Lewat Program MBG, Read Aloud Kudus Ajak Anak Gemar Membaca dan Berkreasi
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month Sab, 4 Jul 2026
- visibility 100.604

Komunitas Read Aloud Kudus selenggarakan program MBG di Perpustakaan Daerah Kudus, menggabungkan kegiatan membaca, apresiasi karya, dan aktivitas kreatif bagi anak-anak.
KUDUS – Ruang Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kudus tampak penuh semangat saat diisi oleh anak-anak yang mengikuti kegiatan MBG (Membaca, Berkarya, Gembira) yang digagas oleh komunitas Read Aloud Kudus.
Program ini dirancang khusus untuk menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, sekaligus menumbuhkan minat baca, daya kreativitas, dan rasa percaya diri anak-anak sejak usia dini.
Ketua Read Aloud Kudus, Rizki Yuniarti, menjelaskan bahwa kegiatan ini menggabungkan kegiatan literasi dengan pembelajaran kreatif. Hal ini membuat anak-anak tidak sekadar mendengarkan cerita, melainkan mendapatkan pengalaman baru melalui berbagai aktivitas yang interaktif.
Rangkaian acara diawali dengan sesi read aloud atau pembacaan buku cerita secara ekspresif oleh para relawan. Selama proses berlangsung, anak-anak diajak berinteraksi aktif mulai dari menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, hingga mengembangkan imajinasi berdasarkan jalan cerita yang dibacakan.
“Metode membaca nyaring mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup. Anak-anak menjadi lebih mudah memahami isi cerita sekaligus terdorong untuk mencintai buku sejak dini,” katanya.
Usai sesi membaca bersama, acara dilanjutkan dengan pemutaran film animasi karya siswa SMK Raden Umar Said Kudus. Penayangan ini bertujuan memperkenalkan proses penciptaan karya kreatif serta menunjukkan potensi generasi muda lokal di bidang industri animasi.
Melalui tayangan tersebut, anak-anak tidak hanya terhibur, tetapi juga mendapatkan inspirasi bahwa anak bangsa mampu menciptakan karya yang berkualitas. Diharapkan hal ini dapat memotivasi mereka untuk terus belajar dan berani berkarya sesuai dengan minat masing-masing.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi membuat gantungan kunci atau keychain bertuliskan nama masing-masing peserta. Di bawah bimbingan relawan, anak-anak menyusun huruf demi huruf hingga menjadi karya pribadi yang dapat mereka bawa pulang.
“Aktivitas itu melatih kreativitas, koordinasi motorik halus, ketelitian, dan rasa percaya diri karena setiap peserta berhasil menghasilkan karya sesuai imajinasi mereka,” bebernya.
Rizki menambahkan bahwa program MBG merupakan wujud nyata upaya Read Aloud Kudus menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan melalui perpaduan kegiatan membaca, apresiasi karya, dan aktivitas kreatif.
“Anak-anak itu diharapkan tidak hanya semakin gemar membaca, tetapi juga terbiasa mengekspresikan ide dan mengembangkan potensi diri,” katanya.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Perpustakaan Daerah Kudus yang telah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini. Ke depannya, kerja sama serupa diharapkan terus berlanjut agar semakin banyak anak di Kudus mendapatkan pengalaman belajar yang positif serta tumbuh budaya literasi yang kuat di tengah masyarakat.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

