Breaking News
light_mode

Dari Ketukan Tatah ke Panggung Dunia: Jepara Menyuarakan Jiwa Lewat Ukiran

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
  • visibility 238

JAKARTA – Di balik denting halus tatah yang menghantam kayu, ada cerita panjang tentang ketekunan, warisan, dan jiwa yang diturunkan lintas generasi.

Suara itu kini menggema hingga ke ibu kota, saat Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia meresmikan Pameran Tatah: Seni Ukir Jepara 2026 di Museum Nasional Indonesia, Rabu, 29 April 2026.

Bukan sekadar pameran, ruang ini menjadi panggung bagi karya-karya terbaik dari Jepara—daerah yang sejak lama dikenal sebagai jantung seni ukir Nusantara.

Di dalamnya, terpajang bukan hanya benda, tetapi juga perjalanan panjang keterampilan yang ditempa ratusan tahun.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyebut karya yang dipamerkan sebagai representasi puncak pencapaian artistik para pengukir Jepara.

Berbeda dari produk mebel yang lazim ditemui sehari-hari, karya-karya ini menampilkan detail, kedalaman, dan kompleksitas yang nyaris tak tergantikan oleh mesin.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah ukiran “macan kurung”, serta karya dari satu batang kayu utuh yang diolah dengan teknik berlapis hingga lima sampai tujuh tingkat.

Setiap lapisan seolah menyimpan napas pembuatnya—ketelitian yang tak hanya mengandalkan tangan, tetapi juga rasa.

“Ini bukan sekadar benda, tetapi ekspresi seni dengan pencapaian tertinggi,” ujar Fadli Zon.

Lebih dari itu, pameran ini juga menjadi pengingat bahwa seni Indonesia tidak hanya hidup dalam kanvas dua dimensi.

Kayu—yang sejak masa leluhur menjadi medium ekspresi—masih terus berbicara hingga hari ini, melalui pahatan yang sarat makna.

Namun di balik keindahan itu, tersimpan kegelisahan. Regenerasi pengukir menjadi tantangan nyata. Di tengah derasnya pilihan profesi modern, tak banyak generasi muda yang memilih melanjutkan jejak sebagai perajin ukir.

Kementerian Kebudayaan mencoba menjawabnya lewat berbagai upaya: workshop, penguatan literasi budaya, hingga program pengembangan talenta.

Harapannya, mereka yang “mewarisi” keterampilan ini dapat menemukan ruang untuk tumbuh dan diakui.

“Kita ingin mereka yang punya bakat luar biasa ini mendapatkan tempat,” kata Fadli.

Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengajak publik melihat ukiran dari sisi yang lebih dalam. Baginya, tatah bukan hanya alat, melainkan perpanjangan jiwa.

“Dari setiap ketukannya lahir karya yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna,” ujarnya.

Jepara, yang mungkin tampak sebagai kota kecil di pesisir Jawa, sejatinya adalah simpul pertemuan budaya dunia. Dari sanalah lahir ukiran-ukiran yang kini tak hanya menghiasi ruang, tetapi juga membawa identitas Indonesia ke panggung global.

Dan di Museum Nasional itu, setiap pahatan seakan berbisik—tentang masa lalu yang tetap hidup, dan masa depan yang masih terus diukir.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Arif

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Prioritaskan Pemberdayaan PKL dalam Raperda Penataan Usaha

    DPRD Pati Prioritaskan Pemberdayaan PKL dalam Raperda Penataan Usaha

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan sektor informal. Fokus ini tercermin dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), yang saat ini tengah memasuki tahap pembahasan intensif. Anggota Komisi B DPRD Pati, Sadikin (Fraksi PKS), menjelaskan bahwa Raperda ini dirancang bukan semata untuk […]

  • Wakil Bupati Pati Minta Sinergitas Seluruh Elemen Masyarakat Tangani HIV/AIDS

    Wakil Bupati Pati Minta Sinergitas Seluruh Elemen Masyarakat Tangani HIV/AIDS

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.195
    • 0Komentar

    PATI — Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri kegiatan Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2025 yang diselenggarakan di Ruang Pragola Sekretariat Daerah Kabupaten Pati. Peringatan kali ini mengusung tema “Tangguh dan Mandiri Bersama Cegah Penularan HIV dan Penanggulangan AIDS di Kabupaten Pati”, yang menjadi bentuk penegasan akan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan penanggulangan HIV […]

  • Target PAD Meningkat, Pemkab Pati Resmi Naikkan Tarif PBB 250%

    Target PAD Meningkat, Pemkab Pati Resmi Naikkan Tarif PBB 250%

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 299
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati akan menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar ±250% pada tahun 2025. Kenaikan ini disepakati dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Pati, Sudewo, bersama para camat dan anggota Paguyuban Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa (PASOPATI) pada Minggu (18/5/2025). Sudewo menjelaskan bahwa kenaikan ini merupakan […]

  • Sisa Pembakaran Slamper Nyaris Lalap Gudang Pabrik Arang

    Sisa Pembakaran Slamper Nyaris Lalap Gudang Pabrik Arang

    • calendar_month Sel, 19 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    PATI – Peristiwa kebakaran kembali terjadi. Sebuah gudang pabrik arang, nyaris ludes dilalap si jago merah siang kemarin (18/6/2018). Hal itu terjadi lantaran api sisa pembakaran slamper (Red, daun tebu kering) yang terbawa angin dan jatuh mengenai batok kelapa kering yang ada di pabrik tersebut. Ketua relawan RAPI Gunawan kepada Jawa Pos Radar Kudus mengungkapkan, […]

  • Mahasiswa UIN Sunan Kudus Sosialisasikan Pengenalan dan Penanganan Halusinasi di Panti Jalma Sehat Kudus

    Mahasiswa UIN Sunan Kudus Sosialisasikan Pengenalan dan Penanganan Halusinasi di Panti Jalma Sehat Kudus

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 287
    • 0Komentar

    KUDUS – Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) UIN Sunan Kudus menggelar Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) terintegrasi dengan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Panti Jalma Sehat Kudus. Rabu (16/7/2025), mereka menyelenggarakan sosialisasi bertema “Bagaimana Cara Mengenali dan Mengatasi Halusinasi pada Pasien Psikosis” bagi pasien yang kondisinya telah pulih 80%. Sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi […]

  • Berkedok Ritual Agar Cepat Hamil, Polresta Pati Ungkap Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Sukolilo

    Berkedok Ritual Agar Cepat Hamil, Polresta Pati Ungkap Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Sukolilo

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.845
    • 0Komentar

    PATI – Satuan Reserse Kriminal Polresta Pati berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang terjadi di wilayah Desa Wotan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Pengungkapan peristiwa ini dipaparkan secara rinci dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Pati, Selasa 12 Mei 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, dan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, […]

expand_less