Breaking News
light_mode

BPJS Kesehatan Siapkan Kerja Sama Cath Lab RSUD Soewondo Pati

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 103.221

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati terus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui pengoperasian layanan kateterisasi jantung atau Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD RAA Soewondo Pati. Fasilitas tersebut dipersiapkan agar pasien jantung dapat memperoleh tindakan medis menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tanpa harus menjalani rujukan ke luar daerah.

Kesiapan fasilitas itu ditinjau langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito bersama Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di Ruang Seruni RSUD RAA Soewondo, Kamis (29/10/2026). Kerja sama antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan ditargetkan dapat ditandatangani pada 17 November 2026.

Chandra menilai keberadaan Cath Lab sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan tindakan jantung secara cepat dan tepat.

Ia menjelaskan, pengadaan peralatan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 telah berjalan hampir tiga tahun. Saat ini, RSUD RAA Soewondo juga sudah didukung tenaga dokter spesialis jantung untuk menunjang operasional layanan tersebut.

“Tujuannya bukan semata menghadirkan teknologi medis, melainkan memastikan masyarakat mendapat layanan jantung yang aman, bermutu, terjangkau, dan dekat dengan tempat tinggalnya,” kata Chandra.

Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 1.318 kasus sindrom koroner akut tercatat di enam rumah sakit di Kabupaten Pati selama 2024. Sebanyak 308 di antaranya merupakan serangan jantung dengan elevasi segmen ST (ST-Elevation Myocardial Infarction/STEMI) yang memerlukan penanganan segera.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya akses layanan kateterisasi jantung di dalam daerah. Sebab, jarak perjalanan menuju rumah sakit rujukan serta keterbatasan akses berpotensi meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian apabila pasien terlambat mendapatkan tindakan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan, kerja sama pembiayaan layanan Cath Lab baru dapat direalisasikan setelah seluruh persyaratan teknis terpenuhi. Aspek yang menjadi perhatian meliputi kesiapan peralatan medis, dokter, hingga tenaga perawat.

Setelah layanan resmi berjalan, BPJS Kesehatan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaannya selama kurang lebih enam bulan.

“Kalau dokter, perawat, dan alatnya siap, kerja sama segera dilakukan. Dengan begitu, pasien tidak perlu lagi dirujuk ke Kudus atau Rembang,” ujar Prihati.

Selama ini, pasien penyakit jantung asal Pati masih harus menghadapi sejumlah kendala ketika membutuhkan layanan lanjutan di rumah sakit luar daerah, termasuk RSUP Dr. Kariadi Semarang. Keterbatasan kapasitas rumah sakit rujukan, khususnya tempat tidur di ruang ICU, serta lamanya proses rujukan menjadi persoalan yang perlu diatasi.

Oleh karena itu, keberadaan Cath Lab di RSUD RAA Soewondo diharapkan dapat mempercepat akses masyarakat terhadap tindakan medis yang membutuhkan penanganan dalam waktu singkat.

Selain berdampak pada pelayanan kesehatan, Chandra menyebut ketersediaan fasilitas medis yang memadai juga berpengaruh terhadap perkembangan investasi daerah. Menurutnya, infrastruktur kesehatan menjadi salah satu pertimbangan investor sebelum memutuskan menanamkan modal di Kabupaten Pati.

“Dalam Pati Business Forum di Pendopo Kabupaten Pati, investasi yang masuk mencapai hampir Rp12,6 triliun. Investor juga menanyakan jumlah dan kondisi rumah sakit. Investasi yang tumbuh diharapkan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ungkap Chandra.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD RAA Soewondo Pati Ahmad Husin menerangkan, rumah sakit yang dipimpinnya merupakan rumah sakit tipe B pendidikan sekaligus pusat rujukan regional untuk wilayah Pantura Timur.

Berdiri sejak 1932, RSUD RAA Soewondo saat ini memiliki kapasitas 330 tempat tidur dan melayani pasien dari berbagai wilayah. Dari sisi akses pelayanan, jarak antara Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan ruang Cath Lab dapat ditempuh dalam waktu kurang dari lima menit.

“Cath Lab mulai beroperasi pada 20 Desember 2024 untuk melayani pasien umum. Kami terus mengupayakan agar layanan ini dapat dijamin BPJS Kesehatan sehingga akses pasien terhadap tindakan kateterisasi jantung semakin luas,” jelas Ahmad Husin.

Dari aspek tenaga medis, rumah sakit tersebut telah memiliki satu dokter konsultan jantung dan pembuluh darah, dua dokter spesialis jantung, serta satu dokter yang tengah menempuh pendidikan intervensi.

Selain itu, terdapat tiga perawat jantung intervensi, lima perawat kardiologi dasar, dan dua radiografer kateter. Ketersediaan sumber daya manusia tersebut menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian kesiapan layanan oleh BPJS Kesehatan.

Prihati mengingatkan bahwa serangan jantung tidak hanya mengancam kelompok lanjut usia, tetapi juga dapat menyerang masyarakat usia produktif. Penanganannya pun harus dilakukan secepat mungkin, mulai dari hitungan menit hingga jam.

Menurutnya, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko kematian sekaligus menimbulkan beban ekonomi bagi keluarga pasien. Dengan demikian, perluasan akses layanan jantung juga menjadi bagian dari upaya mencegah keluarga terjerumus dalam kemiskinan akibat biaya dan dampak penyakit.

“Gotong royong dalam JKN memungkinkan biaya pelayanan yang besar ditanggung bersama melalui iuran peserta. Namun, mutu layanan dan keberlanjutan pembiayaan harus sama-sama dijaga,” kata Prihati.

Di samping memastikan kesiapan Cath Lab, Prihati turut meminta Pemkab Pati bersama Dinas Kesehatan memberikan perhatian terhadap pemutakhiran data Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Perubahan status kepesertaan harus diantisipasi agar masyarakat dengan penyakit kronis, termasuk pasien yang rutin menjalani cuci darah, tidak tiba-tiba kehilangan jaminan akses pelayanan kesehatan.

Dalam pemaparan tersebut, sekitar 14 ribu peserta disebut berpotensi terkena dampak perubahan segmen maupun wilayah kepesertaan.

Prihati juga mendorong pihak rumah sakit untuk mengurangi jumlah klaim tertunda (pending claim) serta meningkatkan penerapan pelayanan kesehatan berbasis nilai (value-based healthcare). Dengan pendekatan tersebut, kualitas dan manfaat pelayanan menjadi prioritas, bukan sekadar meningkatkan jumlah tindakan medis.

Upaya promotif dan preventif juga perlu diperkuat untuk menekan risiko penyakit sejak dini. Beberapa program yang menjadi perhatian di antaranya rencana gerakan jalan kaki setiap hari pada 2027 serta pengembangan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haru Nakagaki/INSTAGRAM n_haru71

    Duo Pemain Jepang Siap Bela Persijap

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Haru Nakagaki/INSTAGRAM n_haru71 Liga 2 tahun ini bakal sangat menarik, karena persaingan akan ketat dalam hal perebutan tiket promosi maupun yang berada di zona degradasi. Terlebih saat ini diperbolehkan menggunakan pemain asing.    JEPARA – Tim Persija Jepara bakal memakai service dua pemain asing pada ajang Liga 2 musim 2023/2024. Kedua pemain itu adalah pemain […]

  • Sosok Super Kinyun, Bermain Konsisten Antarkan Persijap Jepara Raih Kemenangan

    Sosok Super Kinyun, Bermain Konsisten Antarkan Persijap Jepara Raih Kemenangan

    • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 451
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara kembali meraih kemenangan penting saat berjumpa dengan Sulut United (12/1), Persijap berhasil menang 3 – 1 atas Sulut United yang bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Klabat Manado. Kemenangan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh pemain Persijap Jepara sepanjang pertandingan berlangsung. Salah satu pemain yang tampil bagus adalah Rizki Hidayat, […]

  • DPRD Pati Miliki Jangka Waktu 30 Hari untuk Selesaikan Rekomendasi Resmi LKPJ Bupati 2025

    DPRD Pati Miliki Jangka Waktu 30 Hari untuk Selesaikan Rekomendasi Resmi LKPJ Bupati 2025

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.870
    • 0Komentar

    PATI – Setelah penyampaian Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten (LKPJ) Tahun 2025 oleh Plt. Bupati Pati, DPRD Kabupaten Pati akan melakukan proses pembahasan mendalam selama 30 hari kerja sebelum menetapkan rekomendasi resmi terkait hasil pelaksanaan kinerja daerah. “Setelah laporan disampaikan, DPRD mempunyai waktu 30 hari untuk membahas LKPJ tersebut. Nantinya akan keluar satu rekomendasi, yang mencakup […]

  • Nasehat Mbah Dullah Kajen, untuk Menjadikan Hewan Qurban Sebagai Wasilah

    Nasehat Mbah Dullah Kajen, untuk Menjadikan Hewan Qurban Sebagai Wasilah

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

      Mbah Dullah Kajen Sebelum membaca nasehat yang luar biasa ini, mari kita kirimkan Surat al-Fatihah kagem Simbah Kiai Abdullah Salam sekeluarga, Simbah Kiai Nafi’ Abdillah Salam sekeluarga, Abuya Minan Abdillah Salam, dan juga Kang Bambang, lahum al-Fatihah…. Di suatu malam, di dalam sebuah rumah tua milik seorang Kiai yang sangat kharismatik, di lingkungan Pondok […]

  • Firman Soebagyo Puji Respons Cepat Mentan Atasi Krisis DOC di Pati dan Banjir di Grobogan

    Firman Soebagyo Puji Respons Cepat Mentan Atasi Krisis DOC di Pati dan Banjir di Grobogan

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.556
    • 0Komentar

    JAWA TENGAH – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas kesigapannya dalam menangani dua isu krusial di Jawa Tengah: krisis Day Old Chick (DOC) di Kabupaten Pati akibat lonjakan harga pakan, serta bencana banjir di Kabupaten Grobogan. Menurut Firman, respons cepat Mentan yang langsung […]

  • Turnamen Bola Voli Kapolres Pati Cup Dimeriahkan Pemain Timnas

    Turnamen Bola Voli Kapolres Pati Cup Dimeriahkan Pemain Timnas

    • calendar_month Sel, 19 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Poster turnamen voli Kapolres Pati Cup 2022 yang akan dimeriahkan dengan pemain timnas PATI – Pecinta bola voli di Kabupaten Pati pantas bergembira, sebab bakal ada tontonan menarik yaitu open turnamen Kapolres Pati Cup 2022 yang akan menghadirkan pemain-pemain professional dan langganan memperkuat timnas voli Indonesia. Kejuaraan voli ini digelar mulai 24-31 Juli 2022 di […]

expand_less