Breaking News
light_mode

Melihat Geliat Pembuatan Contong Es Krim

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 24 Feb 2018
  • visibility 73

Tak Sepi Meski Hujan Menghampiri

Usaha pembuatan contong es krim
sukses memikat. Penghasilannya lumayan. Permintaannya pun tak pernah sepi.
Seperti saat musim penghujan ini, permintaan selalu ramai.
Merah, kuning, hijau, biru.
Warna-warni sebuah benda berbentuk kerucut itu tertata rapi di sudut rumah
berbentuk minimalis itu. Plastik bening membungkus tumpukan kerucut yang
diketahui sebagai contong es krim itu. Saat itu waktunya pengepakan, proses
pembuatan telah rampung beberapa saat lalu.
Fuad Hasan, sedang menata contong
es krim itu untuk dijual. Sore nanti ada pengepul mengambil contong-contong
beraneka warna tersebut. Setahun belakangan, beberapa warga di Dukuh Rubiyah
Desa Bageng punya aktivitas baru. Mereka membuat contong es krim.
Salah satunya Fuad Hasan. Lelaki
yang masih menempuh kuliah S1 di STAIN Kudus ini menekuni usaha pembuatan wadah
es krim yang bisa dilahap ini. Dia mendapatkan keahlian ini dari seorang
perantuan asal Demak. Awalnya kepincut. Sebab penghasilannya lumayan.
”Awalnya memang kepincut. Waktu itu
ada seorang perantau yang tinggal beberapa waktu di desa ini. Kemudian
mengajari saya, dan meninggalkan mesin pencetaknya,” kata Fuad mengisahkan awal
mula dirinya menggeluti usaha ini.
Dari situ usaha ini mulai berjalan.
Fuad menekuni betul pekerjaan ini. Sehari dia bisa memproduksi sedikitnya 3000
biji contong. ”Saya kerjakan sendiri. Usaha rumahan kecil-kecilan, jadi belum
terpikir untuk mengambil karyawan. Per seribu biji dihargai Rp 50 ribu.
Barangnya diambil pengepul untuk dijual ke pasaran,” terang lelaki kelahiran
Pati, 29 Maret 1993 ini.
Ketertarikan pada usaha pembuatan
contong ini, selain proses pembuatannya yang simpel dan sangat sederhana, juga
disebabkan permintaan pasar yang tak pernah sepi. ”Musim hujan seperti kemarin
saja, saat seringnya hujan turun, produksi tetap ramai. Sementara saat musim
kemarau, permintaan bisa membludak. Tergantung tenaga,” paparnya diiringi gelak
tawa.
Pembuatan contong ini cukup mudah.
Hanya tepung tapioka dicampur dengan tepung terigu, margarin, dan minyak
lesitin. Semua bahan dicampur dijadikan adonan, kemudian dicetak menggunakan
mesin khusus. Cetakannya ada dua. Cetakan kecil dan besar. Jenis contongnya
hanya ada dua.  
Selain Fuad, usaha pembuatan
contong es krim ini dilakukan tetangganya. Setidaknya ada sembilan orang yang
menekuni usaha pembuatan contong es krim ini. Semua dikerjakan secara rumahan.
Barangnya pun diambil pengepul.
”Mereka semua sama seperti saya.
Mulai menggeluti usaha ini karena kepincut. Lalu kemudian belajar, dan akhirnya
hingga kini mereka memproduksi contong ini,” papar Fuad.
Usaha pembuatan contong ini
bukanlah mata pencaharian utama. Kebanyakan menjadi sampingan. Mereka mayoritas
menjadi petani. Memanfaatkan usaha pembuatan contong ini sebagai tambahan
penghasilan.
”Sebagai penghasilan sampingan,
boleh dibilang usaha contong ini cukup menjanjikan. Tak susah pembuatannya,
mudah pemasrannya, permintaan pun selalu ramai,” pungkas lelaki yang juga
menanam Jeruk Pamelo ini. (Achmad Ulil Albab)    
  

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Pati : Adanya Re-grouping SD Jadi Patokan Keberhasilan KB

