Tiket Semifinal, Persipa Jr Bakal Turunkan Pelapis

    Pastikan Tiket Semifinal, Persipa Jr Bakal Turunkan Pelapis

    • calendar_month Jum, 14 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    PATI – Persipa Jr dipastikan melenggang ke babak semifinal Piala Soeratin Zona Jawa Tengah. Laskar Saridin Muda memastikan tiket semifinal dengan menyisakan satu pertandingan tandang ke kandang PSIK Klaten Jr. Tim pelatih pun bakal menurunkan skuad pelapis di laga tersebut. ”Untuk menyimpan tenaga anak-anak di laga semifinal, kami akan menurunkan pemain pelapis. Meski secara kualitas, […]

  • Batik Lasem Rembang dipajang di Museum Batik Indonesia. (Pemprov Jawa Tengah)

    Bikin Bangga Batik Lasem Dipajang di Museum Batik Indonesia

    • calendar_month Rab, 4 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Batik Lasem dari Rembang Jawa Tengah dipajang di Museum Batik Indonesia. Hal ini menjadikan Batik Lasem turut diperhitungkan daam khazanah batik di negeri ini.

  • Nasib Laskar Saridin Ditentukan Hari ini

    Nasib Laskar Saridin Ditentukan Hari ini

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    ISTIMEWA PATI – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Pati akan menggelar musyawarah cabang (muscab) Persipa. Ini dilakukan untuk memilih Ketua dari kesebelasan berjuluk Laskar Saridin, beserta pengurus dan managernya. Muscab digelar hari ini, pukul 14.30 di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati. Ketua Askab PSSI Pati Eddy Hoo  menuturkan, nasib kesebelasan kebanggan warga Kota Nasi Gandul […]

  • Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama Dilepas dengan Tradisi Pedang Pora

    Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama Dilepas dengan Tradisi Pedang Pora

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 218
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati menggelar tradisi pedang pora untuk melepas Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, S.I.K., M.H., yang mendapat tugas baru sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Kepulauan Riau. Acara penuh haru ini berlangsung Jumat (18/4/2025), dihadiri pejabat utama, personel, PNS, dan purnawirawan Polri. Pengalungan bunga dan penyerahan buket bunga kepada Kombes Andhika dan istri menambah […]

  • DPRD Pati Dorong Pemkab Gunakan CSR Untuk Usaha Produktif Penyandang Disabilitas

    DPRD Pati Dorong Pemkab Gunakan CSR Untuk Usaha Produktif Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 805
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Muntamah, mendesak Pemerintah Daerah untuk mendorong pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dalam memberdayakan penyandang disabilitas melalui usaha produktif. “Pemerintah harus adil dan memberikan peluang bagi kaum disabilitas agar bisa memiliki lapangan usaha,” tegas Muntamah. Muntamah menekankan pentingnya akses dan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi. Ia […]

  • Tak Jadi ke Puncak Pangrango, Bonusnya Dapat Sahabat (3)

    Tak Jadi ke Puncak Pangrango, Bonusnya Dapat Sahabat (3)

    • calendar_month Sab, 15 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Setelah berpisah dengan teman dari Lampung. Saya bersama Ci’lo turun berdua saja. Jalur turunnya cukup curam. Tak banyak pendaki lain kami jumpai. Sepi. Jalur yang kami lewati namanya Cibodas. Dibanding dengan jalur putri yang kami lewati sebelumnya, treknya lebih curam jalur cibodas. Sampai di pertigaan ke arah Puncak Pangrango, kami berjumpa dengan pendaki lain. Akhirnya. […]

expand_less