Breaking News
light_mode

Hasil Lab Temukan E. Coli dan Bacillus, DPRD Pati Kawal Tindak Lanjut Keracunan MBG di Gembong

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month 25 menit yang lalu
  • visibility 102.530

PATI – DPRD Kabupaten Pati meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 menunjukkan adanya sejumlah bakteri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan bakteri Escherichia coli (E. coli), Bacillus sp, dan Bacillus cereus pada sampel menu nasi bakar serta orak-arik tempe yang dibagikan oleh SPPG Gembong 1. Temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan terkait kasus dugaan keracunan MBG yang terjadi di Kecamatan Gembong.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memantau dan mengawal tindak lanjut atas kasus tersebut. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan penyelenggaraan MBG memenuhi standar keamanan dan kualitas makanan.

“Kami tetap memantau, tetap ada tindakan sesuai mekanisme. Kan ada SPPG dan BGN, kami berharap ini bisa dicarikan solusi,” ujar perempuan yang akrab disapa Bu Ning ini.

Menurut dia, evaluasi juga perlu mencakup pihak yang bertanggung jawab dalam penyediaan makanan untuk program MBG. Pengawasan terhadap proses pengolahan hingga distribusi makanan dinilai perlu diperkuat guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Pastikan akan kita evaluasi, sanksi pasti kami rekomendasikan karena SPPG ini vertikal,” tegasnya.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan yang telah diterima sejauh ini baru berasal dari parameter mikrobiologi. Adapun pemeriksaan terhadap parameter kimia masih menunggu hasil lanjutan.

Seluruh hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan melalui proses ekspertisi sebelum disampaikan kepada Satgas MBG sebagai bahan tindak lanjut.

Kasus dugaan keracunan MBG di Gembong sebelumnya menyebabkan ratusan warga mengalami gejala setelah menyantap paket makanan yang berasal dari SPPG Gembong 1. Menyikapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati menghentikan sementara operasional SPPG, sedangkan Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan sanksi suspend berat terhadap dapur tersebut.

DPRD Kabupaten Pati menilai evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya setelah munculnya kejadian. Pengawasan terhadap proses penyediaan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan perlu diperketat agar keamanan dan kualitas makanan bagi penerima manfaat tetap menjadi perhatian utama.

(adv)

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Sambut Gembira Inovasi Alat Mekanisasi Olah Tanah Pedot Oyot untuk Petani Tebu

    DPRD Pati Sambut Gembira Inovasi Alat Mekanisasi Olah Tanah Pedot Oyot untuk Petani Tebu

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 337
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Kamari, menyambut gembira peluncuran alat mekanisasi olah tanah pedot oyot, sebuah inovasi dari PG Trangkil. Alat ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja di sektor pertanian tebu dan meningkatkan produktivitas. Kamari menekankan bahwa alat mekanisasi pedot oyot memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan cara tradisional. “Alat ini […]

  • Las Pipa Prion Sebabkan Kebakaran Kapal di Juwana

    Las Pipa Prion Sebabkan Kebakaran Kapal di Juwana

    • calendar_month Kam, 9 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    JUWANA – Kebakaran kapal kembali terjadi di Juwana Kamis (9/8/2018). Tepatnya di sisi selatan Pulau Seprapat, empat unit kapal nelayan yang sedang parkir terbakar. Diduga akibat percikan las pipa prion. Dikutip dari rilis BPBD Kabupaten Pati, kejadian kebakaran ini berlangsung pada pukul 16.00. Kuat dugaan, api berasal dari las pipa prion. Api membesar, hingga membakar […]

  • Gandeng Rumah Kreatif Jogja Hasilkan Motif Khas Batik Karimunjawa

    Gandeng Rumah Kreatif Jogja Hasilkan Motif Khas Batik Karimunjawa

    • calendar_month Sen, 29 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Pameran batik hasil karya pelatihan ibu-ibu di Karimunjawa dengan Rumah Kreatif Dongaji Batik Panggungharjo Yogyakarta Emak-emak di Karimunjawa dilatih membikin batik. Bekerja sama dengan Rumah Kreatif dari Jogja, sejumlah motif telah dihasilkan. Antara lain motif dewadaru, motif kalimasada, motif setigi dan stilisasi biota laut Karimunjawa. Motif ini dipersembahkan untuk menyuarakan keberlanjutan lingkungan hidup di salah […]

  • Cari Rumput Temukan Mayat di Karetan Keling

    Cari Rumput Temukan Mayat di Karetan Keling

    • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 353
    • 0Komentar

    JEPARA, Keling – Siang bolong, warga digegerkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki, di kawasan perkebunan karet Desa/Kecamatan Keling, Jepara, Selasa (8/6/2021). Menurut keterangan polisi mayat tersebut diketahui bernama Saniman (70) warga desa setempat. Dia hilang sejak Jumat lalu. “Benar ada penemuan mayat. Yang jelas dari hasil pemeriksaan puskesmas tidak ditemukan bekas penganiayaan,” kata Kapolsek […]

  • Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

    Gus Mus Sentil Soal Agama dan Kemanusiaan

    • calendar_month Jum, 28 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 704
    • 0Komentar

    Suasana ngaji budaya Suluk Maleman bersama Gus Mus PATI – Sentilan yang sederhana namun sangat mengena disampaikan KH Mustofa Bisri saat ikut mengisi dalam Suluk Maleman yang digelar pada Sabtu (22/12/2018) malam kemarin. Pria yang karib disapa Gus Mus situ menyebut seringkali manusia kurang bersyukur atas anugerah yang diberikan. Hal itulah yang terkadang juga membuat […]

  • Dewan Pati Minta Even Karnaval di Desa Utamakan Tradisi dan Budaya Lokal

    Dewan Pati Minta Even Karnaval di Desa Utamakan Tradisi dan Budaya Lokal

    • calendar_month Ming, 15 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 255
    • 0Komentar

    PATI – Penggunaan “sound horeg” pada acara karnaval di desa-desa di Kabupaten Pati menjadi sorotan. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menilai penggunaan alat musik keras tersebut tidak mencerminkan kearifan lokal dan malah menimbulkan keresahan di kalangan warga. “Suara keras ‘sound horeg’ seringkali memicu konflik antarwarga, bahkan berujung pada tindak kekerasan,” ujarnya. “Yang lebih memprihatinkan, dengan […]

expand_less