Breaking News
light_mode

Miris Lihatnya, Anak Sebatang Kara di Gembong-Pati Cacat Mental dan Fisik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 12 Jul 2018
  • visibility 336

Diasuh Tetangga, Masih Minim Uluran
Tangan


Malang benar nasib Santoso. Remaja
yang mengalami cacat fisik dan mental itu hidup sebatang kara. Ayah serta
ibunya meninggal di perantauan. Sehari-hari, kini Santoso diasuh tetangganya.
Dari kejauhan, sebuah bilik kecil
dari papan kayu menyita perhatian. Bentuknya lebih mirip kandang hewan ternak.
Kurang layak untuk ditinggali orang sekarang. di dalamnya hanya ada balai
berbahan kayu.
Di tempat itulah, yang terletak di Dukuh Krekel
Desa Bageng, Gembong, Santoso, 15, menghabiskan hari-harinya. Dia
mengalami kecacatan. Tak hanya cacat mental, remaja yatim piatu ini juga
mengalami kecacatan fisiknya. Pertumbuhannya tak normal seperti remaja seusia
Santoso.
Beruntung, masih ada yang mengasihani
Santoso. Tetangganya, yang meskipun hidupnya pas-pasan, masih mau membantu
kesehariannya. Adalah pasangan yanto dan Sukin. Setiap hari keduanya merawat
Santoso.
”Santoso sehari-hari dirawat Yanto
dan Sukin. Meskipun sehari-hari pasangan suami-istri itu hidupnya juga
pas-pasan,” tutur Nurul Pratiwi, salah satu pegiat sosial dari Komunitas
Berbagi Itu Mudah.
Ayah dan ibu Santoso meninggal
dunia saat mereka merantau ke Palembang. Saat itu Santoso yang masih kecil.
”Sudah cacat, tak memiliki kedua orang tua. Hidupnya susah. Dia butuh uluran
tangan. Saat ini masih minim,” imbuh Nurul Pratiwi.
Praktis hanya pasangan Yanto dan
Sukin saja yang masih betul-betul peduli dan merawatnya setiap hari. Meskipun
Santoso dan pasangan suami istri itu tak memiliki hubungan darah.
   
“Pak Yanto dan Bu Sukin in, sudahi merawat Santoso sekitar tujuh tahun
ini. Mereka tidak ada hubungan saudara, tapi dengan telaten dan ikhlas mau
merawat. Padahal, kondisi keluarga ini juga terbilang tidak mampu,” imbuh Nurul
Pratiwi usai mengunjungi remaja malang tersebut bersama beberapa sahabatnya Kamis (5/7/2018) lalu. 
Yanto bekerja hanya sebagai buruh
tani. Sedangkan istrinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Penghasilannya bisa
dibilang kurang dari cukup. “Kami bisa membayangkan betapa berat beban kedua
pasangan suami istri ini. Apalagi kondisi Santoso ini kan seperti itu. Yah
paling tidak setelah melihat langsung kondisinya, nanti kami akan berusah untuk
menggalang bantuan dari komunitas kami,” ujar Nurul Pratiwi nampak iba setelah
melihat kondisi Santoso.
Dalam waktu dekat memang Nurul
beserta beberapa sahabatnya akan menggalang dana untuk Santoso. Apalagi melihat
kondisinya. ”Selain itu bantuan untuk Santoso ini dinilai sangat minim. Mungkin
karena posisinya yang terpencil, membuat kabar malangnya nasib remaja 15 tahun
itu kurang tercium,” imbuh Nurul.
Untuk itu, dia berharap, supaya
pemerintah utamanya, tanggap dengan kondisi kekurangan yang dialami warganya
tersebut. ”Pemerintah harus benar-benar hadir untuk mengayomi warganya
tersebut. Uluran tangan sangat diharapkan,” pungkas Nurul. (Achmad Ulil Albab)  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buda Luluk fasilitator Program Sekolah Penggerak saat di Tayu Pati.

    Hebat Sekolah TK di Tayu jadi Tempat Belajar Guru Rembang

    • calendar_month Jum, 6 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Puluhan guru asal Rembang jauh-jauh datang ke Tayu Pati, mereka antusias belajar di TK Annida Ya Fatimah yang berstatus Sekolah Penggerak Terakreditasi A.

  • Soal Beasiswa untuk Siswa Miskin, Wakil Ketua DPRD Pati Minta Pemkab Perhatikan Lulusan Pondok Pesantren

    Soal Beasiswa untuk Siswa Miskin, Wakil Ketua DPRD Pati Minta Pemkab Perhatikan Lulusan Pondok Pesantren

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 322
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati Sudewo telah mengeluarkan program pemberian beasiswa di perguruan tinggi bagi siswa kurang mampu. Kebijakan itu dinilai sangat baik. Salah satunya diungkapkan oleh Wakil Ketua ll DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo. Menurutnya, beasiswa yang diberikan kepada siswa lulusan SMA/SMK kurang mampu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) […]

  • Stadion Sriwedari Solo kandang alternatif Persiku Kudus.

    Selama Bulan Ramadan Kandang Persiku Kudus Pindah ke Stadion Sriwedari Solo, Ini Alasannya

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 2.497
    • 0Komentar

    SOLO – Stadion Stadion Sriwedari Solo resmi ditunjuk sebagai markas sementara Persiku Kudus selama bulan Ramadan, dalam mengarungi putaran ketiga Championship Liga 2. Hal ini seperti dikutip dari akun kampiun.id, pemilihan stadion di Kota Solo tersebut dilakukan karena stadion milik Persiku Kudus belum memenuhi standar untuk menggelar pertandingan pada malam hari. Persiku Kudus bakal menjamu […]

  • Lulusan TKJ Kepincut Jadi Bidan

    Lulusan TKJ Kepincut Jadi Bidan

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Mefiana Desy Safitri Mefi/DOKUMEN PRIBADI Banyak yang merasa heran dan tak habis piker, melihat riwayat pendidikan Mefiana Desy Safitri. Perempuan kelahiran Pati, 17 Desember 1999 ini sebelumnya mengenyam pendidikan di Teknik Komputer Jaringan SMK Telkom Terpadu AKN Marzuki, namun kini ia lebih memilih melanjut di Jurusan Kebidanan. ”Awalnya memang banyak yang keheranan. Biasanya akrab dengan […]

  • DPRD Pati Soroti Kondisi Alun-Alun Juwana yang Kurang Layak

    DPRD Pati Soroti Kondisi Alun-Alun Juwana yang Kurang Layak

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 386
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti kondisi Alun-Alun Juwana yang dinilai kurang layak dan kurang bagus. Padahal, Juwana merupakan salah satu pusat perekonomian di bidang perikanan yang penting bagi wilayah Pati. Anggota DPRD Pati, Mukit, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi alun-alun tersebut. “Harusnya itu bisa menjadi perhatian pemerintah daerah untuk dilakukan penataan […]

  • Persipa Jr Taklukkan PSIK Klaten Jr 2 – 1

    Persipa Jr Taklukkan PSIK Klaten Jr 2 – 1

    • calendar_month Ming, 26 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Andika Fachriyanto usai mencetak satu gol dan membuat kedudukan Persipa Jr unggul 2 – 0. Di akhir laga kedudukan menjadi 2 – 1 PATI – Kemenangan langsung menghampiri Persipa Jr pada babak 12 besar Piala Soeratin Zona Jawa Tengah, Persipa Jr menundukkan PSIK Klaten Jr dengan skor 2 -1 di Stadion Joyokusumo sore kemarin. Adalah dari […]

expand_less