Kedewasaan Manajemen Persijap Jepara Usai Didenda Rp195 Juta, dan Sanksi Laga Kandang Tanpa Penonton
- account_circle Abdul Adhim
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3.313

Antusias suporter Banaspati di tribun selatan saat mendukung Persijap Jepara.
JEPARA – Sikap dewasa ditunjukkan manajemen Persijap Jepara yang legawa dengan sanksi berat yang diterima usai kericuhan pertandingan menjamu Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara (5/3/2026).
Padahal Persijap Jepara mendapat sanksi sangat berat, total denda 195 juta dan hukuman lima pertandingan kandang tanpa penonton.
“Persijap menghormati keputusan PSSI sesuai aturan yang berlaku. Kami berharap ini bisa menjadi pembelajaran bersama,” bunyi pernyataan tertulia manajemen Persijap.
“Sejatinya kedua tim bersaudara dan sama-sama saling mendukung kemajuan sepak bola daerah khususnya Jawa Tengah. Mari kita dukung klub kebanggaan dengan dukungan yang positif dan bertanggung jawab,” lanjutnya.
Rincian denda yang diterima tim Persijap adalah denda Rp25 juta akibat gagal mengantisipasi kehadiran suporter tim tamu.
Kemudian, Rp40 juta dijatuhkan atas perusakan kendaraan milik tim Persis Solo.
Selain itu, klub juga didenda Rp30 juta akibat insiden pelemparan ke arah perangkat pertandingan.
Pelanggaran paling besar berupa denda Rp100 juta diberikan akibat perusakan fasilitas stadion serta kendaraan milik perangkat pertandingan.
Persijap Jepara saat ini telah berhasil keluar dari zona degradasi dan kini menempati peringkat ke-14 klasemen sementara dengan raihan 21 poin.
Meski demikian, upaya Laskar Kalinyamat untuk bertahan di posisi tersebut dipastikan semakin berat.
- Penulis: Abdul Adhim
- Editor: Fatwa

