Breaking News
light_mode

Berkah Ramadan, Orderan Ukiran Kaligrafi Jepara Naik 70 Persen

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 30 Mei 2019
  • visibility 227

Selain ukiran relief, Jepara juga terkenal dengan hasil karyanya
berupa ukiran kaligrafi. Kaligrafi karya masyarakat Jepara pun telah
menjelajahi pasar-pasar besar dunia. Di bulan Ramadhan seperti ini, orderan
kaligrafi meningkat drastis dari bulan-bulan biasa.

Dilansir dari Medcom.id, Ali
Ahmad, salah satu perajin seni ukir kaligrafi dan relief membenarkan adanya
peningkatan order pada bulan Ramadhan. Bahkan, dia harus menambah tenaga kerja
untuk dapat menyelesaikan pesanan sesuai target.

“Bisa dikatakan sampai kewalahan. Stok sampai habis belum bisa buat stok
lagi, tamu dan pembeli (datang ke bengkel) banyak yang kecele karena tidak ada
stok yang bisa dibeli,” ujar Ali, seniman dan perajin seni ukir kaligrafi anak
seorang nelayan itu, Rabu, 15 Mei 2019.

Ali mengungkapkan, pada bulan suci ini pesanan seni ukir kaligrafi naik
hingga 70 persen dari hari-hari biasa. Pesanan tidak hanya datang dari penjuru
dalam negeri. Tapi juga datang dari sejumlah negara di belahan bumi ini.

Pada Ramadan kali ini saja,  Ali
harus menyeselesaikan kaligrafi untuk tiga masjid. Dua masjid di Jakarta dan
satu masjid di Semarang. Ditambah lagi pesanan kaligrafi satuan yang datang
dari berbagai kota di Indonesia. Seperti dari Malang, Makasar, dan Jakarta.

“Dari Malaysia juga ada minggu depan sudah bisa dikirim. Kalau hanya
dikerjakan tukang yang sudah ada jelas tidak bisa selesai. Ini dibantu tukang
pocokan ada beberapa orang,” kata Ali, warga RT2 RW1 Kelurahan Demaan Kecamatan
Jepara Kota Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Bahkan, karena membeludaknya pesanan dari dalam negeri membuat Ali
terpaksa menolak pesanan kaligrafi dan relief dari Arab Saudi. Ali menjanjikan
baru bisa mengerjakan relief Masjid Nabawi dan Kakbah untuk hiasan rumah usai
Lebaran.

Kaligrafi yang banyak dicari dan dipesan adalah kaligrafi surah-surah
pendek dalam Al Quran. Itu seperti Surah Yasin, Al Fatihah, Al Ikhlas, dan An
Nas. Juga kaligrafi berlafaz Allah dan Muhammad.

Terkait harga, Ali membandrol seni ukir kaligrafi karyanya mulai ratusan
ribu hingga puluhan juta. Sepasang seni ukir kaligrafi berukuran 50 sentimeter
persegi berlafaz Allah dan Muhammad dibandrol Rp600 ribu. Sementara seni ukir
kaligrafi surah Yasin berukuran 2×3 meter, Ali membandrol hingga Rp35 juta.

“Kalau harga tergantung tingkat kerumitan dan waktu pembuatan,” pungkas
Ali, alumni IAIN Sunan Kalijaga Jogja tahun 1998. (fmh)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Babak 16 Besar Ujian Sesungguhnya Persiku Kudus Menuju Liga 2

    Babak 16 Besar Ujian Sesungguhnya Persiku Kudus Menuju Liga 2

    • calendar_month Sen, 20 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 220
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persiku Kudus akan menghadapi ujian sesungguhnya untuk menyukseskan misi naik kasta ke Liga 2. Karena di babak 16 besar Liga 3 nasional, Macan Muria bakal menghadapi lawan tangguh dan juga bermain di luar kandang. Persiku Kudus akan bermain di Stadion Mini Cibinong Bogor, Jawa Barat. Ya, di babak 16 besar ini Persiku Kudus […]

  • Terima Usulan Larangan Pentas Dangdut Malam Hari, DPRD Pati Siap Tindaklanjuti Pembuatan Perda

    Terima Usulan Larangan Pentas Dangdut Malam Hari, DPRD Pati Siap Tindaklanjuti Pembuatan Perda

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.055
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti usulan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) yang secara khusus mengatur pelarangan penyelenggaraan pentas dangdut pada malam hari. “Kita siap akan follow up (usulan perda itu), tapi sampai sekarang belum ada sampai ke kami (usulannya). Tapi kalau hiburan malam secara umum sudah ada di […]

  • Gencarkan Razia, Satpol PP Sita Ratusan Botol Miras

    Gencarkan Razia, Satpol PP Sita Ratusan Botol Miras

    • calendar_month Sel, 16 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 180
    • 0Komentar

    DOKUMEN DISKOMINFO JEPARA JEPARA – Satpol PP kembali menggelar razia minuman keras (miras). Kali ini miras yang berhasil diamankan bahkan mencapai ratusan botol, yang didapat dari beberapa wilayah Kamis (11/10/2018). Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Istono, mengatakan, barang bukti pertama diperoleh dari tangan inisial BU, warga Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan. Dari rumahnya, petugas […]

  • DPO Penganiayaan Diciduk Saat Pulang Lebaran

    DPO Penganiayaan Diciduk Saat Pulang Lebaran

    • calendar_month Sel, 19 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

    UNGKAP KASUS : Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono bersama tersangka Sukarno, 37, (tengah)  PATI – Sebulan menjadi buron, Sukarno alias Mukeri, 37, akhirnya berhasil diringkus jajaran Polsek Sukolilo kemarin (18/6/2018). Warga Dukuh Gadingan, Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo ini ditangkap di jalan arah Sukolilo – Kayen, setelah ditetapkan sebagaui daftar pencarian orang (DPO) dan diketahui pulang untuk […]

  • Sosialisasikan Pilgub Jateng, KPU Gandeng Komunitas Vespa

    Sosialisasikan Pilgub Jateng, KPU Gandeng Komunitas Vespa

    • calendar_month Rab, 9 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 201
    • 0Komentar

    PATI – Ribuan pengendara Vespa banjiri jalanan di Kota Pati, Minggu (6/5/18) sore kemarin. Selain melakukan kampanye safety riding, kegiatan yang bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati itu pun juga untuk mensosialisasikan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 yang akan dihelat pada 27 juni mendatang. Komisioner KPU Pati, Imbang Setiawan mengatakan, pihaknya mengaku bisa belajar dari prinsip yang […]

  • Anggota DPRD Pati Ajak Generasi Muda Tiru Semangat Kartini

    Anggota DPRD Pati Ajak Generasi Muda Tiru Semangat Kartini

    • calendar_month Sen, 21 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 233
    • 0Komentar

    PATI – Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April untuk menghormati Raden Ajeng Kartini, pahlawan nasional yang memperjuangkan emansipasi perempuan dan pendidikan di Indonesia. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, berharap generasi muda, khususnya perempuan, dapat meneladani semangat Kartini. “Beliau memperjuangkan emansipasi perempuan dan pendidikan di Indonesia. Sehingga generasi sekarang perlu meneladani Kartini,” ujarnya. Warsiti menilai […]

expand_less