Breaking News
light_mode

Sekolah Cuaca Nelayan Biar Aman Saat Melaut

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 25 Mei 2021
  • visibility 91

 


Para nelayan dibekali pengetahuan tentang cuaca. Harapannya, para
nelayan bisa mengukur bahan bakar dan logistik selama melaut. Dengan adanya
rasa aman, jalur melaut sudah diketahui, mereka bisa mengukur itu dengan baik.

PATI – Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas menggelar Sekolah
Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
2021 Jawa Tengah di Pendopo Kecamatan Juwana, Pati. Kegiatan ini dilakukan
selama dua hari. Mulai Senin-Selasa (24-25/5/2021).

Kegiatan yang disokong Komisi V DPR RI ini mengambil tema “Mewujudkan
Nelayan dengan Hasil Tangkapan Meningkat dan Aman Berbasis Informasi Cuaca”. Deputi
Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan, SLCN dimaksudkan untuk
mengedukasi para nelayan agar bisa memanfaatkan informasi dari BMKG supaya
kinerjanya optimal. Adapun tujuan akhirnya ialah mewujudkan ketahanan pangan
nasional.

Ketahanan pangan adalah program nasional dari pemerintah, baik itu
sumber pangan pertanian maupun dari laut. Di laut ada sumber pangan ikan, dan
budi daya rumput laut yang perlu digiatkan.

Informasi BMKG mestinya dimanfaatkan sektor perikanan dan kelautan,
baik dalam antisipasi cuaca ekstrem maupun untuk mengelola potensi perikanan.

“BMKG mengeluarkan informasi tidak hanya untuk meningkatkan hasil
tangkapan. Tapi juga memberi rasa aman untuk nelayan. Karena itu kami
informasikan di mana ada gelombang tinggi dan cuaca ekstrem,” imbuh Guswanto.

Untuk diketahui SLCN telah diselenggarakan sejak 2016 dan sampai saat
ini sudah memiliki hampir 42 ribu orang alumni. “Feedback nelayan sejauh ini
sangat positif, terutama nelayan besar. Sebab mereka jadi bisa mengukur bahan
bakar dan logistik selama melaut. Dengan adanya rasa aman, jalur melaut sudah
diketahui, mereka bisa mengukur itu dengan baik,” tandas dia.

Sementara, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, Retno
Widyaningsih, menjelaskan bahwa target dalam SLCN ini ialah para nelayan
tangkap.

“Nelayan budi daya, petambak garam juga sudah pernah kami bina.
Harapannya ke depan mereka bisa memanfaatkan informasi cuaca dari BMKG.
Goalnya, kami ingin nelayan sejahtera,” jelas dia.

Di Juwana pun, lanjut Retno, BMKG sudah hadir dengan memasang display
informasi cuaca di Pelabuhan Perikanan Bajomulyo.

“Di display itu terlihat prakiraan cuaca dan gelombang laut untuk satu
minggu ke depan. Mudah dibaca untuk dimanfaatkan nelayan sebelum berangkat
melaut,” jelas dia. (has)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Padang Savana Eksotis di Puncak Tunggangan Desa Tempur

    Padang Savana Eksotis di Puncak Tunggangan Desa Tempur

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Pemandangan Puncak Tunggangan Desa Tempur Keling Jepara/ @arik.sty Puncak Tunggangan sedang mencuri perhatian pecinta alam. Puncak di Pegunungan Muria itu masuk wilayah Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Medan terjal dengan pemandangan savana padang rumput menjadi daya tarik kawasan yang pernah mengalami kebakaran hebat tersebut. Muhamad Arik BudiPrasetyo berjalan pelan dan hati-hati. Menyusuri jalanan setapak […]

  • Sejarah Sosrokartono, Kakak Kartini yang Jenius

    Sejarah Sosrokartono, Kakak Kartini yang Jenius

    • calendar_month Jum, 23 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Tidak banyak yang mengetahui sejarah Sosrokartono. Ceritanya kehebatannya banyak tenggelam. Padahal banyak nilai-nilai positif yang bisa menjadi pembelajaran bagi generasi bangsa hari ini.  Kartono, nama lengkapnya RM. Panji Sosrokartono. Lahir tahun 1877. Kakak kandung RA. Kartini. Dia adalah sosok terpelajar Jawa. Pada tahun1898 Kartono adalah seorang ‘pribumi’ pertama yang kuliah di luar Hindia – Belanda. […]

  • Peluncuran Buku “Bukan Kartini”: Refleksi Kegelisahan Perempuan Masa Kini

    Peluncuran Buku “Bukan Kartini”: Refleksi Kegelisahan Perempuan Masa Kini

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 106
    • 0Komentar

    JEPARA – Suasana hangat dan penuh antusias mewarnai peluncuran buku “Bukan Kartini”, kumpulan esai karya Septiana Wibowo, di Gedung Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara, Sabtu (25/5/2025). Acara yang dihelat Komunitas Eks Prajabatan 2024 ini dihadiri para guru muda generasi Z, pegiat literasi, akademisi, dan tokoh sastra. Buku terbitan Ini Ibu Budi Publishing ini menyoroti […]

  • Karena Kita Sendiri yang Menyuburkan Korupsi

    Karena Kita Sendiri yang Menyuburkan Korupsi

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Suatu pagi di beranda facebook, seorang teman yang saya kenal sebagai budayawan Kota Jepara menulis status yang mendadak menyentak nurani. Statusnya pagi itu berbunyi. “Munafik, kita benci korupsi tapi tidak menolak politik uang”. Dalam statusnya tersebut, teman saya itu secara terang mengajak kita untuk menolak politik uang di segala pesta demokrasi. Dari pemilihan kepala desa, […]

  • Kisah Pj Bupati Jepara Ternyata Masih Keturunan Citrosomo VI

    Kisah Pj Bupati Jepara Ternyata Masih Keturunan Citrosomo VI

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Kunjungan perwakilan keluarga Citrosomo di Pendopo Jepara/ DISKOMINFO JEPARA Siapa sangka Edy Supriyanta ternyata masih memiliki darah keturunan dari Citrosomo, leluhur yang memimpin Jepara di tahun 1800-an.   JEPARA – Edy Supriyanta yang saat menjabat sebagai Pj Bupati Jepara ternyata masih memiliki garis keturunan dengan Citrosomo. Hal ini terungkap saat perwakilan keluarga Citrosomo mendatangi pendopo Kabupaten […]

  • DPRD Pati Apresiasi Sukses Panen 10 Ton Per Hektar di Desa Mangunrekso

    DPRD Pati Apresiasi Sukses Panen 10 Ton Per Hektar di Desa Mangunrekso

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 120
    • 0Komentar

    PATI – Program “10 Ton per Hektar” yang digagas Bupati Pati, Sudewo, terus digencarkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Namun, program ini menghadapi tantangan di wilayah selatan Pati, khususnya di lahan sawah tadah hujan seperti di Kecamatan Tambakromo. Kondisi tanah yang kurang subur dan ketergantungan pada air hujan menjadi kendala utama. Anggota Komisi […]

expand_less