Breaking News
light_mode

Semarak Festival Kajen VII Bedah Sebelas Buku

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 9 Sep 2021
  • visibility 98

Salah satu acara Festival Kajen tahun 2021 ini


PATI – Sekelompok pemuda Desa Kajen, Margoyoso yang tergabung dalam
komunitas budaya Kaneman Kajen Jonggringan (Kanjengan) turut memeriahkan Haul
Waliyullah Syekh Ahmad Mutamakkin. Haul Sang Wali diperingati setiap bulan
Muharram.

 

Kanjengan menggelar serangkaian acara yakni bincang buku, peluncuran
buku, kidungan manuskrip dan ngaji bareng di puncak acara.

 

“Karena pandemi, semua dilaksanakan secara daring melalui kanal youtube
Kanjengan TV. Rangkaiannya selama bulan Muharram/Syuro, atau sepanjang
Agustus-September,” ujar Ahmad Falih Nur Hidayat, Ketua Panitia.

 

Falih mengatakan, sebanyak 11 buku yang diperbincangkan adalah
karya-karya yang berkaitan dengan Mbah Mutamakkin atau pun Desa Kajen.

 

Sementara dua buku yang diluncurkan adalah kajian artefak masjid Kajen
dan riwayat serta perjuangan Mbah Mutamakkin.

 

“Satu buku berbahasa Arab, membedah makna simbolik ornamen Masjid Kajen
yang kaya ajaran dan filosofi. Dan satunya lagi cetakan ulang dari buku pertama
yang membahas cerita tutur dari para sesepuh tentang Mbah Mutamakkin,” jelas
Falih.

 

Di puncak acara, kata Falih, digelar kidungan Teks Pakem Kajen atau
Suluk Alif. Setelah itu ada pengajian daring yang diisi oleh Gus Ulil Abshar
Abdalla.

 

Sementara itu, koordinator Kanjengan Farid Abbad mengatakan, tema
Festival Kajen ke-VII kali ini mengangkat tema “Sangkan Paraning Kajen: Ngaji,
Ngajeni, Kajen.”

 

Harapannya, kata Farid, tema tersebut dapat menjadi ikhtiar bersama
khususnya warga Desa Kajen untuk mengerti asal usul dan tujuan hidupnya.

 

“Ini merupakan hasil kerja-kerja kebudayaan yang dilakukan oleh kaneman
Kajen secara kontinyu.”

 

“Kami telah melakukan penelusuran sejarah, mengumpulkan manuskrip,
diskusi, kajian, dan sesekali anjangsana ke wilayah-wilayah yang ada kaitannya
dengan jejak dakwah Mbah Mutamakkin,” ujar Wakil Pengasuh Ponpes Al-Roudloh
Kajen ini.

 

Farid menjelaskan, ikhtiar tersebut sebagai bentuk komitmen Kanjengan
untuk merawat dan terus melestarikan tradisi kampung halaman.

 

“Mbah Mutamakkin dan Desa Kajen meninggalkan banyak warisan. Sebagai
ahli waris, ibarat diberi sebidang tanah, pilihannya ada dua. Tanah itu dijual,
atau ditanami tumbuh-tumbuhan supaya ngrembaka dan lebih bermanfaat. Kanjengan
memilih yang kedua,” ujar mahasiswa S2 Antropologi UI ini.

 

“Di puncak acara nanti, terkait Sangkan Paran Kajen ini dibahas oleh
Gus Ulil Abshar Abdalla pada Selasa 07 September malam,” imbuhnya. (hus)

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lestari Moerdijat ; Ratu Kalinyamat Pejuang Sejati untuk Negeri

    Lestari Moerdijat ; Ratu Kalinyamat Pejuang Sejati untuk Negeri

    • calendar_month Ming, 6 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 83
    • 0Komentar

      Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menjadi motor penggerak pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional Generasi muda perlu diperkenalkan sosok Ratu Kalinyamat secara utuh. Sebagai pemimpin perempuan yang sangat penting, bahkan pada masa itu berhasil membangun poros maritim nusantara. JEPARA – Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menegaskan, Kanjeng Ratu Kalinyamat bukan mitos. Namun, tokoh […]

  • Angkat Kearifan Lokal dengan Batik

    Angkat Kearifan Lokal dengan Batik

    • calendar_month Jum, 6 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Batik khas produksi dari Kecamatan Winong, cukup diminati banyak pengunjung. Hal itu terlihat dari ramainya stand penjualan di arena upacara pembukaan TMMD di Desa Godo Kecamatan Winong Rabu (4/3/2018). Batik yang berasal dari Desa Winong tersebut, memiliki sisi keunikan yang khas diantara batik lainnya. Tri Widayati, owner Batik Tulis khas Winong […]

  • IPPNU Keling Mulai Latihan Olah Sampah Plastik

    IPPNU Keling Mulai Latihan Olah Sampah Plastik

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Pelatihan oleh PAC IPPNU Keling JEPARA – Pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi bahan bernilai telah digelar PAC IPNU dan IPPNU Keling pada Ahad (16/2/2020) di Gedung Muslimat NU Desa Jlegong. Pelatihan ini dikomandoi Lembaga Konseling Pelajar Putri. Sebanyak 40 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka merupakan para kader-kader pelajar NU yang ada di Kecamatan Keling. […]

  • DPRD Pati: Pengembangan Wisata Perlu Analisa Sektor Unggulan

    DPRD Pati: Pengembangan Wisata Perlu Analisa Sektor Unggulan

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 110
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menekankan perlunya analisis mendalam terhadap potensi wisata unggulan di wilayah tersebut dalam upaya pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Endah Sri Wahyungiati, anggota DPRD Pati dari Partai Golkar. “Pengembangan pariwisata di Kabupaten Pati harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan,” ujarnya. “Pemkab harus menganalisis potensi […]

  • Petualangan di Liga 2 Belum Selesai

    Petualangan di Liga 2 Belum Selesai

    • calendar_month Sab, 2 Des 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Persipa Pati kalah di kandang melawan Gresik United 0-1 di Stadion Joyokusumo Pati (1/12/2023). Langkah menuju babak 12 besar praktis sudah tertutup, namun petualangan di Liga 2 belum selesai.

  • Jepara United Resmi Beridiri, Akankah Menyaingi Persijap Jepara?

    Jepara United Resmi Beridiri, Akankah Menyaingi Persijap Jepara?

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 81
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Sepak bola Jepara dipastikan bakal semakin ramai, kehadiran tim baru Jepara United diperkirakan bakal semakin menghidupkan sepak bola di Kota Ukir ini. Tim Jepara United sudah diresmikan sebagai anggota baru PSSI Jawa Tengah, tim Jepara United ini merupakan bentukan dari Askab PSSI Jepara. Dengan statusnya yang telah diresmikan oleh PSSI Jawa Tengah, hal […]

expand_less