Breaking News
light_mode

Peluncuran Buku “Bukan Kartini”: Refleksi Kegelisahan Perempuan Masa Kini

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
  • visibility 302

JEPARA – Suasana hangat dan penuh antusias mewarnai peluncuran buku “Bukan Kartini”, kumpulan esai karya Septiana Wibowo, di Gedung Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara, Sabtu (25/5/2025).

Acara yang dihelat Komunitas Eks Prajabatan 2024 ini dihadiri para guru muda generasi Z, pegiat literasi, akademisi, dan tokoh sastra.

Buku terbitan Ini Ibu Budi Publishing ini menyoroti isu perempuan, pendidikan, dan dinamika sosial dari perspektif personal dan kritis.

Dalam diskusi panel, sastrawan dan penerbit Asa Jatmiko menyebut “Bukan Kartini” sebagai refleksi jujur atas kegelisahan penulis terhadap fenomena zaman, mulai dari konsumerisme hingga minimnya ruang belajar bagi perempuan.

“Sebagai penerbit, saya langsung tertarik menerbitkan naskah ini setelah membaca draf pertamanya,” ujarnya.

Hendira Ayudia, peneliti dan aktivis literasi yang menulis pengantar buku, menyebut karya Septiana sebagai cermin perjalanan perempuan hari ini.

“Melalui narasi pribadi dan catatan sosialnya, penulis mengajak kita memahami bagaimana perempuan dapat tumbuh dengan sikap kritis, ideal, dan berintegritas,” ungkapnya.

Septiana sendiri menjelaskan bahwa judul “Bukan Kartini” bukan penolakan terhadap R.A. Kartini, melainkan representasi pemikiran perempuan masa kini dalam konteks sosial dan teknologi yang berbeda.

“Saya menulis tentang perempuan ideal menurut saya, perempuan yang bijak menyikapi teknologi, pendidikan, dan hubungan sosial,” katanya.

Ramantyan Sarjono, seniman dan pendiri Yayasan Jungpara, mengapresiasi karya baru dari penulis muda Jepara.

“Senang rasanya Jepara semakin kaya dengan karya literasi. Harapannya akan semakin banyak guru-guru muda yang ikut menulis dan menyuarakan keresahannya,” ujarnya.

Upik Setyawan, pengawas sekolah dan tokoh pendidikan, menutup acara dengan mengajak para guru untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

“Literasi adalah fondasi pendidikan masa depan. Guru harus jadi pelopor pembelajaran berbasis teknologi dan informasi,” pesannya.

Acara dimeriahkan oleh pertunjukan seni “Dialog Literasi: Generasi Literat”, menampilkan grup musik akustik dari SMP Negeri 6 Jepara, pertunjukan kentrung, dan musikalisasi puisi.

Editor: arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Muslihan Minta Kades Aktif Ciptakan Suasana Damai di Pilkada 2024

    Anggota DPRD Pati Muslihan Minta Kades Aktif Ciptakan Suasana Damai di Pilkada 2024

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI – Demi menjaga keamanan dan ketertiban selama Pilkada 2024, DPRD Kabupaten Pati, melalui anggota Muslihan, menyerukan kepada seluruh Kepala Desa dan Lurah di wilayah tersebut untuk berperan aktif dalam menciptakan suasana damai. Muslihan menekankan pentingnya netralitas aparatur desa dalam Pilkada. Hal ini disampaikan dalam penyuluhan hukum yang diadakan di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (17/10/2024). […]

  • Kemenangan Perdana Persipa Pati di Liga 2! Laskar Saridin Bungkam PSIM Yogyakarta

    Kemenangan Perdana Persipa Pati di Liga 2! Laskar Saridin Bungkam PSIM Yogyakarta

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 281
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati akhirnya memetik kemenangan perdana di Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025. Laskar Saridin sukses menaklukkan tamunya, PSIM Yogyakarta, dengan skor telak 3-1 dalam pertandingan tanpa penonton di Stadion Joyokusumo, Kamis (26/9/2024). Persipa Pati tampil dominan sejak awal pertandingan. Mereka langsung unggul 3-0 di babak pertama melalui gol-gol dari Mirkomil Lokaev (menit 23), […]

  • Wajah Taman Gondang Manis dan Potret Keasrian Lingkungan

    Wajah Taman Gondang Manis dan Potret Keasrian Lingkungan

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 364
    • 0Komentar

    KUDUS – Suara cericit burung sayup-sayup masih terdengar jelas, diikuti dengan aneka kupu-kupu kecil yang berterbangan bebas kesana-kemari diantara sederet tanaman hias yang menghampar. Taman bernama Gondang manis, yang beralamat di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus ini menampilkan sebuah wajah taman kota yang asri dan juga menyejukkan. Di taman yang berada tepat di Jalan […]

  • Anggota DPRD Pati Muntamah : Orang Tua Berperan Penting Tanamkan Ajaran Agama Sejak Dini

    Anggota DPRD Pati Muntamah : Orang Tua Berperan Penting Tanamkan Ajaran Agama Sejak Dini

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 305
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Muntamah, menekankan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya terbatas pada pelajaran agama di sekolah, tetapi juga harus ditanamkan oleh orang tua sejak dini. “Selain sekolah, orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan ajaran agama sejak dini. Sehingga anak memiliki akhlak yang baik untuk menunjang […]

  • Sekda Jawa Tengah mendukung iniasiasi perda kedauIatan pangan yang digagas DPRD Jawa Tengah Komisi B.

    Perda Kedaulatan Pangan untuk Kemandirian Pangan Jawa Tengah

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Sekda Jawa Tengah mendukung iniasiasi perda kedauIatan pangan yang digagas DPRD Jawa Tengah Komisi B, diharapkan Jawa Tengah semakin mandiri pangan.

  • DPRD Pati Akan Kaji Kebijakan Sekolah Lima Hari

    DPRD Pati Akan Kaji Kebijakan Sekolah Lima Hari

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 387
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan akan mengkaji kebijakan sekolah lima hari yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Pati mulai tahun ajaran 2025/2026. DPRD Pati belum mengetahui manfaat kebijakan tersebut bagi siswa. “Kita kaji dulu, apakah itu bermanfaat atau tidak (untuk anak-anak),” ujar Teguh. Kebijakan sekolah lima hari ini berlaku untuk […]

expand_less