Breaking News
light_mode

Desa Akan Tetap kelola Temuan Bangunan di Punden Mbah Gamirah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 25 Nov 2018
  • visibility 117
Seorang warga sedang berada di tengah temuan bangunan di Dukuh Cacah Desa Sukoharjo Kabupaten Pati yang kini telah ditembok keliling

PATI – Balai Arkeologi Yogyakarta yang meneliti temuan
warga, berupa struktur bangunan dari batu bata di Punden Dukuh Cacah Desa
Sukoharjo sudah menyimpulkan temuan itu bukan bangunan makam. Meskipun begitu,
pihak desa mengaku tetap meneruskan apa yang telah dibangun warga sekitar.
Suko Waluyo, Kepala Desa Sukoharjo
mengungkapkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada warganya. ”Namun kalau
ingin dibangun warga dipersilahkan berpartisipasi. Misalnya ada yang mau
menyumbangkan semen satu sak dipersilahkan,” katanya saat menggelar pertemuan
bersama Balai Arkeologi dan sesepuh desa setempat.
Lebih lanjut, Suko Waluyo juga
mengimbau kepada warganya supaya tetap menghormati tempat tersebut. ”Sejak lama
di sini diyakini memang sebagai cikal bakal sesepuh desa. Meskipun temuan warga
dinyatakan bukan sebagai makam oleh tim ahli, kami mengimbau supaya tetap
menghormati tempat tersebut sebagai punden. Sejak dulu selalu digelar acara
sedekah bumi di tempat ini,” katanya. Saat ini temuan bangunan tersebut sudah
dibangunkan tembok keliling, dari batu bata.
Diyakini Makam
Sebelumnya, temuan bangunan
tersebut memang diyakini sebagai makam. Hal itu berdasarkan penuturan juru
kunci punden tersebut yang mendapatkan wangsit usai melakukan tirakat.
Seperti diketahui, warga Desa
Sukoharjo meyakini temuan itu merupakan makam dari tokoh setempat yang dikenal
sebagai punden desa yang bernama Mbah Gamirah. Namun saat diteliti oleh Balai
Arkeologi, temuan bangunan tersebut tidak mengindikasikan berupa bangunan
makam.
”Di beberapa tempat yang kami
temui, yang paling tua sekalipun, misalnya makam di Troloyo, ataupun di Gresik
ditemukan nisan makamnya. Dan tulisannya sangat jelas terbaca. Sementara di
sini tak ditemukan apa pun. Hanya tumpukan batu bata yang sudah tidak membentuk
sebuah bangunan,” kata Ketua Tim Observasi dari Balai Arkeologi Yogyakarta
Masyhudi.
Pihaknya pun menyarankan kepada
pihak desa maupun, dinas terkait untuk meminta bantua kepada Balai Pelestari
Cagar Budaya (BPJB) Jawa Tengah. ”Yang bisa merekonstruksi bangunan dari sana,”
katanya. (has)  

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Insan Kesehatan Pati Ziarah ke Makam RAA Soewondo, Kenang Jasa Pionir Pelayanan Kesehatan

    Insan Kesehatan Pati Ziarah ke Makam RAA Soewondo, Kenang Jasa Pionir Pelayanan Kesehatan

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati bersama insan kesehatan di Pati melakukan ziarah ke makam RAA Soewondo, tokoh yang dianggap sebagai pionir dalam bidang pelayanan kesehatan di Bumi Mina Tani. Ziarah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa-jasa beliau dalam membangun layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Pati. Aviani […]

  • Ini Dia Fakta Masjid Al Aqsa yang Bikin Bangsa Indonesia Bangga

    Ini Dia Fakta Masjid Al Aqsa yang Bikin Bangsa Indonesia Bangga

    • calendar_month Kam, 19 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 115
    • 0Komentar

    sumber : http://www.backpackerumrah.com Masjid Al Aqsa di Palestina tentu sangat populer. Selain menjadi salah satu latar peristiwa besar Isra’ Mikraj Nabi Muhamad SAW, masjid ini juga menjadi latar konflik. Tentu kita masih ingat beberapa waktu lalu sempat terjadi ketegangan antara Palestina dan Zionis Yahudi yang menyoal masjid ini. Namun di balik itu semua ada fakta-fakta […]

  • Bupati Pati : Adanya Re-grouping SD Jadi Patokan Keberhasilan KB

    Bupati Pati : Adanya Re-grouping SD Jadi Patokan Keberhasilan KB

    • calendar_month Rab, 14 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto   PATI – Bupati Haryanto mengklaim pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui program KB di Kabupaten Pati, sangat terasa keberhasilannya. Hal itu terbukti dari banyaknya SD yang melakukan re-grouping dalam beberapa tahun terakhir. ”Penurunan jumlah penduduk di Kabupaten Pati sangat terasa dan terlihat dengan adanya re-grouping SD. Dulu jumlah SD mencapai ribuan, kini turun […]

  • Bercita-cita Membangun Masyarakat Desa

    Bercita-cita Membangun Masyarakat Desa

    • calendar_month Kam, 11 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Ema Nur Fadlillah Ema Nur Fadlillah/DOKUMEN PRIBADI Sekarang ini banyak anak muda yang acuh dengan desanya. Namun berbeda dengan Ema Nur Fadlillah. Perempuan kelahiran Pati 6 September 1998 ini malah merasa terpanggil memerhatikan desanya sendiri. Ia merasa galau, jika anak muda enggan bangga dengan desanya. Untuk itu meskipun ia sekarang banyak berkegiatan di luar kota, […]

  • Fotografer Eksplorasi Jejak Jalur Rempah dalam Pameran Hari Jadi Pati ke-701

    Fotografer Eksplorasi Jejak Jalur Rempah dalam Pameran Hari Jadi Pati ke-701

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 105
    • 0Komentar

    PATI – Sejumlah fotografer mencoba mengeksplorasi Jalur Rempah lewat pameran foto pada perayaan Hari Jadi Pati ke-701, pada hari Rabu (7/8/2024). Puluhan karya foto dipajang dengan indah di area Stadion Joyokusumo. Banyak pelajar dan warga berbondong-bondong menuju lokasi pameran untuk menikmati karya-karya fotografi dari para seniman foto di Pati. Karya-karya foto tersebut mayoritas menggambarkan kegiatan […]

  • Para pemain yang akan berlaga 

    Jadi Ajang Pembinaan Pemain Liga Askab PSSI Pati Mulai Digelar

    • calendar_month Ming, 29 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Para pemain yang akan berlaga Askab PSSI Pati resmi memutar kompetisi Liga untuk kelompok umur 12 dan 14 tahun. Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi pemain-pemain muda di desa-desa. PATI – Turnamen Asosiasi Kabupaten (Askab) Pati untuk kelompok umur 12 tahun dan 14 tahun mulai digelar. Turnamen itu diharapkan dapat memunculkan bibit potensial bagi […]

expand_less