Hasto Utomo Jelaskan Alasan DPUTR Pati Merevisi Desain Bahu Jalan RSUD Kayen
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 100.788

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo
PATI – Menyusul adanya peningkatan biaya bahan bangunan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati melakukan penyesuaian desain pada pekerjaan pembangunan bahu jalan di ruas Jalan Kawedanan, Kota Kayen.
Keputusan ini diambil agar seluruh target panjang penanganan jalan dapat tercapai meskipun anggaran yang tersedia mengalami keterbatasan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo. Awalnya, seluruh bagian bahu jalan direncanakan akan dibangun menggunakan konstruksi beton bertulang. Perencanaan tersebut disusun dengan menganggarkan dana sebesar Rp1,25 miliar, yang disesuaikan untuk menangani ruas jalan di sisi barat RSUD Kayen.
Namun, dinamika harga material saat tahap pengadaan mengubah rencana awal. Hasto menjelaskan bahwa kenaikan harga solar industri berdampak langsung pada peningkatan biaya produksi dan harga beton.
Kondisi ini membuat pagu anggaran yang tersedia tidak lagi cukup jika spesifikasi konstruksi awal tetap dipertahankan untuk seluruh bagian jalan.
“Awalnya seluruh bahu jalan direncanakan menggunakan beton. Setelah dilakukan penyesuaian harga, anggaran yang tersedia tidak lagi mampu mengakomodasi seluruh pekerjaan apabila spesifikasi awal dipertahankan,” ujar Hasto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/6/2026).
Sebagai solusi terbaik, pihak DPUTR akhirnya membagi jenis konstruksi bahu jalan. Sebagian segmen tetap menggunakan material beton, sedangkan sisanya diganti dengan agregat kelas A. Langkah ini dinilai sebagai cara paling tepat agar panjang ruas jalan yang akan diperbaiki tidak berkurang secara signifikan.
Dijelaskan Hasto, bagian dengan konstruksi beton direncanakan sepanjang sekitar 170 meter, baik di sisi kiri maupun kanan jalan. Sementara itu, area yang menggunakan agregat kelas A tetap berfungsi optimal sebagai bahu jalan guna mendukung keamanan dan kelancaran lalu lintas.
Selain itu, di tepi bagian beton ditambahkan lapisan agregat kelas A selebar kurang lebih 25 sentimeter. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi perbedaan ketinggian jalan yang berpotensi membahayakan pengendara kendaraan.
Hasto menegaskan bahwa perubahan desain ini bukan berarti menurunkan standar kualitas pekerjaan. Sebaliknya, perubahan ini dilakukan agar seluruh target panjang penanganan jalan yang direncanakan sekitar 330 meter dapat selesai sesuai jadwal. Jika pihaknya memaksakan seluruh bahu jalan menggunakan beton, dikhawatirkan sebagian ruas jalan tidak akan tertangani karena keterbatasan dana yang ada.
Lebih lanjut, ia memaparkan tahapan pelaksanaan proyek. Perencanaan dimulai dengan survei lapangan pada Januari hingga Februari 2025. Setelah melalui proses penyesuaian harga dan tahapan asistensi, kontrak pekerjaan resmi ditandatangani pada tanggal 25 Mei 2025. Pekerjaan fisik pun langsung dimulai pada 27 Mei 2025 dan berhasil rampung pada Juni 2025 sesuai desain revisi yang telah disepakati bersama.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

