Breaking News
light_mode

Mengukir Bersama, Perempuan Jepara Pecahkan Rekor Muri

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 27 Apr 2019
  • visibility 293


Gedung Haji Jepara
ramai, Sabtu (27/4/2019). Ratusan perempuan berkaos putih memenuhi gedung yang
berada di Kauman Kecamatan Jepara. Mereka memecahkan rekor kembali. Mengukir bersama
dalam rangka hari jadi Kabupaten Jepara, dan hari Kartini.

Jumlah ada 507
perempuan. Mereka dengan cekatan memainkan palu dan pisau pengukir dari besi. Sambil
duduk di lantai, para perempuan itu mengukir motif bunga berukuran 20
centimeter persegi. Butuh waktu sekitar dua jam untuk menyelesaikan motif
ukiran tersebut.

Menager Museum
Rekor Indonesia (Muri), Ariyani Siregar mengungkapkan, semula panitia
penyelenggara mendaftarkan 250 perempuan mengukir bersama. Setelah diverifikasi
ternyata ada 507 perempuan yang hadir.

“Skor sebelumnya
502, tapi yang mengukir campuran laki-laki dan perempuan,” kata Ariyani Siregar
kepada wartawan.

Sementara itu, panitia
penyelenggara pemecahan rekor tersebut, Sutarya mengungkapkan, sengaja dipilih kegiatan
mengukir. Lantaran seni ukir sudah identik dengan Bumi Kartini. Dipilih
perempuan yang mengukir, juga bukan tanpa alasan.

“Ini bertepatan
dengan hari jadi yang ke 470 Kabupaten Jepara, semula target kami yang mengukir
sesuai dengan angka tahun hari jadi tapi yang daftar malah lebih. Kenapa
perempuan, juga untuk memperingati Hari Kartini, serta semangat keperempuanan
itu bersamaan dengan saat ini masyarakat Jepara yang sedang berjuang kembali
memberikan gelar Pahlawan Nasional untuk Ratu Kalinyamat,” jelas Sutarya.

Rekor perempuan
mengukir terbanyak ini untuk menegaskan pada dunia, bahwa seni ukir sampai saat
ini masih hidup di tengah-tengah masyarakat Jepara. Tidaknya hanya kaum Adam,
ibu-ibu juga masih mengukir, terutama di desa-desa.

“Ini membuktikan
bahwa seni ukir masih melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepara,”
tandasnya. (Humas Pemkab Jepara/alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IKAPMII Jateng Dorong Kader Aktif dalam Pembangunan Desa

    IKAPMII Jateng Dorong Kader Aktif dalam Pembangunan Desa

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.063
    • 0Komentar

    KUDUS – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKAPMII) Jawa Tengah mendorong seluruh kader dan alumni untuk lebih aktif berperan dalam pembangunan desa melalui penguatan ekonomi dan pemanfaatan teknologi modern. Dorongan ini disampaikan oleh Arif Wahyudi, salah satu pengurus IKAPMII Jateng, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PMII yang diadakan bersama pengurus wilayah di Kudus. “PMII […]

  • Gerak Cepat Polresta Pati Tetapkan Pentolan AMPB Sebagai Tersangka Pemblokiran Jalur Pantura

    Gerak Cepat Polresta Pati Tetapkan Pentolan AMPB Sebagai Tersangka Pemblokiran Jalur Pantura

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 598
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati telah menetapkan dua orang sebagai tersangka atas dugaan pemblokiran Jalan Pantura Pati–Juwana saat aksi massa kelompok kontra AMPB pada Sidang Paripurna Hak Angket Bupati Pati, Jumat (31/10/2025). Aksi ini menyebabkan kemacetan total sekitar 15 menit dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kedua tersangka, S (47) dan TI (49), keduanya berdomisili di Kecamatan Margorejo, […]

  • Pansus Angket DPRD Pati Kembali Aktif, Soroti Mutasi Jabatan dan Pembangunan

    Pansus Angket DPRD Pati Kembali Aktif, Soroti Mutasi Jabatan dan Pembangunan

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 292
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati kembali menggelar rapat Panitia Khusus (Pansus) hak angket pada hari Rabu, 17 September 2025. Rapat ini merupakan kelanjutan dari serangkaian rapat yang sebelumnya sempat terhenti karena kunjungan kerja anggota pansus ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kunjungan tersebut dilakukan untuk berkonsultasi terkait […]

  • Ibu Muda Ditusuk Tetangga di Pati, Pelaku Coba Bunuh Diri

    Ibu Muda Ditusuk Tetangga di Pati, Pelaku Coba Bunuh Diri

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 295
    • 0Komentar

    PATI – Seorang ibu muda diserang dengan senjata tajam di Desa Jepalo, Gunungwungkal, Pati, Jawa Tengah pada Selasa (03/09/2024). Wanita tersebut berinisial SU (24) dan diserang oleh tetangganya sendiri, S (32). Kapolsek Gunungwungkal AKP Sukarno, kejadian terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ketika SU sedang memandikan anaknya di rumah bersama ibunya. Pelaku S tiba dan melakukan […]

  • Bupati Pati Jalin Kerja Sama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Kerja di Sektor Pertanian dan Perikanan

    Bupati Pati Jalin Kerja Sama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Kerja di Sektor Pertanian dan Perikanan

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 358
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menerima kunjungan kerja dari Tim Korea Selatan di bidang ketenagakerjaan di Kantor Bupati Pati. Kunjungan ini ditandai dengan penandatanganan MoU program pemberangkatan tenaga kerja ke Korea Selatan. “Saya bersama pihak perwakilan Tim Korea Selatan di bidang ketenagakerjaan sedang menandatangani MoU untuk pemberangkatan calon tenaga kerja dari Indonesia ke Korea Selatan,” […]

  • DPRD Pati Tekankan Pelestarian Kesenian Tradisional Butuh Dukungan Nyata Pemerintah

    DPRD Pati Tekankan Pelestarian Kesenian Tradisional Butuh Dukungan Nyata Pemerintah

    • calendar_month Kam, 18 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.183
    • 0Komentar

    PATI – Keberlangsungan kesenian tradisional di Kabupaten Pati menjadi perhatian khusus Anggota Komisi A DPRD Pati, Suharmanto. Ia menilai warisan seni budaya daerah kini menghadapi tantangan berat akibat arus modernisasi yang kian deras, serta masih terbatasnya dukungan dari pemerintah daerah. Menurut Suharmanto, upaya pelestarian selama ini lebih banyak bergantung pada inisiatif masyarakat dan para pelaku […]

expand_less