Breaking News
light_mode

Siswa SPFA Dibekali Sports Science Oleh FIK UNNES

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
  • visibility 517

Penyampaian materi sports science

Sports Science
menjadi materi berharga yang diterima para siswa SPFA. Mereka digembleng tim
dari FIK UNNES.

PATI – Para siswa Safin Pati Football Academy (SPFA) mendapatkan
bekal berharga dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri
Semarang (UNNES). Mereka mendapatkan bekal berupa materi sports science. 

Tim dosen dari FIK UNNES pada kesempatan kali ini memperkenalkan
ilmu keolahragaan sebagai bekal dan tambahan pengetahuan kepada siswa SPFA.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi yang digelar terpisah dimana
sesi pertama digelar pada Selasa (8/6/2021) dan sesi kedua pada 14 Juni
mendatang. Pembekalan dilangsungkan di gedung SPFA di Desa Mojoagung, Kecamatan
Trangkil, Pati, Selasa (8/6/2021).

Adapun ilmu keolahragaan yang diperkenalkan pada sesi pertama ini
adalah tentang gizi olahraga oleh Natalia Desy Putriningtyas, M.Gizi  dan Mursid Tri Susilo, M.Gizi. Lalu ada
materi tentang pembinaan fisik oleh Dr. Hadi dan Sobihin, M.Pd serta tentang
Biomekanika Olahraga oleh Dr. Taufiq Hidayah dan Fajar Awang Irawan, Ph.D.

Siswa SPFA sendiri mengikuti dengan antusiasme tinggi untuk
mendapatkan pengetahunan tentang ilmu keolahragaan atau yang akrab dikenal
dengan sports science.

“Kegiatan ini dilakukan di SPFA karena FIK UNNES memandang akademi
sepak bola ini merupakan lembaga yang strategis untuk memajukan persepakbolaan
nasional,” kata Anggit Wicaksono, M.Pd selaku Koordinator pengabdian FIK UNNES
di sela-sela acara.

Dia menjelaskan, para siswa di SPFA dibina secara fisik, mental,
intelektual, dan spiritual sejak dini. Oleh sebab itu dipandang perlu untuk
melengkapi mereka dengan pengetahuan tentang ilmu keolahragaan yang akan
bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan karier sepakbola.

“Bila siswa SPFA ini memiliki pengetahuan dasar mengenai apa yang
terjadi dengan tubuh mereka bila melakukan aktivitas tertentu, maka diharapkan
semua program latihan yang telah disiapkan akan dikerjakan dengan semangat dan
sepenuh hati,” tegas Anggit.

Terpisah, CEO SPFA, Rudy Eka Priyambada menyambut baik bekal sports
science dari tim FIK UNNES ini. “Kegiatan ini adalah kolaborasi antara SFPA dan
FIK UNNES untuk memberikan bekal lebih pada siswa. Ini sangat positif untuk
siswa agar dapat lebih memahami dan menganalisa untuk perkembangannya kedepan.
Ini juga bisa lebih memotivasi,” ucap Rudy Eka. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Tindak Lanjuti Aspirasi Masyarakat

    DPRD Pati Tindak Lanjuti Aspirasi Masyarakat

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 205
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Kabupaten Pati menegaskan kesediaannya untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait berbagai tuntutan yang disampaikan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Jumat (19/9/2025). Salah satu tuntutan yang menjadi perhatian adalah terkait posisi Bupati Pati, Sudewo, dalam kepengurusan DPP partai. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, menjelaskan bahwa tuntutan agar Sudewo diberhentikan dari kepengurusan DPP […]

  • Komisi B DPRD Pati Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

    Komisi B DPRD Pati Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Pupuk Bersubsidi

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.930
    • 0Komentar

    PATI – Sebagai daerah yang dijuluki Kota Mina Tani dengan panjang garis pantai hingga 60 kilometer, Kabupaten Pati memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor perikanan budidaya. Untuk itu, Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk fokus lebih dalam menggarap sektor ini. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menegaskan […]

  • Ponpes Maslakul Huda Kajen, Berdiri Sebelum Era Kemerdekaan, Lebarkan Sayap Pendidikan

    Ponpes Maslakul Huda Kajen, Berdiri Sebelum Era Kemerdekaan, Lebarkan Sayap Pendidikan

    • calendar_month Sab, 2 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Keberadaan Pesantren Maslakul Huda diperkirakan sudah ada sejak tahun 1910. Dulunya pesantren ini sering disebut dengan nama pesantren polgarut, sebab terletak di daerah yang dikenal dengan sebutan gempol garut di Desa Kajen bagian barat. Pendirinya KH. Mahfudz, ayahanda dari KH. Sahal Mahfudz yang dikenal luas sebagai sang Begawan Fiqih. Namun, pemberian nama Maslakul Huda, menurut […]

  • Head to head Persijap vs Persipa Pati masih imbang sejauh ini di kompetisi resmi Iiga 2.

    Prediksi Derbi Muria : Persipa Lebih Dijagokan Menang

    • calendar_month Jum, 10 Nov 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Head to head Persijap vs Persipa Pati masih imbang sejauh ini di kompetisi resmi Iiga 2.

  • Komisi A DPRD Pati : Terkendala Anggaran Usulan Pos Damkar Mandek

    Komisi A DPRD Pati : Terkendala Anggaran Usulan Pos Damkar Mandek

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.180
    • 0Komentar

    PATI – Harapan masyarakat untuk memiliki pos pemadam kebakaran (damkar) baru di wilayah timur dan utara Kabupaten Pati sepertinya belum bisa terwujud dalam waktu dekat. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Narso, mengakui bahwa usulan pembangunan pos di kawasan eks Kawedanan Tayu dan Jakenan saat ini masih terganjal oleh ketersediaan anggaran. Politisi Fraksi PKS ini […]

  • Sutiyono, Kades Sirahan-Pati Peduli Terhadap Pendidikan

    Sutiyono, Kades Sirahan-Pati Peduli Terhadap Pendidikan

    • calendar_month Sab, 23 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Nama lengkapnya M. Sutiyono, panggilan sehari-harinya Sutiyono. Ia sudah menjadi kepala desa sejak tahun 2014. Tahun itu Sutiyono baru sebagai pelaksana jabatan (PJ). Ia menjadi PJ selama setahun penuh. Lalu kemudian di tahun 2015, ia berhasil menjadi kepala desa secara definitif. Sutiyono menyadari betul keadaan desanya, sebab ia memang putra asli daerah. Bahkan katanya, nenek […]

expand_less