Breaking News
light_mode

Promosikan Potensi Pati, Mahasiswa Ipmafa Ciptakan Maket Wisata Alam

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 26 Jan 2019
  • visibility 551
Salah satu karya maket wisata alam

PATI
– Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Pesantren mathaliul Falah
(Ipmafa) Pati berlomba membuat maket wisata-wisata yang ada di Pati dan daerah
sekitarnya. Melalui maket wisata itu, anak-anak muda ini mencoba ikut
mempromosikan potensi yang ada di Bumi Mina Tani ini.
Terhitung
ada lima maket miniatur kawasan obyek wisata yang dibuat para mahasiswa ini.
seperti wisata alam, kawasan Sungai Gulang Pongge di Gunungwungkal, kebun warung
bambu di Desa Sekar Gunungwungkal, Wisata Pantai Mangrove di Desa Kertomulyo,
dan juga obyek wisata di sekitar Pati, seperti Wisata Gunung Muria, Natas Angin
Desa Rahtawu Kudus dan wisata Pantai Wates di Rembang.
Ana
Lutfiana salah satu mahasiswa yang membuat maket wisata tersebut mengungkapkan,
sebelum membuat maket ini mereka harus mengadakan proses observasi sekitar
sebulan lalu di beberapa tempat.
Mereka
melakukan observasi di daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi
destinasi ekowisata,  atau tempat wisata
yang sudah ada namun kurang  terkelola
dengan maksimal.
Para mahasiswa memamerkan karya mereka
Zuli
Rizal, dosen pembimbing proyek maket wisata tersebut menjadi bagian tugas dari
mata kuliah Tata Artistik yang diampunya. Melalui tugas tersebut, mahasiswa
dilatih untuk peka terhadap permasalahan sekitar. Dan mampu memberi solusi
secara kreatif.
”Mereka
diarahkan mengamati, bahwa daerah Pati sebenarnya memiliki wisata alam yang
sangat indah dan menarik, namun juga tak sedikit dari potensi alam tersebut
belum tersentuh oleh pihak pemerintah maupun lembaga masyarakat setempat.
Sangat disayangkan sekali jika potensi-potensi ini hanya dibiarkan begitu saja
tanpa ada upaya untuk mengembangkan menjadi kawasan wisata sekaligus
konservasi, juga tempat sarana edukasi dan dapat jadi  sumber ekonomi kreatif masyarakat,” kata
alumni ISI Yogyakarta ini.
 Khususnya, lanjut Zuli Rizal, warga desa yang
selama ini kebanyakan hanya mengandalkan sumber ekonomi dari hasil pertanian
konvensional, harapannya dengan maket ini dapat menjadi inspirasi konsep
kawasan wisata. ”Tidak hanya bagi warga sekitar, tetapi bagi pemerintah juga
dan pelaku wisata untuk dapat membuat konsep kawasan wisata yang tertata
artistik yang terbranding dengan baik, yang mengedepankan aspek konservasi
alam, edukasi dan kenyamanan wisatawan,” papar pria yang pernah menjadi finalis
duta wisata Kabupaten Pati ini.
Tugas
membuat maket ini juga mengasah daya kreatif dan inovatif mahasiswa, kata Zuli
Rizal, bahan maket menggunakan bahan sederhana seperti stereofom. Ada juga yang
menggunakan bahan semen, kertas duplek, dan bahan daur ulang lainnya sperti
daun yang dikeringkan. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR-RI Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Upah Minimum Gunakan Nilai Tertinggi

    DPR-RI Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Upah Minimum Gunakan Nilai Tertinggi

    • calendar_month Kam, 8 Okt 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 103.005
    • 0Komentar

    JAKARTA – DPR RI resmi mengesahkan Undang-Undang tentang Pelindungan Ketenagakerjaan pada Selasa (6/10). Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyebut perubahan mekanisme penetapan upah minimum menjadi salah satu poin penting dalam regulasi baru tersebut. Menurut Edy, aturan tersebut memberikan ruang bagi penggunaan dua pendekatan dalam menentukan upah minimum, yakni berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) […]

  • Anggota Komisi B DPRD Pati : Luas Tambah Tanam Dorong Peningkatan Kualitas dan Kuantitas

    Anggota Komisi B DPRD Pati : Luas Tambah Tanam Dorong Peningkatan Kualitas dan Kuantitas

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.245
    • 0Komentar

    PATI – Target Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Pati tahun 2026 diproyeksikan mengalami kenaikan signifikan. Pemerintah daerah menargetkan capaian LTT tahun ini mencapai 119 ribu hektare, meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Target tersebut merupakan amanat yang diturunkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada Pemerintah Kabupaten Pati. Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, menilai […]

  • Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2024 di MA Salafiyah Kajen Pati Berlangsung Khidmat

    Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2024 di MA Salafiyah Kajen Pati Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 295
    • 0Komentar

    PATI – Madrasah Aliyah Salafiyah Kajen Pati menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri Nasional 2024 dengan khidmat di halaman Madrasah pada Selasa pagi (22/20/2024). Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh seluruh peserta didik, tenaga pendidik, dan kependidikan MA Salafiyah Kajen. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala Madrasah, Masrukhan, M.Pd. Seluruh peserta upacara mengenakan […]

  • Muntamah: Pemeriksaan Rutin di Posyandu Penting untuk Mencegah Stunting

    Muntamah: Pemeriksaan Rutin di Posyandu Penting untuk Mencegah Stunting

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 309
    • 0Komentar

    PATI – Muntamah, anggota DPRD Kabupaten Pati, mengimbau orang tua untuk secara rutin memantau perkembangan anak-anak mereka. Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi D tersebut saat menekankan pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang anak di posyandu secara berkala. Muntamah menjelaskan bahwa langkah ini sangat penting untuk mencegah stunting. Menurutnya, posyandu merupakan salah satu saluran efektif untuk melakukan […]

  • Bupati Pati : Adanya Re-grouping SD Jadi Patokan Keberhasilan KB

    Bupati Pati : Adanya Re-grouping SD Jadi Patokan Keberhasilan KB

    • calendar_month Rab, 14 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto   PATI – Bupati Haryanto mengklaim pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui program KB di Kabupaten Pati, sangat terasa keberhasilannya. Hal itu terbukti dari banyaknya SD yang melakukan re-grouping dalam beberapa tahun terakhir. ”Penurunan jumlah penduduk di Kabupaten Pati sangat terasa dan terlihat dengan adanya re-grouping SD. Dulu jumlah SD mencapai ribuan, kini turun […]

  • Diklat SDM KDMP Digelar, Bupati Pati Harapkan Dampak Nyata Bagi Ekonomi Desa

    Diklat SDM KDMP Digelar, Bupati Pati Harapkan Dampak Nyata Bagi Ekonomi Desa

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 885
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menghadiri pengarahan Diklat Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digelar di Muria Ballroom, Hotel Safin, Senin (17/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai desa dan merupakan bagian dari rangkaian pelatihan resmi yang disiapkan pemerintah. Sudewo menyampaikan bahwa pelatihan peningkatan SDM KDMP dilaksanakan dalam […]

expand_less