Breaking News
light_mode

Lamporan, Warisan Budaya Soneyan yang Tetap Terjaga di Tengah Perkembangan Zaman

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
  • visibility 100.178

PATI – Tradisi Lamporan kembali digelar melalui rangkaian kegiatan Wiwitan dan Gelar Budaya yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026).

Diselenggarakan oleh Komunitas Plat K, acara ini diikuti warga serta seniman lokal sebagai upaya melestarikan warisan budaya leluhur, mengenang tradisi penolak bahaya di masa lalu, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda.

Nama “Lamporan” berasal dari kata lampor atau obor, namun memiliki ciri khas tersendiri. Jika obor umumnya dibuat dari bambu berisi minyak tanah dan kain sebagai sumbu, lampor justru terbuat dari daun kelapa kering yang diikat menjulang ke atas, lalu dibakar pada bagian ujungnya.

Lampor dibawa oleh sekelompok orang yang mengenakan pakaian berhias rumbai-rumbai dari daun kelapa muda. Kelompok ini disebut “Dayakan” dan akan berbaris serta menari mengelilingi kampung. Prosesi dipimpin oleh tetua desa, diiringi alunan musik tradisional seperti kentongan, jidor, dan icik-icik.

Acara dihadiri oleh Camat Margoyoso, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Desa Soneyan, Kepala Dusun Sumber, Ketua Panitia Lamporan, Presiden Komunitas Plat K, serta warga sekitar.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan Komunitas Plat K yang terus menjaga tradisi secara turun-temurun.

“Lamporan bukan sekadar pertunjukan budaya. Ini adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Pati memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya yang digagas masyarakat. Menurutnya, melestarikan budaya adalah kunci menjaga jati diri daerah di tengah perkembangan zaman.

“Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi komunitas seni dan budaya untuk berkarya. Pendopo Kabupaten Pati juga terbuka untuk digunakan sebagai tempat penyelenggaraan festival dan kegiatan kebudayaan,” katanya.

Selain soal kebudayaan, Chandra menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, meliputi perbaikan jalan, peningkatan layanan kesehatan, serta pendidikan gratis. Ia menekankan pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter warga.

“Jalan harus baik agar aktivitas masyarakat lancar. Kesehatan dan pendidikan juga harus mudah diakses. Namun budaya tidak boleh ditinggalkan karena menjadi jati diri daerah kita,” tegasnya.

Ia juga mengimbau orang tua untuk lebih bijak membimbing anak dalam menggunakan gawai, agar interaksi sosial dan nilai kebersamaan tetap terjaga.

Lebih lanjut, pemerintah tengah merencanakan pendirian Museum Kabupaten Pati sebagai wadah pengembangan seni dan pelestarian budaya.

“Ke depan kami ingin memiliki museum sebagai rumah bersama bagi para seniman dan pelaku budaya. Tempat ini nantinya menjadi ruang pelestarian sekaligus edukasi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan komitmennya mendukung pelestarian budaya lokal, memberi ruang berkarya bagi komunitas seni, serta memastikan pembangunan daerah berjalan seimbang antara kemajuan fisik dan penguatan nilai budaya.

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sembilan Kali Bumi Kartini Raih Opini WTP

    Sembilan Kali Bumi Kartini Raih Opini WTP

    • calendar_month Ming, 2 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualiaan (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Tengah. Penghargaan ini diterima Plt Bupati Dian Kristiandi, Selasa (28/5/2019), di Kantor BPK RI Jateng. Penghargaan itu sekaligus menandai kali kesembilan Kota Ukir dianugerahi WTP. Bersama Ketua DPRD Jepara Junarso, Sekda Jepara Edy Sujatmiko, […]

  • Wejangan Cak Nun Jelang Pemilu 2019

    Wejangan Cak Nun Jelang Pemilu 2019

    • calendar_month Sab, 30 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    JEPARA – Pilpres dan Pileg tinggal menghitung hari. Konstelasi politik pun kian memanas. Beragam isu dan perkara digoreng sedemikian rupa untuk meraup suara. Tak hanya itu, masyarakat juga seolah-olah dibelah menjadi dua dan saling bermusuhan. Ihwal pemilu itulah yang menjadi salah satu fokus pembicaraan Emha Ainun Najib dalam acara Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng […]

  • Pemkab Jepara siap memecahkan rekor kegiatan bakar ikan bandeng kartini khas Jepara.

    Pemkab Jepara Siap Pecahkan Rekor Bakar Bandeng Khas

    • calendar_month Jum, 13 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Pemkab Jepara siap memecahkan rekor kegiatan bakar ikan bandeng kartini khas Jepara.

  • Belasan Ekor Macan Tutul Tertangkap Kamera di Hutan Muria

    Belasan Ekor Macan Tutul Tertangkap Kamera di Hutan Muria

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 2.417
    • 0Komentar

    Ilustrasi Macan Tutul KUDUS – Secara umum kondisi hutan Muria masih bagus. Bahkan dalam sebuah pantauan, ada 13 ekor macan tutul dalam radius 55 kilometer yang berhasil diabadikan gambarnya. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Ratih Loekito dalam pertemuan di Command Center Selasa (5/3/2019). Pertemuan itu membahas soal pelestarian hutan Muria. ”Kami […]

  • Pantas Pimpin DEMA IAIN Kudus, Begini Rekam Jejak Gatot Agusta di Organisasi

    Pantas Pimpin DEMA IAIN Kudus, Begini Rekam Jejak Gatot Agusta di Organisasi

    • calendar_month Sel, 4 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.172
    • 0Komentar

    Gatot Priambodo Agusta KUDUS – Gatot Priambodo Agusta digadang-gadang sebagai calon yang layak memenangi kontestasi pemilihan Ketua Dewan Eksekutif Presiden (DEMA) IAIN Kudus periode 2019, pada 12 Desember 2018 mendatang.  Hal itu lantaran rekam jejaknya di organisasi baik ekstra maupun intra kampus yang tidak diragukan lagi. Mahasiswa jurusan PGMI ini tercatat aktif berkecimpung di berbagai […]

  • Satreskrim Polresta Pati Amankan Pria Berinisial MB Terkait Senjata Tajam Saat Unjuk Rasa

    Satreskrim Polresta Pati Amankan Pria Berinisial MB Terkait Senjata Tajam Saat Unjuk Rasa

    • calendar_month Kam, 17 Sep 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102.246
    • 0Komentar

    PATI — Kepolisian sedang mendalami dugaan pelanggaran pidana berupa membawa dan menguasai senjata tajam dalam sebuah aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Bank Mandiri Pati, Desa Puri, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 11.05 WIB. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pati bersama Tim Jatanras Polda Jawa Tengah […]

expand_less