Breaking News
light_mode

Teater Satoesh UIN Sunan Kudus Pentaskan “Mega-Mega”, Angkat Suara Kehidupan Kaum Terpinggirkan

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
  • visibility 101.938

KUDUS – Teater Satoesh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar Pentas Produksi tahun 2026 dengan menyuguhkan lakon berjudul Mega-Mega, karya legendaris Arifin C. Noer. Pementasan berlangsung di Gedung Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) pada Minggu (23/8/2026).

Berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam, pertunjukan ini melibatkan kolaborasi anggota Teater Satoesh dari angkatan 2024 dan 2025. Melalui naskah tersebut, mereka menghidupkan kisah yang menyoroti realitas kehidupan serta dinamika sosial yang dialami oleh kelompok masyarakat yang terpinggirkan.

Sutradara Pentas Produksi 2026, Fatkhun Nur Rohman, menjelaskan bahwa pemilihan naskah Mega-Mega dilatarbelakangi oleh keinginan mendalam untuk mendalami gaya dan pemikiran karya Arifin C. Noer. Selain itu, isu-isu yang terkandung di dalamnya dinilai sangat relevan dan masih memiliki keterkaitan erat dengan kenyataan hidup masyarakat saat ini.

Bagi Nur Rohman, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan seni belaka, melainkan sebuah ruang refleksi bagi penonton untuk kembali menyadari berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.

“Karena ini sering kali terlihat di sekeliling kita. Ingin melihatkan kepada masyarakat bahwa di sekitar kita ini ada segerombolan orang-orang yang dipinggirkan,” ungkap Nur Rohman.

Di atas panggung, para aktor tampil totalitas dengan menghidupkan masing-masing karakter melalui dialog yang tajam, gestur yang hidup, serta adegan yang mampu merekam pergulatan batin dan keseharian para tokoh dalam cerita.

Selain menghadirkan karya sastra panggung berkualitas dari Arifin C. Noer, Pentas Produksi 2026 juga menjadi sarana penting bagi regenerasi internal Teater Satoesh. Keterlibatan anggota muda angkatan 2024 dan 2025 menjadi momen berharga untuk mengasah bakat sekaligus mendapatkan pengalaman nyata dalam pengelolaan produksi teater yang utuh.

Sementara itu, Ketua Umum Teater Satoesh, Muhammad Misbahul Munir, berharap rangkaian pementasan mendatang dapat menjadi momentum bagi kelompok ini untuk terus tumbuh dan berkembang serta menyajikan karya-karya yang semakin berkualitas.

“Harapannya untuk kedepan, Teater Satoesh dapat lebih maju dan berkembang, pementasan-pementasan berikutnya lebih keren dan mantap,” pungkasnya.

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Kopi di Pati Panen Dini Demi Kejar Harga Tinggi

    Petani Kopi di Pati Panen Dini Demi Kejar Harga Tinggi

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 306
    • 0Komentar

    PATI – Harga kopi robusta di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2024, mencapai Rp 75 ribu per kilogram di tingkat petani. Kenaikan harga ini mendorong para petani untuk memanen kopi lebih awal, meskipun buahnya masih hijau. Hal ini disambut gembira oleh petani kopi robusta di Pegunungan Muria, Dukuh Segawe, Desa Klakahkasihan, […]

  • Islamic Center Kajen, Menjaga Kearifan Luhur Desa Santri

    Islamic Center Kajen, Menjaga Kearifan Luhur Desa Santri

    • calendar_month Jum, 28 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 506
    • 0Komentar

      Masjid Jami Kajen merupakan peninggalan dari Mbah Murtamakkin. Saat ini bangunan masjid telah mengalami pemugaran  PATI – Akhir pekan lalu, Sabtu (22/12/2018), anak-anak muda dikukuhkan dalam sebuah wadah bernama Islamic Center Kajen (ICK), pengukuhan dilakukan di gedung ICK komplek Masjid Jami Kajen. Ada 12 anak muda yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Ketua […]

  • SPI Grobogan Perkuat Lingkungan dan Ekonomi Petani Hadapi Ancaman Bencana

    SPI Grobogan Perkuat Lingkungan dan Ekonomi Petani Hadapi Ancaman Bencana

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 370
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Kondisi hutan yang semakin memprihatinkan akibat minimnya tumbuhan keras menjadi perhatian serius Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Grobogan. Kerentanan terhadap banjir bandang dan longsor mendorong SPI untuk mengambil inisiatif penanaman tumbuhan keras. Rencananya, penanaman tumbuhan keras akan dilakukan serentak di kawasan hutan Desa Asemrudung, Geyer, Grobogan. Beberapa petani di wilayah tersebut bahkan telah […]

  • Membedah Kearifan Lokal untuk Menjaga Lingkungan Muria

    Membedah Kearifan Lokal untuk Menjaga Lingkungan Muria

    • calendar_month Sel, 24 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Diskusi Tapangeli di Kampung Budaya Piji Wetan Kudus Acara Riset Folklore Muria Diskusi Tapangeli di Kampung Budaya Piji Wetan Kudus digelar, sebagai bentuk keresahan terhadap kondisi lingkungan sekitar. Khususnya di wilayah Pegunungan Muria. Salah satunya adalah mendorong kearifan lokal masyarakat sekitar menjadi ujung tombak kelestarian alam. KUDUS – Bicara soal menjaga lingkungan, masyarakat sudah sepatutnya […]

  • Evaluasi Dinkes Pati Didukung DPRD untuk Tingkatkan Penanganan TBC

    Evaluasi Dinkes Pati Didukung DPRD untuk Tingkatkan Penanganan TBC

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 244
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati memberikan dukungan penuh terhadap langkah Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam melakukan evaluasi fasilitas kesehatan (Faskes) terkait penanganan Tuberkulosis (TBC). Evaluasi ini mencakup puskesmas dan rumah sakit, dengan fokus pada capaian penemuan kasus dan angka keberhasilan pengobatan. Anggota DPRD Pati, Endah Sriwahyuningati, menekankan pentingnya penanggulangan TBC yang aktif oleh pemerintah daerah. “Harus […]

  • Banjir Menggenang Pemancing Datang

    Banjir Menggenang Pemancing Datang

    • calendar_month Sen, 8 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Setia menunggu umpan disambar ikan Cerita Banjir di Pati Wilayah Timur Banjir menggenangi beberapa desa di Batangan dan Juwana sejak Sabtu (6/1) lalu. Genangan airnya menyuguhkan pemandangan berbeda. Diantara genangan air di sana-sini, banyak warga datang menenteng pancing dan segepok umpan, berharap dapat satu, atau dua ikan untuk dibawa pulang. Yono (32) nampak duduk santai. […]

expand_less