Breaking News
light_mode

Nyamuk Merebak di Desa Dadirejo, Warga Sindir Desanya sebagai Wisata Nyamuk

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 28 Jul 2018
  • visibility 115

 Spanduk bertuliskan wisata sejuta nyamuk terpasang di Desa Dadirejo Kecamatan Margorejo kemarin.
PATI – Warga Desa Dadirejo Kecamatan Margorejo geram. Hal itu lantaran
desanya yang diserbu nyamuk akibat limbah di sungai yang menumpuk. Wargapun
menyindir dengan memasang spanduk bertuliskan “Desa Wisata Sejuta Nyamuk”.
Ada beberapa sudut yang dipasang
spanduk desa wisata nyamuk. Seperti di gapura gang. Bahkan ada juga spanduk
bertuliskan jualan bibit nyamuk.
Heri, salah satu warga Desa
Dadirejo mengungkapkan, kurang lebih sudah sepekan nyamuk mewabah di desanya.
Namun, menurutnya penanganan terhadap nyamuk dinilai masih kurang.
”Foging sudah dilakukan. Namun
masih kurang. Hanya selokan-selokan dan depan rumah-rumah warga yang disemprot,
dan penyemprotan di sungai yang menjadi sumber jentik-jentik nyamuk kurang
mendapat perhatian,” paparnya.
Lanjutnya, pihaknya ingin supaya
pemerintah desa agar tanggap, dan jangan menyepelekan. Sebelum jatuhnya korban
akibat gigitan nyamuk. Menurutnya, wabah nyamuk ini cukup mengganggu,
gigitannya terasa gatal. Nyamuknya pun besar-besar dan hitam.
Limbah perusahaan jadi kambing hitam
Pj Kepala Desa Dadirejo, Sularso
mengungkapkan, wilayah yang dipimpinnya memang sedang terkena wabah serbuan
nyamuk. Hal itu diakuinya terjadi lantaran adanya beberapa tempat usaha seperti
usaha pembuatan tahu, dan rumah jagal yang membuang limbahnya ke sungai.
Sialnya, sungai saat musim kemarau airnya
surut. Hal itu menimbulkan genangan-genangan yang akibatnya menjadi tempat
bertelurnya nyamuk, yang pada akhirnya menyebar menyerang warga. Ada tiga dukuh
yang sangat terdampak serbuan nyamuk tersebut. Dukuh Prakitan, menjadi salah
satu yang paling terdampak.
”Memang berbagai upaya telah kami
lakukan. Seperti foging, dan juga ada upaya pengurukan di sungai. Namun belum
begitu membantu dan menangani masalah ini,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait limbah yang
ditimbulkan perusahaan tersebut, Sularso mengaku sudah ada niat baik dari
mereka. ”Mereka ada paguyubannya. Mereka telah melakukan penyemprotan, namun
belum juga terlihat hasilnya. Harus dilakukan intens,” imbuhnya. Sampai saat
ini memang nyamuk-nyamuk ini sangat mengganggu aktivitas warga, mesikupun belum
menimbulkan korban.
”Kalau menjelang maghrib dan pagi
hari, nyamuk sangat banyak. Saat berada di luar pasti langsung dikerubungi,”
pungkas pria yang juga menjadi sekretaris desa ini. (mil)   

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Damai dan Doa Bersama Digelar di Pati, Masyarakat Diimbau Jaga Kondusivitas

    Aksi Damai dan Doa Bersama Digelar di Pati, Masyarakat Diimbau Jaga Kondusivitas

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102
    • 0Komentar

    PATI – Berbagai elemen masyarakat Pati menggelar aksi damai yang diisi dengan doa bersama di halaman Pendopo Kabupaten Pati pada Minggu (31/8/2025) malam. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa, anggota kepolisian, TNI, pengemudi ojek online (ojol), warga Pati, serta anggota DPRD Pati, Danu Ikhsan. Aksi ini merupakan respons terhadap gejolak massa yang terjadi baru-baru ini. Selain […]

  • Tilik Pasar Rakyat Jekulo Bupati Hartopo Dukung Pelaku UMKM

    Tilik Pasar Rakyat Jekulo Bupati Hartopo Dukung Pelaku UMKM

    • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 103
    • 0Komentar

       Bupati Kudus Hartopo meninjau pameran UMKM di Jekulo UMKM lokal Kudus terus mendapat perhatian serius dari Bupati Hartopo. UMKM diharapkan terus menggali potensi lokalnya. KUDUS – Bupati Kudus Hartopo mengunjungi pelaksanaan Pasar Rakyat Jekulo, Sabtu (12/11/2022) malam di Lapangan Desa Klaling, Jekulo. Hartopo meninjau setiap stand UMKM yang mengikuti pameran tersebut. Bupati Hartopo menyambangi […]

  • Polres Jepara Gelar Ujian Beladiri Polri Bekal Tugas di Lapangan

    Polres Jepara Gelar Ujian Beladiri Polri Bekal Tugas di Lapangan

    • calendar_month Jum, 26 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

      Ujian beladiri polri di Polres Jepara  Beladiri Polri adalah kemampuan anggota Polri dalam mempertahankan diri dari serangan pihak lain. Kemampuan ini wajib dimiliki untuk menunjang tugas di lapangan. JEPARA – Selama tiga hari, Polres Jepara Polda Jateng menggelar kegiatan Ujian Beladiri Polri periodik semester dua.  Ujian yang dilaksanakan di halaman apel Mapolres Jepara, hari […]

  • Wakil Bupati Kudus Belinda saat mengunjungi pengungsi di Gulang.

    Jumlah Pengungsi di Kudus Capai 2.158 Jiwa, Terbanyak di Aula DPRD

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 1.533
    • 0Komentar

    KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus merilis pembaruan data pengungsi yang terdampak bencana. Berdasarkan update terbaru, total jumlah pengungsi mencapai 2.158 jiwa yang tersebar di sejumlah posko dan balai desa. Dari data yang dirilis per 17 Januari 2026, lokasi dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Aula DPRD Kudus dengan 905 jiwa dari 360 kepala keluarga. Di […]

  • Potensi Agro Wisata Desa Terban Terhambat Jalan Rusak

    Potensi Agro Wisata Desa Terban Terhambat Jalan Rusak

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 201
    • 0Komentar

    KUDUS – Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, tengah bertransformasi menjadi kawasan agro-wisata yang menjanjikan. Program penghijauan yang dimulai sejak tahun 2020 telah membuahkan hasil berupa kebun buah-buahan yang subur dan produktif. Namun, kemajuan ini terhambat oleh kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan. Kepala Desa Terban, Supeno, mengungkapkan bahwa berbagai jenis tanaman buah seperti mangga, alpukat, […]

  • Banjir di Kayen Jadi Sorotan DPRD Pati, Drainase Buruk Jadi Penyebab Utama

    Banjir di Kayen Jadi Sorotan DPRD Pati, Drainase Buruk Jadi Penyebab Utama

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 122
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi C DPRD Pati, Suyono, menyoroti masalah drainase di wilayah Kayen yang dinilai menjadi penyebab utama banjir. Ia menyebut bahwa kurangnya drainase, terutama di depan rumah sakit, menyebabkan air mengendap dan memicu banjir. “Kalau masalah banjir itu sudah langganan tapi kalau kita lihat, di Kayen itu kan kurangnya drainase. Untuk pembangunan drainase […]

expand_less