Breaking News
light_mode

Sujud Syukur Danu, Kades Termuda di Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 16 Des 2018
  • visibility 275

Penuh syukur Danu saat dipastikan terpilih menjadi kepala des Panjunan

PATI – Danu Ikhsan, calon kepalada desa Panjunan nomor urut 2 langsung bersujud syukur. Perolehan suaranya yang melejit dan dipastikan menang telak atas dua rivalnya, membuat putra politikus PDI Perjuangan Noto Subiyanto ini menjadi kepala desa termuda di Kabupaten Pati.
Danu berhasil mengumpulkan suara
paling banyak. Total dari enam wilayah pemilihan Danu mengumpulkan 1658 suara.
Calon nomor urut 1 hanya mengumpulkan 97 suara. Sedangkan calon yang merupakan
petahana, nomor urut tiga hanya mampu menguntit dengan perolehan 504 suara. Di
Panjunan, jumlah pemilih yang terdaftar ada 2659. Yang hadir mencoblos ada 2305
pemilih.
Danu Ikhsan
Kado Ultah dan Nikah
Terpilihnya Danu, sekaligus menjadi kado terindahnya. Danu, baru
saja genap berusia 26 tahun beberapa hari yang lalu. Selain itu Danu juga masih
dalam suasana bulan madu. Dia baru saja melangsungkan resepsi pernikahan pada
Sabtu 24 November lalu di Hotel Pati.
Terpilih memimpin Desa Panjunan,
Danu sangat berterimakasih kepada pendukungnya dan semua masyarakat Panjunan.
”Kepada para pendukung, kedua orang tua, dan semua masyarakat saya
berterimakasih,” kata Danu usai dipastikan unggul dalam penghitungan suara.
Sebagai kepala desa yang terbilang
muda, Danu mengaku akan memaksimalkan potensi anak-anak muda untuk turut serta
dalam pembangunan desa. Selain itu Danu juga berkomitmen dalam menjalankan
pemerintahannya nanti tidak akan membeda-bedakan siapapun. Agama, maupun siapa
mendukung siapa.
”Sesudah ini tidak ada lagi kubu-kubunan.
Siapa mendukung siapa. Kita adalah warga Deasa Panjunan. Semua untuk memajukan
desa yang kita cintai ini. Ayo rukun dengan tetangga,” kata Danu di hadapan
warga yang telah menunggu di depan gerbang balaidesa.
Danu oleh pendukungnya kemudian
diarak menuju rumahnya, dalam arak-arakan tersebut diiringi kesenian barongan.
Selain itu gelegar kembang api juga mengiringi kemenangan Danu di tengah rintik
hujan yang mengguyuk Kota Pati sejak siang kemarin. Penghitungan sendiri
selesai sekitar pukul 17.30, usai di[astikan menjadi kepala desa terpilih, Danu
yang berpakaian hem putih lengan panjang dan songkok hitam langsung bersujud
syukur di pendapa balai desa yang menjadi tempat pemungutan suara. (has)  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Libur Lebaran Bupati Kudus Sam’ani Singgung Kedisiplinan Pegawai

    Usai Libur Lebaran Bupati Kudus Sam’ani Singgung Kedisiplinan Pegawai

    • calendar_month Sel, 8 Apr 2025
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 307
    • 0Komentar

      KUDUS – Dalam apel perdana pasca libur Lebaran, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menekankan pentingnya pelayanan maksimal bagi masyarakat. Hal ini disampaikannya saat memimpin apel di Halaman Pendapa Kabupaten Kudus pada Selasa (8/4/2025). Sam’ani mengungkapkan bahwa berbagai keluhan masyarakat yang masuk melalui kanal Wadul K1 dan K2 umumnya berkaitan dengan jalan berlubang, lampu penerangan jalan […]

  • Ragam Motif Batik Jepara Tumbuh Pesat

    Ragam Motif Batik Jepara Tumbuh Pesat

    • calendar_month Sel, 1 Des 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

      Beragam motif batik Jepara dipamerkan Bupati Jepara Dian Kristiandi menerima penghargaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Penghargaan itu diraih atas dedikasinya terhadap pelestarian batik Jepara. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) Alamsyah, didampingi tim peneliti Siti Maziyah, pada Jumat (20/11/2020), di Pendopo Kartini Jepara. […]

  • Carlos Franca Winger Persijap Jepara Asal Brasil Masuk Top Pemain Termahal di Liga 1 2025/2026 

    Carlos Franca Winger Persijap Jepara Asal Brasil Masuk Top Pemain Termahal di Liga 1 2025/2026 

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 472
    • 0Komentar

    JEPARA – Manajemen Persijap Jepara resmi memperkenalkan rekrutan asing anyar mereka untuk Liga 1 musim 2025/2026. Pemain yang dimaksud adalah Carlos Henrique França, winger lincah asal Brasil yang diharapkan mampu memperkuat sektor sayap kanan Laskar Kalinyamat. Rekrutan Carlos Franca menjadi sorotan, karena nilai transfernya yang cukup mahal. Bahkan masuk 5 besar pemain dengan nilai transfer […]

  • Bocah 6 Tahun Hilang, Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Ndaleman Kayen

    Bocah 6 Tahun Hilang, Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Ndaleman Kayen

    • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 289
    • 0Komentar

    PATI – Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun, MKA, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Ndaleman, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Senin (3/3/2025). Kehilangan tragis ini terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, setelah bocah tersebut dilaporkan hilang sejak pukul 17.00 WIB. Proses pencarian yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Tim Basarnas, BPBD Pati, Koramil 04 Kayen, Polsek Kayen, […]

  • kuliner lontong tuyuhan khas Rembang Jawa Tengah

    Kuliner Lontong Tuyuhan Khas Rembang yang Selalu Ngangeni

    • calendar_month Sab, 23 Sep 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Lontong Tuyuhan merupakan kuliner khas Rembang Jawa Tengah yang lezat dengan rasa pedas gurih yang ngangeni.

  • Ribuan Wajib KTP Belum Rekaman  Bisa Terancam Kehilangan Hak Pilih

    Ribuan Wajib KTP Belum Rekaman Bisa Terancam Kehilangan Hak Pilih

    • calendar_month Jum, 2 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    FOTO REPUBLIKA Lingkar Muria, PATI – Pada masa pencocokan dan penelitian (coklit), diketahui ada sekitar 40 ribuan warga yang tidak bisa menunjukkan kepemilikan E-KTP maupun surat keterangan (suket). Hal ini bisa mengakibatkan mereka tak bisa masuk daftar pemilih, tentu saja konsekuensinya mereka kehilangan hak pilihnya. Diketahui sejumlah data puluhan ribu itu memang belum melakukan perekaman. […]

expand_less