Breaking News
light_mode

Hidup Bukan Mampir Padu

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 20 Mar 2019
  • visibility 275


Anis Sholeh Baasyin sedang menguraikan tema yang akan dibahas


Padu atau adu mulut yang akhir-akhir ini
nyaris membudaya di kalangan masyarakat kembali menjadi sentilan dalam gelaran
Suluk Maleman yang digelar Sabtu (16/3) hingga Minggu (17/3/2019) dini hari kemarin.

Bahkan peribahasa “hidup sekadar mampir minum” pun mulai berubah menjadi
sekadar mampir padu. Plesetan itu
lantaran sekarang ini masyarakat terlalu mudah meributkan sekalipun pada
hal-hal kecil.

Keironisan justru terlihat pada grup media sosial yang sekarang ini ada.
Orang mudah mencaci dan membenci maupun memuja bahkan sekalipun tanpa pernah
saling mengenalnya. Tak hanya itu grup medsos keluarga pun kerap berujung
keributan hanya lantaran perbedaan pendapat.

Padahal dari kebencian-kebencian itulah yang justru berdampak besar.
Aksi terror seperti yang terjadi di Selandia Baru pun dinilai sebagai produk
yang dilahirkan dari adu domba dan penanaman kebencian. Kebencian sendiri bisa
berlangsung hingga puluhan tahun.

Dalam ngaji budaya yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut,
Anis Sholeh Baasyin pun mengingatkan agar agama jangan diperumit lantaran
hakikatnya sederhana. Agama dihadirkan sebagai salah satu wasilah agar manusia
bisa selamat sampai tujuan.

“Inti agama justru menyadarkan kalau manusia hanya lewat di Bumi. Dunia
ini bukanlah tujuan atau tempat akhir dari manusia. Tapi yang terjadi sekarang
ini wasilah justru jadi bahan perselisihan,” tambahnya.

Tanpa disadari, orang yang tengah cekcok justru seringkali merasa tengah
berjuang seperti di perang badar. Tak terkecuali fanatisme dalam memilih
pemilu. Padahal seharusnya pemilu sebatas tentang cara atau alat memilih
pemimpin.

“Kalau sudah seperti ini apa mungkin setiap lima tahun harus perang?
Padahal Rasulullah setelah perang Badar mengingatkan jika itu hanyalah jihad
kecil. Jihad akbar justru saat harus melawan diri sendiri,” terang penggagas
Suluk Maleman tersebut.

Oleh karena itulah dirinya mengingatkan jika umat Islam harus senantiasa
menjadi saksi. Yakni yang selalu melihat dan menunjukkan kebenaran. Dengan
begitu umat Islam diharuskan adil. Baik terhadap kawan maupun lawan.

“Jika memang salah katakan salah, jika benar katakan benar. Jangan
gara-gara teman yang salah dikatakan benar begitu sebaliknya,”tegasnya.

Agar dapat selamat, dia pun menyebut jika manusia seharusnya tidak
terikat dengan apapun yang ada di dunia. Dia pun menyebut untuk melihat sesuatu
harus dilihat jangan dari kemasan atau citranya saja.

“Bahkan ada yang mengatakan jika ingin menilai seseorang jangan saat
berada di masjid. Pasti terlihat bagus semua. Tapi lihatlah saat berada di
pasar,” imbuhnya.

Anis juga menegaskan jika persoalan dukung mendukung di dunia politik
itu sekarang hanyalah bagian dari transaksional biasa. Setiap elit politik akan
dengan mudah berubah dari mendukung menjadi oposisi dan sebaliknya bila keadaan
berubah.

“Tapi di tataran masyarakat persoalan itu menjadi sangat lama dan
menimbulkan luka. Apa kita mau setiap lima tahun membuka luka baru,” ujarnya.

Budi Maryono, seorang penulis juga mengingatkan dalam menghadapi
pemilihan presiden seharusnya bisa dilakukan dengan sederhana saja. Pilpres
bukanlah pertempuran maupun peperangan.

