Dugaan Keracunan MBG di Pati: Plt. Bupati Pati Informasikan kepada Ketua SPPI untuk Perketat SOP Seluruh SPPG
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 1.908

Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra saat meninjau langsung sejumlah siswa SMK Negeri 4 Pati yang mengalami dugaan keracunan akibat konsumsi Makanan Bergizi Gratis
PATI – Sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Pati yang mengalami dugaan keracunan akibat konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan kunjungan langsung dari Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan terhadap para siswa berjalan dengan optimal serta memantau proses observasi dan penanganan medis yang tengah dilakukan.
Menurut Plt. Bupati, makanan MBG yang dikonsumsi berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rendole yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Patriot Bangsa.
SPPG tersebut merupakan yang pertama kali dijadikan percontohan di Kabupaten Pati dan selama ini telah menjalankan standar prosedur operasional yang berlaku.
“Ini Hari Senin, tadi siang SPPG-nya adalah SPPG di Rendole, yayasannya Yayasan Patriot Bangsa. SPPG ini adalah SPPG percontohan pertama di Kabupaten Pati yang diinisiasi oleh Yayasan Patriot Bangsa. Selama ini ya memang SPPG ini sudah melaksanakan SOP-SOP yang sudah berjalan. Nah, kita baru observasi, sampelnya sudah dikirim ke Semarang, tadi menunya adalah ayam, terus tahu dan ada sayuran. Kita belum tahu, makanan mana yang menjadikan adik-adik sekolah ini keracunan,” terangnya Senin (9/2/2026).
Plt. Bupati menjelaskan bahwa para siswa mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, dan muntah. Namun, dari hasil pantauan sementara, kondisi mereka menunjukkan perkembangan positif dan seluruhnya berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
“Jadi, mual, pusing, dan ada beberapa yang sudah muntah-muntah, ini baru diobservasi. Semoga tidak ada masalah bagi adik-adik lagi. Para siswa sudah mulai membaik, mualnya sudah mulai hilang, tapi ada beberapa yang masih mual, pusing, sebagian besar sudah mulai membaik. Total ada 22 anak, semua terkontrol di KSH,” ungkap Chandra.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati akan bertanggung jawab sepenuhnya atas penanganan para siswa, termasuk biaya perawatan yang dibutuhkan.
Selain itu, juga telah dilakukan koordinasi untuk memperketat penerapan SOP di seluruh SPPG yang ada di wilayah Kabupaten Pati.
“Biaya perawatan pasti Pemerintah Daerah support. Tadi sudah saya informasikan kepada Ketua Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk semua SPPG di Kabupaten Pati terkait SOP,” pungkasnya.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian
