Breaking News
light_mode

Penyandang Disabilitas Jepara Difasilitasi Pembuatan SIM D

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 6 Des 2021
  • visibility 96

 

Penyandang disabilitas di Jepara saat membuat SIM D di Mapolres Jepara

JEPARA – Sebanyak 6
orang anggota Komunitas Motor Difabel Jepara 
(KMDJ) dan 6 orang pendamping dari keluarga penyandang difabel
difasilitasi untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) D khusus difabel dan
SIM C untuk mobilitas dan aksebilitas.

“Kegiatan ini
dilaksanakan untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada
jum’at 3 Desember 2021”, kata Zakariya Anshori, pembina KMDJ kepada
Lingkar Muria.

Lebih lanjut ia mengatakan
pembuatan SIM D ini sudah dilakukan 3 kali oleh KMDJ. Pertama kali saat
menjelang touring HDI 2020, lalu pada peringatan Hari Ibu 22 Desember 2020 dan
kali ini dalam rangka HDI 2021.

“Pelaksanaan pembuatan
SIM D ini merupakan salah upaya untuk memenuhi hak aksesibilitas dalam
Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Peraturan
Daerah Nomor 7 Tahun 2019  tentang
Penyandang Disabilitas juga”, kata Zakariya yang juga menjadi pembina
DPC  Perkumpulan Penyandang Disabilitas
Indonesia (PPDI) Kabupaten Jepara.

Sebenarnya KMDJ masih berharap
agar setelah terbit Perda nomor 7 tahun 2019 segera disusul Peraturan Bupati
sebagai implementasi Perda tersebut. Dengan demikian perlindungan, penghargaan
dan pemenuhan hak penyandang disabilitas sebagaimana amanat peraturan
pemerintah (PP) bisa diwujudkan setahap demi setahap.

“Hak-hak dasar
penyandang difabel seperti hak pendataan kependudukan, hak kesetaraan, hak
pendidikan, hak aksebilitas dan hak memperoleh pekerjaan bisa diperjuangkan
bersama-sama”, lanjut Zakariya.

Sementara itu, Ratna Pujiarti,
penyandang tuna daksa asal Kecamatan Mlonggo 
menyambut baik upaya yang dilakukan KMDJ.

“Awalnya kami takut
untuk ikut kegiatan pembuatan SIM D, namun dukungan dari teman-teman KMDJ
membuat kami semangat dan berani”, kata Ratna.

Dengan mengendarai motor
difabel roda tiga, Ratna mengikuti ujian praktek SIM D.

“Alhamdulillah, kami
diberikan kemudahan-kemudahan. Terima kasih pak Kapolres, Pak Kasatlantas, pada
akhirnya kami mempunyai SIM D”, kata Ratna.

Lain lagi dengan Sarimin,
ayah 2 orang anak penyandang paraplegia asal Kancilan Kembang ini sudah lama
ingin mempunyai SIM D.

“Sejak saya mengalami
kecelakaan kerja dan mengalami 
kelumpuhan, saya sangat berharap mempunyai motor difabel yang dirancang
khusus untuk pengguna kursi roda. Alhamdulillah, saat ini saya sudah punya
motor difabel dan dilengkapi SIM D”, ujar Sarimin mantap.

Hal senada disampaikan
Masruhan, penyandang paraplegia asal Desa Slagi Kecamatan Pakisaji.

Perajin ukiran khusus
sangkar burung ini merasa beruntung bisa ikut membuat SIM D.

“Walaupun saya belum
punya motor difabel sendiri, berkat bantuan dan dukungan teman-teman KMDJ saya
bisa ikut ujian praktek SIM D”, kata Masruhan.

