DPRD Pati Minta Trans Jekuti Tetap Berdampingan dengan Angkudes
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month Sel, 29 Sep 2026
- visibility 102.592

Layanan Bus Trans Jekuti jalur Jepara-Kudus-Pati yang akan diproyeksikan pada tahun 2028.
PATI – Rencana pembukaan layanan Bus Trans Jekuti yang akan melayani jalur Jepara-Kudus-Pati pada 2028 mendapat respons positif dari DPRD Pati. Kendati demikian, rencana tersebut dinilai perlu disertai perhatian terhadap keberadaan angkutan umum desa (angkudes).
Ketua Komisi C DPRD Pati Joni Kurnianto menilai, kehadiran angkutan aglomerasi yang dirancang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat menambah pilihan transportasi bagi masyarakat. Terlebih, mobilitas warga di tiga daerah tersebut cukup tinggi.
Menurut Joni, keberadaan Trans Jekuti nantinya dapat membantu memperlancar konektivitas antardaerah. Masyarakat juga berpotensi memperoleh alternatif transportasi yang lebih nyaman dan terjangkau.
Meski mendukung rencana tersebut, ia meminta pemerintah tidak mengabaikan angkudes yang selama ini masih digunakan masyarakat. Selain menjalankan fungsi transportasi, angkutan desa juga berkaitan dengan mata pencaharian masyarakat di daerah.
“Trans Jateng memang bagus sebagai moda transportasi modern. Tapi jangan pula lupakan angkudes. Kami mendukung gagasan Pak Plt Bupati soal angkudes untuk anak sekolah,” ujar Joni belum lama ini.
Ia menjelaskan, Pemkab Pati sebelumnya telah menjalankan program angkudes yang diperuntukkan bagi pelajar di wilayah Kota Pati. Layanan tersebut juga telah diresmikan bersama Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra.
Joni menilai keberadaan layanan transportasi baru harus dirancang dengan mempertimbangkan moda transportasi yang sudah ada. Karena itu, penentuan jalur maupun lokasi pemberhentian Trans Jekuti perlu melalui kajian agar tidak menimbulkan persoalan bagi angkutan lokal.
“Yang paling penting jangan sampai transportasi baru ini justru mematikan angkudes. Keduanya harus bisa berjalan bersama dan saling melengkapi,” tegas politikus Partai Demokrat tersebut.
Ia juga mendorong agar pemerintah daerah dilibatkan sejak proses perencanaan. Koordinasi dengan pemerintah provinsi dinilai penting untuk memastikan pengoperasian Trans Jekuti dapat meningkatkan konektivitas wilayah tanpa mengesampingkan keberadaan angkutan desa.
Dengan perencanaan dan pengaturan rute yang tepat, Joni berharap Trans Jekuti dan angkudes dapat menjalankan fungsi masing-masing sehingga kebutuhan transportasi masyarakat tetap terlayani.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

