Breaking News
light_mode

Motor vs Motor, Satu Meregang Nyawa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 2 Apr 2018
  • visibility 184

Lingkar Muria, PATI – Kejadian kecelakaan lalu lintas kembali terjadi.
Pagi kemarin (2/3/2018) kecelakaan melibatkan dua pengendara sepeda motor di Jalan Raya
Tayu – Jepara turut Dukuh Bendokaton Desa Purwokerto Kecamatan Tayu. Dalam peristiwa itu, satu pengendara
tewas saat sampai di rumah sakit
Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti
melalui Kapolsek Tayu AKP Sayadi menuturkan, kejadiaan nahas itu bermula saat pengendara
sepeda motor bernomor polisi H 5681 CH, berjalan dari arah barat ke timur
dengan kecepatan sedang. Kemudian sepeda motor bernomor polisi K 6210 PG
berjalan dari arah yang sama. Namun dengan kecepatan yang tinggi.
”Namun sesampainya di tempat
kejadian perkara (TKP), sepeda motor bernomor polisi H 5681 CH mendadak belok
ke kanan, namun karena jarak sudah dekat, pengendara sepeda motor bernomor
polisi K 6210 PG tak mampu menghindari, lalu terjadilah kecelakaan di situ,”
papar AKP Sayadi.
Korban meninggal dunia atas nama
Nurhadi, 60, pengendara sepeda motor bernomor polisi H 5681 CH. Dia mengalami
robek pada kepala bagian belakang, dan juga lecet di bagian tangan kanan.
Sementara sepeda motor bernomor
polisi K 6210 PG, atas nama Latifur Rahman, 17, mengalami luka lecet.
”Kejadian ini murni karena kurang
berhati-hatinya pengendara sepeda motor yang belok ke kanan secara mendadak.
Untuk itu para pengendara dihimbau untuk selalu hati-hati dan waspada saat
berkendara di jalan raya,” pesan AKP Sayadi.
Nur Hamid, 35, salah satu
pengendara yang lewat mengemukakan, di Jalan Raya Tayu – Jepara tersebut sering
terjadi kecelakaan. Bahkan menurutnya, sampai kecelakaan pagi kemarin sudah
tiga kali terjadi kecelakaan selama tiga pekan.
”Saya kebetulan sering lewat jalan
ini, karena saya bekerja di Tayu, saya ingat dua pekan lalu juga terjadi
kecelakaan di jalanan ini,” jelasnya. (has)    

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Betah Mondok karena Berfaedah

    Betah Mondok karena Berfaedah

    • calendar_month Sab, 10 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Siti Nilna Munaliza tak seperti kebanyakan anak muda zaman now yang gemar kebebasan dunia luar. Gadis kelahiran Pati, 7 Desember 1999 ini malah suka sekali dengan dunia pondok pesantren. Bahkan kehidupannya banyak dihabiskan untuk ngaji di pondok pesantren. Padahal, Nilna sempat berhenti tak nyantri di pondok pesantren saat mulai kuliah di IAIN Kudus. Namun saat memutuskan […]

  • Ekspresikan Kelembutan Hati Dengan Menari

    Ekspresikan Kelembutan Hati Dengan Menari

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Almayda Fyandani Gadis kelahiran Pati 22 Oktober 2000 ini mengatakan, menari bukan hanya sebuah budaya dan kesenian belaka. Almayda menganggap, tari adalah sebuah penggambaran karakter seseorang. Menari baginya, dapat memunculkan ekspresi kelembutan hati. Kelembutan hati ini sangat cocok dengan karakter seorang perempuan. Terlebih dalam tarian Jawa yang punya gerakan halus yang sangat memikat. Almayda mulai […]

  • PWI Kudus Apresiasi Pelayanan dan Keterbukaan Informasi Publik

    PWI Kudus Apresiasi Pelayanan dan Keterbukaan Informasi Publik

    • calendar_month Sel, 6 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Para penerima penghargaan PWI Kudus KUDUS – PWI Kabupaten Kudus memberikan apresiasi khusus kepada sepuluh OPD, lembaga, instansi pemerintah dan swasta, termasuk pelaku wisata yang dinilai telah memberikan pelayanan terbaik dalam pelayanan keterbukaan informasi publik. PWI Kudus Award diberikan berbarengan dengan Sosialisasi UU Pers dan Literasi Media, Kamis (1/12/2022). Keterbukaan informasi publik menjadi tuntutan saat […]

  • Lawan Rasa Takut dengan Belajar

    Lawan Rasa Takut dengan Belajar

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Quinta Fitri Maulani Quinta/DOKUMEN PRIBADI Kebanyakan rasa takut terhadap sesuatu mesti dihindari. Sepeti takut dalam hal pelajaran, namun berbeda dengan Quinta Fitri Maulani. Perempuan kelahiran Pati, 3 Mei 1996 ini mengaku, dulunya saat sekolah ia tak bisa dan cenderung takut terhadap Bahasa Inggris, maka dari itu perempuan yang tinggal di Dosoman Pati ini memilih melawan […]

  • Gongcik:  Lebih dari Sekadar Seni Bela Diri, Sebuah Warisan Budaya

    Gongcik: Lebih dari Sekadar Seni Bela Diri, Sebuah Warisan Budaya

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 223
    • 0Komentar

    PATI – Kesenian bela diri Gongcik, yang pernah masyhur di Kabupaten Pati, kini mulai meredup. Namun, upaya pelestarian terus dilakukan, salah satunya melalui pertunjukan yang melibatkan berbagai generasi. Warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, misalnya, masih aktif melestarikan Gongcik secara turun-temurun. “Seperti menjelang bulan Syuro ini kami mengadakan pertunjukan Gongcik dari berbagai lintas generasi, mulai dari […]

  • DPRD Pati Sorot 340 Koperasi Tidak Aktif, Cari Solusi Pembenahan

    DPRD Pati Sorot 340 Koperasi Tidak Aktif, Cari Solusi Pembenahan

    • calendar_month Kam, 24 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 154
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B DPRD Kabupaten Pati menyoroti tingginya angka koperasi tidak aktif di Kabupaten Pati. Dari total sekitar 630 koperasi, tercatat 340 koperasi dinyatakan tidak aktif. Hal ini menjadi perhatian serius bagi DPRD Pati. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyampaikan komitmennya untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan ini. “Ya kami selaku Komisi […]

expand_less