Breaking News
light_mode

Intip Fasilitas Rusunawa Pulodarat Jepara Mirip Apartemen

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
  • visibility 250

Bagian depan rusunawa Pulodarat yang mirip apartemen

Di Rusunawa Pulodarat, hunian
murah dengan fasilitas bagus nyata adanya. Pemerintah menyediakan fasilitas itu
bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Rusunawa ini sudah mirip apartemen.

JEPARA – Pembangunan rumah susun
sewa (rusunawa) di Desa Pulodarat, Kecamatan Pecangaan, Jepara, telah rampung.
Awal bulan depan flat yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah
(MBR) ini siap ditempati penghuni.

 “Insyallah mulai awal bulan depan, semuanya
kalau sudah disiapkan. Tadi kita cek, kesiapan infrastruktur dan fasilitas yang
ada di dalam sudah cukup lengkap, tinggal kita menunggu, kita buka bulan
depan,” ujar Bupati Jepara Dian Kristiandi

Untuk diketahui, bangunan
Rusunawa itu tampak modern menyerupai apartemen. Terdiri dari 3 lantai, berisi
44 ruang dengan tipe 36. Di lantai 1 ada 12 unit ruang, 2 di antaranya
disediakan khusus bagi disabilitas. Lalu di lantai 2 ada 16 unit ruang, dan
lantai 3 ada 16 ruang. Masing-masing isinya dua kamar, ruang tamu, dapur, ruang
makan, toilet, dan ruang cuci.

Di samping itu, terdapat
fasilitas lengkap di dalam setiap ruang. Ada berbagai perabot, seperti tempat
tidur utama dan susun beserta kasur, dua buah lemari, kursi makan, sofa serta
meja tamu.

Terkait tarif sewa, Dian
Kristiandi memperkirakan antara Rp590 ribu sampai Rp600 ribu per bulan. Biaya
itu di luar tanggungan listrik dan air. “Sewanya ini di bawah standar sekali,
kira-kira sepertiga penghasilan mereka perbulan,” kata dia.

Di sisi lain, meski penghuni
dibebani biaya sewa, bupati berharap nantinya mereka dapat tetap memiliki
kepedulian. Menjaga, merawat fasilitas yang ditempati.

Fasilitas yang diberikan oleh
Rusunawa MBR ini memang tak main-main. Ditambah dengan harga yang terjangkau,
dan lokasinya dekat dengan kawasan industri. Untuk menjadi penghuni di rusunawa
ini, masyarakat bisa langsung datang ke Kantor Disperkim Jepara Jalan Ki Mangunsarkoro, Panggang V, Kecamatan Jepara.
 (nir)

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Pati Tegaskan Pengangkatan Direktur RSUD RAA Soewondo Sesuai Aturan

    Pemkab Pati Tegaskan Pengangkatan Direktur RSUD RAA Soewondo Sesuai Aturan

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 261
    • 0Komentar

    PATI – Polemik pengangkatan dr. Rini sebagai Direktur RSUD RAA Soewondo Pati telah mendapat klarifikasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Pati. Plt Sekretaris Daerah Pati, Riyoso, Jumat (4/7), menegaskan bahwa proses pengangkatan tersebut sepenuhnya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Klarifikasi disampaikan langsung Riyoso di Ruang Sekda Pati menanggapi pemberitaan yang beredar di masyarakat. “Pengangkatan dr. […]

  • Fraksi Golkar DPRD Pati Dukung Penuh RPJMD 2025-2029, Tekankan Pentingnya Infrastruktur dan SDM Berkualitas

    Fraksi Golkar DPRD Pati Dukung Penuh RPJMD 2025-2029, Tekankan Pentingnya Infrastruktur dan SDM Berkualitas

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 241
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pati memberikan pandangan umum yang mendukung penuh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati tahun 2025-2029. Dalam rapat paripurna, Endah Sri Wahyuningati, anggota DPRD Pati dari Fraksi Golkar, menyampaikan sejumlah poin penting yang menjadi fokus perhatian fraksi tersebut. Fraksi Golkar menyambut baik RPJMD sebagai dokumen strategis pembangunan Kabupaten […]

  • Petani Keluhkan Kebijakan Pembatasan Solar Subsidi

    Petani Keluhkan Kebijakan Pembatasan Solar Subsidi

    • calendar_month Jum, 31 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Petani di Kecamatan Dukuhseti sedang mengisi solar ke mesin diesel pompa airnya PATI – Petani resah, setelah muncul kebijakan pembatasan pembelian BBM solar. Sejumlah petani di Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti mengeluhkan hal itu. Fahrurozi salah satu petani yang mengeluh. Warga RT 6 RW 2 ini mengungkapkan, sangat terbebani dengan kebijakan tersebut. Pasalnya saat ini ia hanya […]

  • Pesta Rajungan di Keboromo Tayu Sukseskan Program Gemar Makan Ikan

    Pesta Rajungan di Keboromo Tayu Sukseskan Program Gemar Makan Ikan

    • calendar_month Sel, 30 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

      Masakan rajungan terlihat menggiurkan dalam acara makan rajungan di Desa Keboromo Tayu Pati/ERIK S Warga Desa Keboromo Kecamatan Tayu menggelar pesta makan rajungan gratis. Ada 1.500 porsi yang disediakan untuk pengunjung. Kegiatan ini dalam rangka sedekah bumi dan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Makan rajungan ini sekaligus kampanye gemar makan ikan. PATI – Ratusan pengunjung […]

  • Sodetan Sungai Jadi Solusi Banjir, Ketua DPRD Pati Desak Pemkab Bergerak Cepat

    Sodetan Sungai Jadi Solusi Banjir, Ketua DPRD Pati Desak Pemkab Bergerak Cepat

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 209
    • 0Komentar

    PATI – Banjir yang kerap melanda Kabupaten Pati mendorong Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badruddin, mendesak Pemerintah Kabupaten Pati untuk mengambil langkah konkret. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan sodetan sungai sebagai upaya mitigasi bencana. “Harapan kami, ada langkah nyata seperti pembangunan waduk atau sodetan sungai agar risiko banjir bisa ditekan,” ujarnya. Ia menjelaskan […]

  • Gedung Kesenian Dikeluhkan, Begini Kondisinya

    Gedung Kesenian Dikeluhkan, Begini Kondisinya

    • calendar_month Rab, 7 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Keberadaan gedung kesenian Pati yang berada di komplek Stadion Joyokusumo mendapat sorotan. Anggota komisi D DPRD Kabupaten Pati, Jamari menyayangkan bangunan yang menelan anggaran sekitar Rp 650 juta tersebut. Sebab bangunan tersebut tak banyak berguna sebagaimana mestinya. ”Desain bangunannya boleh dibilang mengecewakan. Itu tak merepresentasikan sebuah gedung kesenian yang berfungsi sebagai […]

expand_less