Breaking News
light_mode

Muhamad Susanto Guru Agama yang Gemar Bercerita

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 1 Mar 2019
  • visibility 284
Muhamad Susanto saat mengajar anak didiknya di MTsN 2 Jepara belum lama ini

Bercerita Bikin
Pelajaran Agama Gembira
Mengajar
mata pelajaran agama di sekolahan mesti kreatif. Jika tidak, anak-anak akan
mudah sekali bosan terhadap pelajaran. Sebab pelajaran agama biasanya sering disampaikan
seperti orang berceramah.
Muhamad
Susanto menyadari hal tersebut. Lulusan IAIN Kudus itu pun berusaha menyelipkan
cerita-cerita sebelum memulai pokok bahasan pelajaran. Susanto mengajar mata
pelajaran Aqidah Akhlak untuk kelas VIII MTsN 2 Jepara. Sebelumnya, Susanto
juga pernah mengampu mata pelajaran Bahasa Arab. Selain itu juga pernah
mengajar pelajaran komputer.
”Memang
yang saya rasakan jika hanya monoton, mengajar pelajaran agama seperti Aqidah
Aklak ini akan terjebak seperti pengajian-ceramah. Untuk porsi anak-anak hal
tersebut akan sangat membosankan,” kata Susanto.
Makanya,
sebelum memulai pelajaran, pria kelahiran Jepara, 6 Oktober I979 ini lebih
banyak memakai cerita-cerita yang tentunya inspiratif, sekaigus masih nyambung
dengan pokok bahasan.
Misalnya
saat tiba pembahasan tentang sifat tamak. Bukan dalil-dalil yang akan
disampaikan terlebih dulu. Tetapi Susanto, bercerita mengenai bagaimana sifat
tama yang sangat merugikan diri sendiri, lengkap  dengan contoh kasusnya.
”Para
siswa akan gembira dengan cara itu. Mereka menjadi sangat tertarik dengan
materi pelajaran yang akan disampaikan. Mengajar itu yang penting siswanya
gembira dulu. Kalau sudah begitu akan menyenangkan. Siswa-siswa jadi akan menunggu
kedatangan guru untuk mengajar. Dan ini membuat pemahaman terhadap materi
pelajaran akan sangat baik,” jelas pria yang sudah mengajar di MTsN 2 Jepara
sejak 2003 silam.
Selain
itu, Susanto juga kerap menyelipkan permainan-permainan sederhana saat berlangsung
kegiatan belajar mengajar di kelas. Seperti permainan mengejar dunia sama
dengan mengejar bayangan.
”Anak-anak
saya suruh memeragakan bagaimana mengejar bayangan. Bagaimana prosesnya.
Rasanya bagaimana. Itu salah satu yang saya lakukan saat mengajar. Anak-anak
menjadi senang. Dan tentunya tidak ada yang ngantuk menyimak materi yang saya
sampaikan,” jelas Susanto. (alb) 

Muhamad Susanto saat berkegiatan di masyarakat

Aktif Ajak
Masyarakat Mengaji
Selain
mengajar di sekolah. Susanto punya kesibukan lain di luar dunia pendidikan formal
tersebut. Dia banyak menghabiskan waktunya untuk membina masyarakat. Terutama
di sekitar rumahnya di Desa Keling, Kecamatan Keling. Susanto aktif mengajak
masyarakat mengaji selapanan rutin.
Pria
yang akrab disapa Pak Sus ini mengasuh pengajian selapanan kitab Sullamut Taufiq, dan juga selapanan
salawatan maulid simtudduror. Aktivitas
itu dilakukannya sejak 2015 lalu. Awalnya niatan membikin majelis pengajian itu
untuk mengakomodir kegiatan anak-anak muda di sekitar rumahnya. Pengajian
selapanan itu sendiri dilakukan di rumahnya. Desa Keling Dukuh Bono.
”Awalnya
memang niatan saya untuk membuat kegiatan anak-anak muda. Harus ada sesuatu
yang bisa diberikan kepada anak-anak muda ini. Supaya anak-anak muda ini
memiliki kegiatan yang juga bermanfaat dan menunjang pendidikan karakternya,”
kata Susanto.
Saat
pertama kali menyelenggarakan selapanan itu, kata Susanto, awalnya diberikan
undangan satu persatu. Lama-kelamaan mereka berdatangan sendiri secara rutin
ikut pengajian. ”Ya bagi saya hal ini memang sudah menjadi tanggung jawab moral
untuk ikut memberikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat sekitar terutama
para tetangga,” imbuh pria yang pernah nyantri di pondok pesantren Al Hikmah
Mojokerto ini. selain di Al Hikmah, dia juga sempat nyantri di pondok pesantren
Mansajul Ulum, dan Ihyaus Sunnah di Pati.
Selain
mengasuh pengajian selapanan di sekitar rumahnya, Susanto juga aktif
berorganisasi. Di desanya, dia dipercaya sebagai Ketua Tanfidz NU Ranting
Keling. Selain itu Susanto juga ikut berorganisasi ruqyah yang juga dinaungi
oleh NU.
”Ya
ikut memperkenalkan metode pengobatan melalui ruqyah. Pengobatan yang
tuntunannya ada di Alquran. Pengobatan yang ada di masa Rasulullah,” kata
Susanto. (alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Peningkatan Layanan di Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan

    DPRD Pati Dorong Peningkatan Layanan di Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 373
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong peningkatan layanan di tiga sektor vital: pertanian, pendidikan, dan kesehatan. Peningkatan ini dianggap krusial karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menekankan pentingnya memaksimalkan potensi sektor pertanian di Kabupaten Pati, yang dikenal sebagai “Bumi Mina Tani”. “Tentunya kalau menurut saya, sektor […]

  • DPRD Pati Dukung Penuh Program TPS 3R di Pasar-Pasar Tradisional

    DPRD Pati Dukung Penuh Program TPS 3R di Pasar-Pasar Tradisional

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 335
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, khususnya di lingkungan pasar. Hal ini bertujuan agar sampah tidak hanya berakhir menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menekankan pentingnya pemilahan sampah sebelum dibuang. “Perlu pengelolaan masalah sampah ini. Harus dipilah-pilah […]

  • Tekad Aldo, Balik Kandang untuk Persipa Menang

    Tekad Aldo, Balik Kandang untuk Persipa Menang

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Aldo saat berlatih untuk Persipa musim 2021 PATI – Musim 2021 ini tim Liga 3 Jawa Tengah Persipa Pati sangat serius menyiapkan skuadnya. Talenta lokal terbaik dikumpulkan untuk memperkuat tim berjuluk Laskar Saridin ini.Yang terbaru adalah merapatnya Ade “Aldo” Kurniawan. Pemain kelahiran Pati, 5 April 1993 ini sebelumnya pernah memperkuat Persipa Pati pada musim 2010, […]

  • Polda Jateng Berhasil Ungkap Kasus Premanisme Berkedok Wartawan, Tiga Pelaku Masih Buron

    Polda Jateng Berhasil Ungkap Kasus Premanisme Berkedok Wartawan, Tiga Pelaku Masih Buron

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 314
    • 0Komentar

    SEMARANG – Ditreskrimum Polda Jateng berhasil mengungkap kasus premanisme yang dilakukan oleh sindikat yang mengaku sebagai wartawan. Empat pelaku, tiga pria dan satu wanita, telah diamankan. Mereka adalah HMG (33), AMS (26), KS (25), dan IH (30), semuanya warga Bekasi, Jawa Barat. Pengungkapan kasus ini diumumkan langsung oleh Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio, […]

  • Rasakan Sensasi River Tubing di Desa Wisata Jurang Kudus

    Rasakan Sensasi River Tubing di Desa Wisata Jurang Kudus

    • calendar_month Rab, 29 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Pengunjung menikmati wisata river tubing di Desa wisata Jurang Kecamatan Gebog, Kudus/@hajirob KUDUS – Desa wisata Jurang berada di Kecamatan Gebog, berjarak 9,1 kilometer dari pusat kota Kudus. Untuk sampai ke desa wisata itu  pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 20 menit saja. Ada beragam daya tarik wisata yang bakal membuat pengunjung terkesan. Salah satunya adalah […]

  • Kaos Bertuliskan Dialek Khas Pati Menjadi Favorit Pemudik Sebagai Oleh-oleh

    Kaos Bertuliskan Dialek Khas Pati Menjadi Favorit Pemudik Sebagai Oleh-oleh

    • calendar_month Sel, 16 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 289
    • 0Komentar

    PATI – Kaos dengan tulisan dialek khas Pati menjadi favorit para pengunjung yang datang ke Kota Mina Tani. Terutama saat musim mudik, kaos ini menjadi pilihan utama para pemudik untuk dijadikan oleh-oleh saat kembali ke tempat asal mereka. Fatmi Nurjanah, pemilik Pati Oblong, sebuah toko kaos di Pati, mengatakan, saat musim Lebaran banyak pemudik yang […]

expand_less