Breaking News
light_mode

Muhamad Susanto Guru Agama yang Gemar Bercerita

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 1 Mar 2019
  • visibility 158
Muhamad Susanto saat mengajar anak didiknya di MTsN 2 Jepara belum lama ini

Bercerita Bikin
Pelajaran Agama Gembira
Mengajar
mata pelajaran agama di sekolahan mesti kreatif. Jika tidak, anak-anak akan
mudah sekali bosan terhadap pelajaran. Sebab pelajaran agama biasanya sering disampaikan
seperti orang berceramah.
Muhamad
Susanto menyadari hal tersebut. Lulusan IAIN Kudus itu pun berusaha menyelipkan
cerita-cerita sebelum memulai pokok bahasan pelajaran. Susanto mengajar mata
pelajaran Aqidah Akhlak untuk kelas VIII MTsN 2 Jepara. Sebelumnya, Susanto
juga pernah mengampu mata pelajaran Bahasa Arab. Selain itu juga pernah
mengajar pelajaran komputer.
”Memang
yang saya rasakan jika hanya monoton, mengajar pelajaran agama seperti Aqidah
Aklak ini akan terjebak seperti pengajian-ceramah. Untuk porsi anak-anak hal
tersebut akan sangat membosankan,” kata Susanto.
Makanya,
sebelum memulai pelajaran, pria kelahiran Jepara, 6 Oktober I979 ini lebih
banyak memakai cerita-cerita yang tentunya inspiratif, sekaigus masih nyambung
dengan pokok bahasan.
Misalnya
saat tiba pembahasan tentang sifat tamak. Bukan dalil-dalil yang akan
disampaikan terlebih dulu. Tetapi Susanto, bercerita mengenai bagaimana sifat
tama yang sangat merugikan diri sendiri, lengkap  dengan contoh kasusnya.
”Para
siswa akan gembira dengan cara itu. Mereka menjadi sangat tertarik dengan
materi pelajaran yang akan disampaikan. Mengajar itu yang penting siswanya
gembira dulu. Kalau sudah begitu akan menyenangkan. Siswa-siswa jadi akan menunggu
kedatangan guru untuk mengajar. Dan ini membuat pemahaman terhadap materi
pelajaran akan sangat baik,” jelas pria yang sudah mengajar di MTsN 2 Jepara
sejak 2003 silam.
Selain
itu, Susanto juga kerap menyelipkan permainan-permainan sederhana saat berlangsung
kegiatan belajar mengajar di kelas. Seperti permainan mengejar dunia sama
dengan mengejar bayangan.
”Anak-anak
saya suruh memeragakan bagaimana mengejar bayangan. Bagaimana prosesnya.
Rasanya bagaimana. Itu salah satu yang saya lakukan saat mengajar. Anak-anak
menjadi senang. Dan tentunya tidak ada yang ngantuk menyimak materi yang saya
sampaikan,” jelas Susanto. (alb) 

Muhamad Susanto saat berkegiatan di masyarakat

Aktif Ajak
Masyarakat Mengaji
Selain
mengajar di sekolah. Susanto punya kesibukan lain di luar dunia pendidikan formal
tersebut. Dia banyak menghabiskan waktunya untuk membina masyarakat. Terutama
di sekitar rumahnya di Desa Keling, Kecamatan Keling. Susanto aktif mengajak
masyarakat mengaji selapanan rutin.
Pria
yang akrab disapa Pak Sus ini mengasuh pengajian selapanan kitab Sullamut Taufiq, dan juga selapanan
salawatan maulid simtudduror. Aktivitas
itu dilakukannya sejak 2015 lalu. Awalnya niatan membikin majelis pengajian itu
untuk mengakomodir kegiatan anak-anak muda di sekitar rumahnya. Pengajian
selapanan itu sendiri dilakukan di rumahnya. Desa Keling Dukuh Bono.
”Awalnya
memang niatan saya untuk membuat kegiatan anak-anak muda. Harus ada sesuatu
yang bisa diberikan kepada anak-anak muda ini. Supaya anak-anak muda ini
memiliki kegiatan yang juga bermanfaat dan menunjang pendidikan karakternya,”
kata Susanto.
Saat
pertama kali menyelenggarakan selapanan itu, kata Susanto, awalnya diberikan
undangan satu persatu. Lama-kelamaan mereka berdatangan sendiri secara rutin
ikut pengajian. ”Ya bagi saya hal ini memang sudah menjadi tanggung jawab moral
untuk ikut memberikan ilmu yang dimiliki kepada masyarakat sekitar terutama
para tetangga,” imbuh pria yang pernah nyantri di pondok pesantren Al Hikmah
Mojokerto ini. selain di Al Hikmah, dia juga sempat nyantri di pondok pesantren
Mansajul Ulum, dan Ihyaus Sunnah di Pati.
Selain
mengasuh pengajian selapanan di sekitar rumahnya, Susanto juga aktif
berorganisasi. Di desanya, dia dipercaya sebagai Ketua Tanfidz NU Ranting
Keling. Selain itu Susanto juga ikut berorganisasi ruqyah yang juga dinaungi
oleh NU.
”Ya
ikut memperkenalkan metode pengobatan melalui ruqyah. Pengobatan yang
tuntunannya ada di Alquran. Pengobatan yang ada di masa Rasulullah,” kata
Susanto. (alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senangnya Pak RT dan Pak RW di Jepara Dapat Gaji Bulanan

