Breaking News
light_mode

Sebulan Tak Ada Tindakan Warga Tlogomojo-Batangan Datangi Kejari

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 13 Des 2017
  • visibility 287


Lingkar Muria, PATI
– 
Diduga
melakukan tindakan penyelewengan, oknum kepala desa Togomojo-Batangan
dilaporkan warganya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati. Namun laporan yang telah
sebulan diserahkan itu hingga kini belum ada kejelasan tindakan, hal ini
membuat Wuryanto warga desa Tlogomojo mendatangi Kejari untuk meminta jawaban.
”Kami melaporkan dugaan kepala desa kami yang melakukan
penyelewengan dalam proyek pembangunan embung desa,” tutur Wuryanto kepada Jawa
Pos Radar Kudus.
Menurutnya dalam pembangunan desa itu adalah
permasalahan. Dalam pembangunan embung ini tak ada program dari pemerintah,
selain itu lokasi embung ini merupakan lahan produktif. Dimana dalam aturan
alih fungsi ini seharusnya ada Surat Keputusan kepala desa yang diketahui
Pemkab Pati.
”Selain itu tanah kerukan lokasi embung itupun dijual ke
pihak luar. Hitungan kami dengan luasan lahan untuk embung seluas 7000 meter
persegi maka uang yang didapat dari hasil penjualan itu senilai Rp 315
juta.  Dijual seharga
Rp
120.000 s/d 150.000
, dengan keuntungan
bersih mencapai Rp 45.000, maka desa dirugikan sebesar itu,” tuturnya.
Lanjut Wuryanto, atas masalah tersebutlah kami melaporkan
dugaan ini, namun sudah sebulan laporan kami serahkan sampai saat ini belum ada
tindakan, untuk itu kami berinisiatif mendatangi Kejari untuk menanyakannya.
Sementara itu Kasi Intel Kejaksaaan Negeri Pati, Herwatan
menuturkan, inti permasalahnnya sebenarnya ada hasil pengerukan yang dijual.
Kalau benar terjadi penyimpangan hingga merugikan negara maka akan kami tindak.
”Sekarang kami masih dalam upaya pengumpulan data. Kami sudah dua kali mengecek
lokasi,” tuturnya.
Lebih lanjut Herwatan mengatakan, kendala yang dihadapi
saat ini ada pada warga yang akan dimintai keterangan. ”Posisinya mereka ada di
luar kota. Kami sedang menunggu mereka,” pungkasnya.
Sementara itu
Kepala Desa Tlogomojo, Sunoto, s
aat
dihubungi Jawa Pos Radar Kudus,
menanggapi dengan santai.

”Ini kan laporan
dugaan.
Hal
semacam itu
sudah biasa,
sudah saya siapkan semuanya untuk menanggapi tuduhan dugaan yang dialamatkan ke
saya
. Hari ini
saya akan klarifikasi
,”
katanya singkat
, saat dikonfirmasi melalui sambungan
telepon
.
(aua)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memori Kedigdayaan Armada Laskar Kalinyamat Abad ke-16 Menjelma dalam Koreo “Our Destiny” Ultras Persijap

    Memori Kedigdayaan Armada Laskar Kalinyamat Abad ke-16 Menjelma dalam Koreo “Our Destiny” Ultras Persijap

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 413
    • 0Komentar

    JEPARA – Sebuah spanduk besar terbentak di pagar tribun utara Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara pada Minggu (5/1/2025). Bertuliskan “Our Distiny” berwarna putih dengan background hitam. Di tengahnya ada logo Curva Nord Syndicate alias Ultras Persijap. Di babak kedua penonton dibuat takjub oleh aksi dari para suporter yang identik dengan warna hitam ini saat mendukung […]

  • Persipa Pati takluk lawan Gresik United 2 - 0. (DOC PERSIPA PATI)

    Pelatih Persipa Pati Beberkan Penyebab Kekalahan Lawan Gresik

    • calendar_month Sen, 9 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Persipa Pati yang bertandang ke kandang Gresik United harus mengakui keunggulan tim tuan rumah dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Joko Samudro. Pelatih Persipa ungkap alasan di balik kekalahan.

  • Gangster Bersenjata Tajam Bacok Tiga Pelajar di Pati

    Gangster Bersenjata Tajam Bacok Tiga Pelajar di Pati

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 299
    • 0Komentar

    PATI – Aksi brutal sekelompok gangster bersenjata tajam kembali meresahkan warga Pati. Kejadian terbaru terjadi pada Sabtu dini hari (11/1/2025) sekitar pukul 01.00 WIB, di Jalan Pati-Juwana, dekat POM Bensin Cangkring. Tiga pelajar asal Dukuh Sempu, Desa Puluhan Tengah, Kecamatan Jakenan, menjadi korban penganiayaan. Ketiga korban, yang masih berstatus pelajar, mengalami luka bacok di punggung. […]

  • Menyedihkan Ibu dan Bayi Nekat Terjun Bebas dari Lantai 10 Hotel di Pati

    Menyedihkan Ibu dan Bayi Nekat Terjun Bebas dari Lantai 10 Hotel di Pati

    • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Peristiwa tragis terjadi Senin (8/1/18) pagi. Hari itu seorang perempuan bersama banyinya nekat terjun bebas dari lantai 10 Hotel Safin Jalan Pangeran Diponegoro Pati. Seperti diketahui, perempuan itu terjun bersama bayinya yang masih berusia delapan bulan. Kedua jatuh di dekat Pos Satpam hotel tersebut. General Manager Hotel Safin, Agus Sunarto kepada […]

  • Plesiran ke Gunung Menyegarkan Badan dan Fikiran

    Plesiran ke Gunung Menyegarkan Badan dan Fikiran

    • calendar_month Sen, 9 Nov 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Windi saat berpose dengan latar pegunungan di kawasan wisata Umbul Sidomukti  SEMARANG – Akhir pekan dimanfaatkan Windi Febriani dengan liburan. Gadis yang baru lulus jenjang SMA ini memilih wisata alam gunung sebagai pilihan melepas penatnya. Hari Sabtu (7/11/2020) kemarin cuaca cerah di sekitar wilayah Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Langit terlihat membiru dengan paduan gumpalan awan. […]

  • Harga Ketela Anjlok, Ketua Komisi B DPRD Pati Desak Pemkab Ambil Tindakan

    Harga Ketela Anjlok, Ketua Komisi B DPRD Pati Desak Pemkab Ambil Tindakan

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 336
    • 0Komentar

    PATI – Nasib petani ketela di Kabupaten Pati tengah memprihatinkan akibat harga jual yang terus merosot. Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, menyoroti kondisi ini dan mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk segera turun tangan memberikan solusi. “Petani ketela sedang tidak baik-baik saja. Harga jatuh, sementara biaya produksi tetap tinggi. Pemkab Pati perlu segera hadir […]

expand_less