Breaking News
light_mode

Miris Lihatnya, Anak Sebatang Kara di Gembong-Pati Cacat Mental dan Fisik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 12 Jul 2018
  • visibility 295

Diasuh Tetangga, Masih Minim Uluran
Tangan


Malang benar nasib Santoso. Remaja
yang mengalami cacat fisik dan mental itu hidup sebatang kara. Ayah serta
ibunya meninggal di perantauan. Sehari-hari, kini Santoso diasuh tetangganya.
Dari kejauhan, sebuah bilik kecil
dari papan kayu menyita perhatian. Bentuknya lebih mirip kandang hewan ternak.
Kurang layak untuk ditinggali orang sekarang. di dalamnya hanya ada balai
berbahan kayu.
Di tempat itulah, yang terletak di Dukuh Krekel
Desa Bageng, Gembong, Santoso, 15, menghabiskan hari-harinya. Dia
mengalami kecacatan. Tak hanya cacat mental, remaja yatim piatu ini juga
mengalami kecacatan fisiknya. Pertumbuhannya tak normal seperti remaja seusia
Santoso.
Beruntung, masih ada yang mengasihani
Santoso. Tetangganya, yang meskipun hidupnya pas-pasan, masih mau membantu
kesehariannya. Adalah pasangan yanto dan Sukin. Setiap hari keduanya merawat
Santoso.
”Santoso sehari-hari dirawat Yanto
dan Sukin. Meskipun sehari-hari pasangan suami-istri itu hidupnya juga
pas-pasan,” tutur Nurul Pratiwi, salah satu pegiat sosial dari Komunitas
Berbagi Itu Mudah.
Ayah dan ibu Santoso meninggal
dunia saat mereka merantau ke Palembang. Saat itu Santoso yang masih kecil.
”Sudah cacat, tak memiliki kedua orang tua. Hidupnya susah. Dia butuh uluran
tangan. Saat ini masih minim,” imbuh Nurul Pratiwi.
Praktis hanya pasangan Yanto dan
Sukin saja yang masih betul-betul peduli dan merawatnya setiap hari. Meskipun
Santoso dan pasangan suami istri itu tak memiliki hubungan darah.
   
“Pak Yanto dan Bu Sukin in, sudahi merawat Santoso sekitar tujuh tahun
ini. Mereka tidak ada hubungan saudara, tapi dengan telaten dan ikhlas mau
merawat. Padahal, kondisi keluarga ini juga terbilang tidak mampu,” imbuh Nurul
Pratiwi usai mengunjungi remaja malang tersebut bersama beberapa sahabatnya Kamis (5/7/2018) lalu. 
Yanto bekerja hanya sebagai buruh
tani. Sedangkan istrinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Penghasilannya bisa
dibilang kurang dari cukup. “Kami bisa membayangkan betapa berat beban kedua
pasangan suami istri ini. Apalagi kondisi Santoso ini kan seperti itu. Yah
paling tidak setelah melihat langsung kondisinya, nanti kami akan berusah untuk
menggalang bantuan dari komunitas kami,” ujar Nurul Pratiwi nampak iba setelah
melihat kondisi Santoso.
Dalam waktu dekat memang Nurul
beserta beberapa sahabatnya akan menggalang dana untuk Santoso. Apalagi melihat
kondisinya. ”Selain itu bantuan untuk Santoso ini dinilai sangat minim. Mungkin
karena posisinya yang terpencil, membuat kabar malangnya nasib remaja 15 tahun
itu kurang tercium,” imbuh Nurul.
Untuk itu, dia berharap, supaya
pemerintah utamanya, tanggap dengan kondisi kekurangan yang dialami warganya
tersebut. ”Pemerintah harus benar-benar hadir untuk mengayomi warganya
tersebut. Uluran tangan sangat diharapkan,” pungkas Nurul. (Achmad Ulil Albab)  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyantap Jajanan Legendaris Gula Kelapa khas Jepara

    Menyantap Jajanan Legendaris Gula Kelapa khas Jepara

    • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Jajanan gula kelapa berwarna hijau yang legendaris JEPARA – Jajanan tradisional di Indonesia begitu beragam dan beraneka rasa. Dari manis, gurih hingga asem. Seperti di Jepara juga memiliki jajanan khas yang tak kalah nikmat dan selalu menjadi klangenan orang-orang. Salah satu jajanan tradisional itu adalah gula kelapa. Gula kelapa merupakan jajanan yang terbuat dari bahan […]

  • Jadi Manusia Berguna dari Pramuka

    Jadi Manusia Berguna dari Pramuka

    • calendar_month Ming, 25 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Dalif Rodliyatul Ghurrok punya pengalaman berharga saat mengikuti berbagai kegiatan pramuka. Perempuan yang sekarang menjadi Ketua Dewan Racana Putri IAIN Kudus ini belajar menjadi manusia yang berguna dalam kegiatan-kegiatan yang sering diikutinya. Salah satunya tentang kepedulian, kata Dalif, baik terhadap sesama maupun lingkungan sekitar. Dalif mengingat itu saat mengikuti sebuah kemah beberapa waktu lalu. ”Saat […]

  • Nasib Tak Jelas, Pengurus Persipa Diharap Mau Menjalin Komunikasi

    Nasib Tak Jelas, Pengurus Persipa Diharap Mau Menjalin Komunikasi

    • calendar_month Sen, 11 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Selama ini pemerintah Kabupaten Pati melalui bupati, maupun DPRD sudah siap sedia mendukung penuh kiprah dari Persipa. Demikian dikatakan Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati Joni Kurnianto saat ditemui di ruangannya siang kemarin. Pria yang juga pernah duduk sebagai manager tim Persipa ini menuturkan, pihaknya siap mendukung tim berjuluk Laskar Saridin […]

  • Wakil DPRD Pati Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

    Wakil DPRD Pati Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 307
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, menekankan pentingnya penanggulangan kemiskinan ekstrem sebagai kunci kemajuan Kabupaten Pati. “Penanggulangan kemiskinan, harus didorong oleh kebijakan pemerintah daerah melalui program bantuan sosial yang tepat sasaran, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang […]

  • Desa Tempur Dapat Pelatihan Pengelolaan Limbah Bank Sampah Universitas Pancasila

    Desa Tempur Dapat Pelatihan Pengelolaan Limbah Bank Sampah Universitas Pancasila

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

      Tim Universitas Pancasila mulai memberikan pelatihan pengelolaan limbah berbasis bank sampah untuk Desa Tempur JEPARA – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Pancasila melaksanakan kegiatan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat dengan topik “Green Circular Economy Solusi Pengendalian Pencemaran Lingkungan di Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dalam rangka pelaksanaan kegiatan Program Matching Fund (Kedaireka) […]

  • Soroti Penutupan Ritel Modern di Lombok Tengah, Edy Wuryanto: Pekerja Jangan Jadi Korban Kebijakan

    Soroti Penutupan Ritel Modern di Lombok Tengah, Edy Wuryanto: Pekerja Jangan Jadi Korban Kebijakan

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.514
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengangkat isu penutupan sejumlah gerai ritel modern di Kabupaten Lombok Tengah yang memicu kekhawatiran di kalangan tenaga kerja. Ia menegaskan, persoalan ini tidak bisa hanya dilihat dari sisi penataan usaha atau masalah perizinan daerah semata, melainkan harus memperhitungkan dampak besar yang ditimbulkan bagi para pekerja yang […]

expand_less