    Bupati Pati : Adanya Re-grouping SD Jadi Patokan Keberhasilan KB

    • calendar_month Rab, 14 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto   PATI – Bupati Haryanto mengklaim pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui program KB di Kabupaten Pati, sangat terasa keberhasilannya. Hal itu terbukti dari banyaknya SD yang melakukan re-grouping dalam beberapa tahun terakhir. ”Penurunan jumlah penduduk di Kabupaten Pati sangat terasa dan terlihat dengan adanya re-grouping SD. Dulu jumlah SD mencapai ribuan, kini turun […]

  • Ingin Rasakan Sensasi Muncak

    Ingin Rasakan Sensasi Muncak

    • calendar_month Sel, 12 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Ariska Elviyana Berlibur selalu menjadi agenda wajib Ariska Elviyana. Apalagi perempuan kelahiran Pati, 12 April 1999 ini sudah mulai bekerja. Kesibukan pekerjaan itulah yang menjadikan alasan berlibur selalu menjadi agenda wajib. Berlibur bagi Ariska merupakan caranya menyegarkan pikiran. ”Penat kerja ya mesti berlibur, itu wajib. Bahkan sejak sekolah dulu, ketika penat menghadapi berbagai macam mata […]

  • Bupati Jepara Sambut Kepulangan Atlet Downhill dengan Guyuran Bonus

    Bupati Jepara Sambut Kepulangan Atlet Downhill dengan Guyuran Bonus

    • calendar_month Jum, 24 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Khoiful Mukhib dan Nining Purwoningsih saat foto bersama Bupati Jepara Ahmad Marzuki JEPARA – Khoiful Mukhib dan Nining Purwaningsih nampak berbinar saat menginjakkan di tanah kelahirannya Jepara Jumat (24/8/2018) pagi. Sebab, peraih emas dan perunggu Asian Games 2018 di cabang olahraga sepeda downhill ini langsung mendapat sambutan hangat dari Bupati Marzuki. Tak hanya itu, dua pahlawan […]

  • Ketua Pansus Hak Angket Minta Masyarakat Logis Tanggapi Seruan Demo Pembubaran DPRD Pati

    Ketua Pansus Hak Angket Minta Masyarakat Logis Tanggapi Seruan Demo Pembubaran DPRD Pati

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 140
    • 0Komentar

    PATI – Beredarnya selebaran digital di media sosial yang menyerukan aksi unjuk rasa menuntut pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menuai tanggapan dari berbagai pihak. Selebaran bertajuk “Serukan Pati Bubarkan DPRD” itu mencantumkan nama Cahaya Basuki alias Yayak Gundul sebagai pemimpin aksi, dan mengajak warga untuk turun ke jalan pada 10 November 2025. […]

  • Polresta Pati Bagikan Takjil Gratis di Jalur Mudik Pati-Gabus Selama Ramadan

    Polresta Pati Bagikan Takjil Gratis di Jalur Mudik Pati-Gabus Selama Ramadan

    • calendar_month Ming, 23 Mar 2025
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 100
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati kembali menggelar aksi simpatik dengan membagikan takjil gratis kepada para pengguna jalan dan pemudik yang melintas di jalur utama Pati-Gabus, tepatnya di depan Terminal Kembangjoyo, Sabtu (22/3/2025). Kegiatan yang dimulai pada pukul 16.00 WIB ini berlangsung serentak di 20 Polsek di bawah Polresta Pati selama bulan suci Ramadan 1446 H. Aksi […]

  • Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih: DPRD Pati Beri Dukungan dan Pengawasan

    Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih: DPRD Pati Beri Dukungan dan Pengawasan

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 83
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak agar Koperasi Desa Merah Putih di setiap desa beroperasi secara optimal untuk menggenjot perekonomian desa. Dukungan terhadap pembentukan koperasi ini datang dari berbagai pihak, termasuk Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan. Muslihan menekankan pentingnya manajemen yang baik dan transparansi dalam pengelolaan koperasi. “Kinerjanya harus […]

expand_less