Ketua Komisi C DPRD Pati Soroti Wacana Pembangunan Museum, Minta Dikaji Berdasarkan Tingkat Kebutuhan
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 24.796

Bekas bangunan kantor Satpol PP Pati yang rencananya bakal diubah jadi museum.
PATI – Rencana pembangunan museum cagar budaya yang digagas oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menjadi perhatian khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati.
Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, meminta agar gagasan tersebut dikaji lebih dalam, terutama terkait seberapa mendesak keberadaan fasilitas tersebut dibutuhkan saat ini.
Joni menyatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan penjelasan mendetail mengenai tujuan dibangunnya museum serta dampak manfaat yang akan dirasakan langsung oleh warga Kabupaten Pati. Oleh karena itu, ia berharap ada penjelasan lebih lanjut terkait hal tersebut.
“Urgensi museum itu untuk apa harus dilihat dulu tingkat urgensinya. Kami belum tahu, saya juga ingin tahu dulu,” ujar Joni.
Politisi ini juga menegaskan bahwa jika proyek ini memerlukan alokasi dana yang sangat besar, maka rencananya sebaiknya disisihkan atau ditunda terlebih dahulu.
Pasalnya, masih terdapat banyak kebutuhan pembangunan lain yang dinilai lebih mendesak dan harus diutamakan penggunaan anggarannya.
“Kalau biayanya mahal ya jangan dulu. Kalau hanya memanfaatkan (bekas kantor satpol) biaya sedikit tidak masalah. Tapi kalau biayanya banyak janganlah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Joni menyoroti kondisi infrastruktur daerah yang saat ini masih memerlukan perhatian serius. Ia menyebutkan bahwa banyak ruas jalan di Pati yang rusak dan butuh perbaikan segera, serta berbagai program pembangunan lain yang lebih menyentuh kepentingan masyarakat luas.
“Masih banyak jalan yang rusak harus diprioritaskan dulu. Masih banyak pembangunan yang diperlukan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Plt Bupati Risma Ardhi Chandra telah mengusulkan pembangunan museum cagar budaya yang nantinya akan ditempatkan di bekas gedung Kantor Satpol PP Kabupaten Pati. Rencana ini digulirkan sebagai upaya melestarikan nilai sejarah dan kekayaan budaya daerah.
Dijelaskan pula bahwa Pati memiliki kekayaan benda-benda bersejarah yang jumlahnya cukup signifikan, sehingga memerlukan wadah khusus untuk menjaga dan merawatnya.
Ke depannya, museum ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana edukasi sekaligus destinasi wisata terpadu, yang letaknya berdekatan dengan kawasan pendopo yang selama ini sudah sering digunakan sebagai lokasi kegiatan belajar di luar kelas bagi pelajar sekolah.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

