Breaking News
light_mode

Kostum Garuda Jepara Raih The Best di Malang Culture Carnival

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 14 Mei 2019
  • visibility 480




JEPARA – Bayu
Supriyono, lelaki asal Jepara yang juga seniman kondang berhasil menjuarai
kontes kostum etnik dalam gelaran Malang Culture Carnival akhir pekan lalu.
Gelaran busana carnival tersebut merupakan even nasional yang memang menjadi
sarana untuk memunculkan seniman-seniman kostum etnik.

Dalam
gelaran tersebut, Bayu dengan Luna Art Carnival-nya mengikutsertakan lima
busana carnival bertemakan nusantara. Kostum tersebut, kostum Dewa Ruci, Dewi
Sri, garuda, naga emas dan Papua.

Bayu
menjelaskan, ada tiga kategori yang dilombakan. Mulai dari festival kostum
karakter, festival busana mantenan, serta festival fashion show. Dia sendiri
ambil bagian di festival kostum karakter.

Salah
satu kostumnya, kostum Garuda meraih penghargaan the best costum. Busana
carnival itu, diperagakan oleh talent Sanggar Dua Sisi M Rifan Jawahirul
mahasiswa dari Unnes Semarang. ”Secara umum semua kostum kami mendapatkan
apresiasi dari para juri,” urainya.

Bayu
mengatakan, kostum garuda buatannya itu memiliki berat hingga 8 kilogram.
Sebelumnya kostum tersebut sudah ada, namun khusus untuk lomba di Malang
Culture Carnival dia merombak semuanya. Mulai dari warna secara keseluruhan
hingga bagian sayapnya.

Disinggung
mengenai keunikan busana itu, Bayu menjelaskan, cukup ringan dari bagian sayap
dan mahkotanya. ”Setiap talent yang mengenakan sayap itu bilang terasa ringan.
Padahal inti berat kostum itu di bagian sayap. Itu lah keunikan dari kostum
garuda nusantara ini,” tuturnya.

Sementara
itu, mengenai perolehan penghargaan the best costum, Bayu mengaku bangga bisa
mendapatkan yang terbaik dan membawa nama carnival Jepara di ajang nasional.
”Tak pernah bermimimpi mendapatkan penghargaan ini. Dengan modal nekad, tak ada
dana sponsor dari manapun,” ungkapnya.

Bayu
menambahkan, pihaknya bangga bisa memperkenalkan nama Jepara di Malang. Sebab,
pada kenyataannya jarang sekali mereka tahu bahwa Jepara punya potensi carnival
yang besar. ”Terima kasih untuk semua pihak yang sudah bergabung di Luna Art
Carnival,” imbuhnya. (fmh)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tegakkan Perda, Pemerintah Diminta Tidak Lemah

    Tegakkan Perda, Pemerintah Diminta Tidak Lemah

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Beberapa ormas Islam di Kabupaten Pati mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Pati Selasa (20/2/18) siang kemarin. Kedatangan mereka untuk memberikan dorongan agar pemerintah tidak lemah dalam penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan pariwisata. Hal ini menyusul adanya isu yang menyebutkan bahwa perda tersebut oleh pihak pengusaha karaoke didorong hendak direvisi. […]

  • Sudah Ada Surat Edarannya, Masyarakat Masih Bertanya Masa Berlaku E-KTP

    Sudah Ada Surat Edarannya, Masyarakat Masih Bertanya Masa Berlaku E-KTP

    • calendar_month Jum, 2 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Sebagian masa berlaku KTP elektronik belum semua tertulis berlaku seumur hidup. Ada yang masih tertulis masa berlaku. Misalnya, berlaku hingga 1 Januari 2018. Hal ini masih memicu kebingungan masyarakat. Meskipun sudah diterbitkan surat edaran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada Jumat (29/1/16) lalu. Dimana dalam surat edaran tersebut disebutkan dengan jelas, […]

  • Komisi D DPRD Pati Soroti Pentingnya Pendampingan Psikologis Santriwati Pasca Kasus Pelecehan

    Komisi D DPRD Pati Soroti Pentingnya Pendampingan Psikologis Santriwati Pasca Kasus Pelecehan

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.665
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati mendesak dilakukannya pendampingan psikologis dan proses trauma healing menyeluruh bagi para santriwati yang menjadi korban maupun yang terdampak kasus dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo. Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota Komisi D, Eko Kuswanto. Eko menilai bahwa peristiwa yang diduga dilakukan oknum kiai tersebut telah […]

  • To’dok Telok: Meneladani Rasulullah SAW Lewat Tradisi dan Budaya di Karimunjawa

    To’dok Telok: Meneladani Rasulullah SAW Lewat Tradisi dan Budaya di Karimunjawa

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 476
    • 0Komentar

    JEPARA – Mushola Bustanul Mukminin di Jelamun, Kemujan, Karimunjawa menjadi saksi bisu kehangatan tradisi To’dok Telok pada Kamis (4/9/2025) malam. Warga, yang didominasi oleh diaspora Jawa dan Madura, berkumpul dalam suasana khidmat untuk melaksanakan ritual budaya yang kaya akan nilai religius ini. Acara dimulai dengan lantunan Diba’ Maulid Nabi Muhammad SAW dan doa tahlil, dilanjutkan […]

  • Surat Suara Pilgub Mulai Disortir

    Surat Suara Pilgub Mulai Disortir

    • calendar_month Rab, 23 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    PATI – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah kian dekat. Saat ini KPU Kabupaten Pati telah memasuki beberapa tahapan penting. Tahapan itu diantaranya adalah penyortiran dan pelipatan surat suara. Rencananya kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 21 Mei hingga 25 Mei 2018. Ketua KPU Kabupaten Pati Much Nasich melalui anggota KPU divisi logistik Umi Nadliroh menyampaikan, terkait dengan […]

  • Kebakaran Landa Rumah Warga Tayu, Kerugian Ditaksir Rp 75 Juta

    Kebakaran Landa Rumah Warga Tayu, Kerugian Ditaksir Rp 75 Juta

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 303
    • 0Komentar

    PATI – Kebakaran melanda rumah milik Sri Ningsih (43), warga Dukuh Pundenrejo RT 4 RW 4, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada Rabu (8/10/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Api menghanguskan bagian dapur dan ruang jahit rumah korban, diduga akibat kelalaian saat membakar sampah di halaman belakang rumah. Saksi mata, Siti Fatimah (65), tetangga korban, pertama kali […]

expand_less