“Namanya pemilihan, siapapun yang mendapat suara terbanyak bukan berarti
menang dan yang sedikit bukan berarti kalah. Hanya yang terpilih. Kalau belum
terpilih tentu perkara yang sederhana,” tambahnya.

Pilihan tema yang menarik itupun membuat suasana ngaji budaya menjadi
begitu hangat. Terlebih dengan penampilan Sampak GusUran semakin memeriahkan
acara yang dihadiri ratusan orang tersebut. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudewo Gandeng Pengusaha Risma Ardhi Chandra untuk Pilkada Pati

    Sudewo Gandeng Pengusaha Risma Ardhi Chandra untuk Pilkada Pati

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 338
    • 0Komentar

    PATI – Salah satu kandidat kuat bakal calon Bupati Pati 2024 – 2029 Sudewo resmi mendapat rekom dari Partai Gerindra. Rekom diserahkan langsung oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah Sudaryono rekom ini ditandatangani langsung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan sekjen partai. Sudewo diketahui menggandeng sosok pengusaha bernama Risma Ardhi Chandra. Risma Ardhi Chandra […]

  • Sosialisasi Pilgub Jateng 2024 di Pati: KPU Gandeng Masyarakat Adat Sedulur Sikep

    Sosialisasi Pilgub Jateng 2024 di Pati: KPU Gandeng Masyarakat Adat Sedulur Sikep

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.024
    • 0Komentar

    PATI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah menggelar sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2024 di Balai Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Senin (4/11/2024) malam. Kegiatan ini melibatkan masyarakat adat Sedulur Sikep di wilayah Sukolilo. Anggota KPU Jateng, Akmaliyah, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari program fasilitasi dan pendidikan […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati: Menyelidiki Dugaan Pelanggaran, Ini Rincian Tugasnya!

    Pansus Hak Angket DPRD Pati: Menyelidiki Dugaan Pelanggaran, Ini Rincian Tugasnya!

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 258
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati secara resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket pada hari Rabu, 13 Agustus 2025. Pembentukan Pansus ini bertujuan untuk menyelidiki dugaan pelanggaran sumpah/janji jabatan yang dilakukan oleh Bupati Pati, Sudewo. Pansus Hak Angket ini diketuai oleh Teguh Bandang Waluyo dari Fraksi PDIP, dan telah aktif melakukan […]

  • Kebijakan Cerdas Bupati Kudus Larang Penggunaan Sound Horeg Saat Takbir Keliling

    Kebijakan Cerdas Bupati Kudus Larang Penggunaan Sound Horeg Saat Takbir Keliling

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 406
    • 0Komentar

      KUDUS – Kebijakan cerdas diambil Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, dalam menyikapi aturan kegiatan takbir keliling pada malam Idulfitri mendatang. Sam’ani mengimbau masyarakat untuk mematuhi larangan penggunaan sound horeg (sound system keliling) selama kegiatan takbir keliling menjelang Idul Fitri Larangan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan menghindari potensi bahaya di tengah perayaan malam takbiran. Daripada […]

  • Anggota DPRD Pati, Narso Ajak Masyarakat Berwirausaha Lewat UMKM   

    Anggota DPRD Pati, Narso Ajak Masyarakat Berwirausaha Lewat UMKM  

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 865
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meyakini bahwa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat menjadi solusi untuk menekan angka pengangguran di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Kabupaten Pati, Narso. Menurut Narso, keberadaan UMKM mampu menyerap tenaga kerja di sekitar usaha tersebut. “Adanya UMKM dapat menciptakan lapangan kerja baru dan […]

  • Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia

    Dinsos Pati Akui Terima Laporan Dugaan Pencabulan Santriwati Sejak 2024

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsop3akb) Kabupaten Pati mengakui telah menerima laporan dugaan pencabulan terhadap santriwati oleh pengasuh pondok pesantren sejak 2024. Kepala Dinsop3akb Pati, Aviani Tritanti Venusia, mengatakan laporan tersebut diterima melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dengan satu orang korban sebagai pelapor. “Kami menerima laporan dugaan […]

expand_less