    Senangnya Pak RT dan Pak RW di Jepara Dapat Gaji Bulanan

    • calendar_month Sel, 25 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 165
    • 0Komentar

      Bupati Jepara, Dian Kristiandi JEPARA – Senangnya para ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kabupaten Jepara. Karena Bupati Jepara Dian Kristiandi memberikan bantuan operasional untuk mereka. Pada tahun anggaran 2022 pemkab mengalokasikan anggaran sebesar 10,2 miliar. Ketua RT dan Ketua RW mendapat bantuan Rp 150 ribu setiap bulan. Di Kota Ukir […]

  • Pasangan Tanpa Status Pernikahan Terjaring Razia Polisi di Jepara

    Pasangan Tanpa Status Pernikahan Terjaring Razia Polisi di Jepara

    • calendar_month Ming, 12 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 192
    • 0Komentar

    JEPARA – Polres Jepara berhasil melakukan patroli yang mengakibatkan penangkapan sepasang muda-mudi tanpa status pernikahan di sebuah kamar kos di Kecamatan Jepara Kota pada Minggu (12/5/2024) dini hari. Razia ini dilakukan setelah adanya laporan dari warga yang resah dengan aktivitas asusila yang sering terjadi di kos-kosan di wilayah tersebut. Dalam operasi ini, satu pasangan muda […]

  • Indonesia Krisis Kontrol Kebijakan Pemerintah

    Indonesia Krisis Kontrol Kebijakan Pemerintah

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    PATI – Tokoh politik nasional yang juga mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah tak bisa menyembunyikan kegeramanya terhadap kondisi pemerintahan Indonesia saat ini. Menurutnya Indonesia saat ini sedang krisis oposisi sebagai kontrol kebijakan pemerintah. Kelompok oposisi sebagai representasi rakyat, dinilai tidak lagi subtantif dan bahkan cenderung mati. Dalam sistem presidensial, lanjut Fahri Hamzah, rakyat […]

  • IESPA Pati Dilantik, Esports Jadi Bagian Pembinaan Generasi Muda

    IESPA Pati Dilantik, Esports Jadi Bagian Pembinaan Generasi Muda

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.232
    • 0Komentar

    PATI — Pelantikan Pengurus Indonesia Esports Association (IESPA) Kabupaten Pati periode 2025–2030 di Pendopo Kabupaten Pati disaksikan langsung oleh Bupati Pati Sudewo pada Minggu (21/12/2025). Acara tersebut menjadi tonggak untuk memperkuat peran olahraga elektronik dalam pembinaan generasi muda serta pengembangan teknologi digital di daerah. Menurut Sudewo, esports tidak hanya berperan sebagai cabang olahraga, melainkan juga […]

  • KPK Incar Praktek Culas Oknum Pegawai Lapas

    KPK Incar Praktek Culas Oknum Pegawai Lapas

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Pemaparan materi dalam agenda Workshop Sosial Media for Sosial Good  SEMARANG – Jangan macam-macam. Manajemen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) terus dipantau oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu tidak lepas dari sepak terjang Lapas selama ini yang disinyalir menjadi ladang pungutan liar (pungli) dan gratifikasi. Hal tersebut dilakukan agar pengelolaan lapas semakin baik dan meminalisir praktek […]

  • Kekeringan Parah di Tiga Kecamatan Pati, DPRD Minta Pemkab Prioritaskan Air Bersih

    Kekeringan Parah di Tiga Kecamatan Pati, DPRD Minta Pemkab Prioritaskan Air Bersih

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 150
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Danu Ikhsan Hariscandra, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memprioritaskan pengiriman air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan. Hal ini disampaikan Danu dalam rapat penetapan status tanggap darurat kekeringan yang dipimpin Pj Bupati Pati, Sujarwanto Dwiatmoko. Danu menyoroti kondisi tiga kecamatan yang mengalami kekeringan parah, yaitu Jakenan, Jaken, dan Pucakwangi. […]

expand_less