Breaking News
light_mode

Wacana Sampah jadi Energi : Komisi C DPRD Pati : Sampah Harus Ditangani

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
  • visibility 24.180

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tengah merancang terobosan baru dalam pengelolaan limbah. Rencana strategis untuk mengubah sampah menjadi energi listrik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, kini telah diajukan ke tingkat pusat untuk mendapatkan persetujuan.

Langkah ini mendapatkan apresiasi positif dari legislatif. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menilai inisiatif ini sangat tepat mengingat penanganan sampah di daerah tersebut harus segera dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan.

Joni mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pembahasan mendalam bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait teknis dan skema investasi proyek tersebut.

“Kemarin sudah ngobrol banyak dengan Pak Tulus kepala DLH Kabupaten Pati memang ada rencana investor masuk dari China yang memang masuk list dari Danantara nanti akan mengolah sampah atau limbah,” ujar Joni.

Dalam rencana besar ini, Pati tidak berjalan sendiri. Proyek pengolahan sampah menjadi energi ini direncanakan akan menampung limbah dari empat kabupaten sekaligus, yaitu Pati, Kudus, Rembang, dan Grobogan. Pengelolaannya nanti akan dipusatkan di satu lokasi strategis.

“Rembang, Pati, Kudus bahkan nanti kalau bisa masuk di Grobogan juga masuk. Jadi ada tiga sampai empat kabupaten. Nanti akan dilakukan disentralkan mungkin di Pati atau dimana,” jelasnya

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo, memaparkan tantangan teknis yang ada. Menurut standar yang ditetapkan pemerintah pusat, sebuah fasilitas pengolahan energi dari sampah membutuhkan pasokan minimal 1.000 ton sampah per hari.

Saat ini, Kabupaten Pati baru mampu menghasilkan sekitar 250 ton sampah setiap harinya. Oleh karena itu, kolaborasi antar daerah menjadi kunci agar syarat teknis tersebut terpenuhi.

“Untuk itu Kabupaten Pati yang hanya sekitar 250 ton per hari ini masih jauh dari angkat tersebut. Sehingga ada komunikasi kami yang difasilitasi oleh Pemprov untuk berkolaborasi untuk Pemkab sekitar di situ ada Kudus, Rembang dan Grobogan. Kalau ditotal mungkin ada di angka 1.000,” jelas Tulus.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskusi Pendakian Gunung di Desa Rahtawu: Menuju Pendakian yang Profesional dan Berkelanjutan

    Diskusi Pendakian Gunung di Desa Rahtawu: Menuju Pendakian yang Profesional dan Berkelanjutan

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 272
    • 0Komentar

    KUDUS –  Suasana hangat tercipta di Abiyasa Inn, Desa Rahtawu. Tim pengabdian masyarakat LPPM Universitas Muria Kudus, dipimpin Dr. Mochamad Widjanarko, M.Si, berdiskusi dengan Karang Taruna Abiyasa. Diskusi kelompok terarah ini mengangkat tema “Menjadi Pendaki Profesional,” dengan Budi Kusriyanto (Koordinator Wilayah Pati Raya APGI 2022-2025) sebagai salah satu pemateri, pada Sabtu malam (15/2/2025). Desa Rahtawu, […]

  • DPRD Pati Dorong Kemajuan di Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan

    DPRD Pati Dorong Kemajuan di Sektor Pertanian, Pendidikan, dan Kesehatan

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 299
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan signifikan di tiga sektor vital: pertanian, pendidikan, dan kesehatan. Peningkatan layanan di bidang-bidang ini dinilai krusial mengingat dampaknya yang luas terhadap hajat hidup masyarakat. Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, menyoroti potensi besar yang dimiliki Kabupaten Pati, khususnya di sektor pertanian. “Tentunya […]

  • ‎71 Tahun Persijap Jepara, Waktunya Naik Kelas

    ‎71 Tahun Persijap Jepara, Waktunya Naik Kelas

    • calendar_month Sab, 12 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 324
    • 0Komentar

    ‎OLAHRAGA -‎ ‎Persijap Jepara menapak usia ke-71 tahun pada Jumat 11 April 2025. Persijap berdiri pada tahun 1954. ‎Persijap Jepara memang bukan tim besar di sepak bola Indonesia. Belum bisa bersanding dengan tim-tim seperti Persija Jakarta, Persebaya, PSIS Semarang, Persis Solo atau Persib Bandung. ‎Laskar Kalinyamat belum pernah meraih juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia. […]

  • Pati Bakal Gelar Lomba Lari Sambil Menengok Tempat Bersejarah

    Pati Bakal Gelar Lomba Lari Sambil Menengok Tempat Bersejarah

    • calendar_month Sel, 27 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Para peserta akan melewati Gedung Juang 45 di Jalan Panglima Sudirman. Gedung ini menjadi salah satu cagar budaya di Kabupaten Pati PATI – Lomba lari bertajuk “Sport Tourism Pati Run 2018” bakal digelar 9 Desember mendatang. Tiga kategori disiapkan panitia bagi calon peserta. Mulai dari kategori 3 K, 5 K, dan 7 K. Pendaftaran sudah […]

  • Skor Akhir 0-0 Persijap Jepara Masih Selamat dari Persis Solo

    Skor Akhir 0-0 Persijap Jepara Masih Selamat dari Persis Solo

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.911
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persijap Jepara hanya mampu bermain seri 0-0 saat menjamu Persis Solo (5/3/2026) di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara. Hasil seri ini sekaligus memutus rekor menang di laga kandang Persijap pada putaran kedua ini. Sebelumnya Persijap menang 2-0 saat menjamu PSM, menang 1-0 atas Madura United dan menang 3-1 atas Persebaya. Sementara itu jalannya […]

  • Komisi B DPRD Pati Dampingi Audiensi Petani Kendeng, Sepakat Tolak Tambang

    Komisi B DPRD Pati Dampingi Audiensi Petani Kendeng, Sepakat Tolak Tambang

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 301
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B DPRD Kabupaten Pati turut mengawal audiensi antara Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dan Bupati Pati di Kantor Bupati Pati. Audiensi ini dipimpin oleh tokoh masyarakat Kendeng, Gunretno, dengan tujuan menyampaikan aspirasi terkait pelestarian lingkungan dan penolakan aktivitas pertambangan di kawasan Kendeng. Beberapa anggota Komisi B DPRD Pati seperti Kamari dan […]

expand_less