“Semoga setelah
mempunyai SIM D, saya bisa menabung untuk membeli motor difabel yang dirancang
khusus bagi pengguna kursi roda atau yang biasa disebut motor
transformer”, ujar Masruhan. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembentukan Kecamatan Berdaya di Jateng Diakselerasi

    Pembentukan Kecamatan Berdaya di Jateng Diakselerasi

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 85
    • 0Komentar

    PATI – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan percepatan pembentukan Kecamatan Berdaya di seluruh kabupaten/kota terus digencarkan. Beberapa daerah bahkan telah berinisiatif mengajukan pembentukan dan peresmian Kecamatan Berdaya. “Sudah (bertambah), tinggal meresmikan. Ini berlomba-lomba. SOP-nya baru kita susun tapi kalau sudah ya kita semarakkan,” ujar Gubernur Luthfi saat berada di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (8/5/2025) […]

  • Bidan Jepara Bersatu Tekan Kasus Stunting

    Bidan Jepara Bersatu Tekan Kasus Stunting

    • calendar_month Jum, 1 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Para bidan di Jepara berkumpul. JEPARA – Para bidan desa di Kabupaten Jepara menyatakan komitmen bersama dalam penanganan anak balita tengkes atau stunting. Targetnya bisa nol kasus pada tahun 2024. Prevalensi tengkes yang ada kini tinggal menyisakan 7,9 persen. Penggalangan komitmen bidan-bidan desa itu berlangsung di aula kantor Jepara Nursing Center, Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, […]

  • Timbulkan Bau Menyengat, Tempat Sampah Dikeluhkan

    Timbulkan Bau Menyengat, Tempat Sampah Dikeluhkan

    • calendar_month Sen, 26 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Keberadaan tempat pembuangan sampah yang berada di sebelah GOR Pati dan deretan kios buah dikeluhkan. Munculnya keluhan itu lantaran baunya yang menyengat. Terutama saat ada angin berhembus, bau tak sedap langsung terendus. Solikhin, 46, salah seorang warga yang mengeluhkan bau tempat sampah itu mengemukakan, dirinya sudah kerap mencium bau tak sedap […]

  • Jalan Berliku Menuju Air Terjun Desa Papasan

    Jalan Berliku Menuju Air Terjun Desa Papasan

    • calendar_month Sab, 28 Nov 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Pemandangan Air Terjun Gembong yang masih jarang dijamah pengunjung Ada tiga air terjun di Desa Papasan Kecamatan Bangsri, Jepara. Salah satunya adalah Air Terjun Gembong 2. Deni Arfian, seorang videografer petualang akan berbagi cerita keseruannya mengunjungi tempat yang masih tersembunyi ini.  Laki-laki yang hobi berpetualang itu bernama Deni Arfian. Warga Desa Suwawal Timur Kecamatan Pakis […]

  • Akhlak dan Perubahan Peradaban Pasca Pandemi

    Akhlak dan Perubahan Peradaban Pasca Pandemi

    • calendar_month Ming, 22 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Ngaji budaya Suluk Maleman Akhirnya setelah 26 bulan digelar secara live streaming, Ngaji NgAllah Suluk Maleman akhirnya bisa kembali digelar secara tatap muka. Hal itu bisa dilakukan setelah kasus Covid-19 kian melandai, sehingga pembatasan kegiatan yang merupakan dampak pandemi juga dilonggarkan. Dalam pengajian yang diselenggarakan pada Sabtu (21/5/2022) tersebut , Anis Sholeh Ba’asyin mengingatkan tentang […]

  • Berkah Ramadan, Orderan Ukiran Kaligrafi Jepara Naik 70 Persen

    Berkah Ramadan, Orderan Ukiran Kaligrafi Jepara Naik 70 Persen

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Selain ukiran relief, Jepara juga terkenal dengan hasil karyanya berupa ukiran kaligrafi. Kaligrafi karya masyarakat Jepara pun telah menjelajahi pasar-pasar besar dunia. Di bulan Ramadhan seperti ini, orderan kaligrafi meningkat drastis dari bulan-bulan biasa. Dilansir dari Medcom.id, Ali Ahmad, salah satu perajin seni ukir kaligrafi dan relief membenarkan adanya peningkatan order pada bulan Ramadhan. Bahkan, […]

expand_less