Breaking News
light_mode

Bangun Kesiangan Tak Jadi Nyunrise (2)

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 10 Jun 2019
  • visibility 133

Puncak Gunung Gede yang menakjubkan dengan kepulan asap dari kawahnya 

Matahari mulai meninggi. Kami tak sadar. Setelah makan malam itu kami
terlelap. Nyenyak sekali. Bangun kesiangan membuat momen
sunrise hilang. Padahal momen saat matahari terbit itu menjadi
dambaan para pendaki. Termasuk kami.

Setelah bangun, kami mulai bersiap-siap. Memasak sarapan dengan bahan-bahan
yang kami bawa dari rumah. Ada kacang ijo, jagung, sosis, tempe, dan nasi. Tak
ketinggalan kopi menjadi menu sarapan kami sebelum naik ke puncak. Tak lama
masakan jadi. Semua masakan disantap tiada sisa. Sambil makan, foto-foto tak
ketinggalan.

Makan selesai, tenda kami bongkar. Kami mendirikan dua tenda. Tapi hanya
satu tenda yang kami bongkar. Tenda teman kami dari Lampung tak dibongkar.
Rencananya saya bersama Ci’lo akan melanjutkan pendakian ke Gunung Pangrango.

Perjalanan ke puncak, kami benar-benar kesiangan. Saat yang lain turun,
rombongan kami baru menuju ke atas. Kami banyak berpapasan dengan pendaki lain
di alun-alun Surken itu. Seperti diketahui, dari berbagai sumber yang ada,
nama Alun-alun
Suryakencana berasal dari sejarah Raden Suryakencana, nama lengkapnya Raden
Suryakencana Winata Mangkubumi.

Beliau merupakan seorang putra dari Pangeran Arya Wiratanudar,
yaitu pendiri kota Cianjur yang beristrikan putri Jin Islam. Pangeran Arya
menikahkan anaknya Suryakencana dengan salah satu putri bangsa Jin dan di
percayai masyarakat sekitar sampai sekarang hidup di alam Jin dan bersemayam di
Gunung Gede Pangrango.

Di titik terakhir Surken sebelum tanjakan ke puncak, saya dan
William menuju sungai kecil untuk mengisi perbekalan air yang hampir habis.
Sementara yang lain duduk menunggu kami sambil mempersiapkan tenaga buat nanjak
nanti.

Menurut kepercayaan setempat, sumber air ini dahulu untuk
keperluan minum dan mandi Raden Suryakencana bersama rakyat Jin
nya. Sementara
alun-alun dijadikan lumbung Padi. Petilasan singgasana Kerajaan Raden
Suryakencana berupa sebuah batu besar berbentuk Pelana atau tempat duduk untuk
menunggang Kuda.

Sayang, waktu itu kami tak sempat menjumpainya. Setelah
mengisi perbekalan air minum
, kami lanjut berjalan. Kami berjalan
pelan menuju puncak.

Sampai di puncak meski kesiangan
Di perjalanan, sembari istirahat, kami di suguhi pemandangan Gunung
Gede dengan kemegahan dan keindahannya. Kami
akhirnya sampai juga
di puncak Gunung Gede
. Tingginya  2958 MDPL (Meter Diatas
Permukaan Laut).

Hamparan luasnya cakrawala terpampang di depan mata kami. Juga
cantiknya kawah Gunung Gede yang mengeluarkan asap
. Tanda Gunung Api
ini masih aktif. Kami istirahat sejenak sembari bergantian foto dengan pendaki
lain di tugu Puncak Gede.

Wajar saja, banyak juga pendaki yang sampai di puncak siang itu.
Beberapa saat kemudian
kami berpisah
dengan William, Elsa, Lela dan Khusnul. Saya bersama Ci’lo ingin lanjut ke
Puncak Pangrango lalu lintas lewat Cibodas, sementara mereka turun kembali di
jalur putri.
(Arif Bonvink/bersambung)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa SMAN 2 Pati Wakili Jawa Tengah di Parlemen Remaja 2025

    Siswa SMAN 2 Pati Wakili Jawa Tengah di Parlemen Remaja 2025

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 247
    • 0Komentar

    PATI – Parlemen memegang peranan krusial sebagai pilar demokrasi. Lebih dari sekadar pengawas, parlemen adalah produsen undang-undang yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menyadari pentingnya peran ini, DPR RI menginisiasi Parlemen Remaja 2025 dengan tema besar “Generasi Pembaru Energi, untuk Indonesia Bebas Emisi”. Ajang ini dikemas dalam bentuk seleksi ketat untuk memilih 139 pelajar […]

  • Tak Terkalahkan Persipa Jr Makin Perkasa

    Tak Terkalahkan Persipa Jr Makin Perkasa

    • calendar_month Rab, 8 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 147
    • 0Komentar

    DOKUMEN PERSIPA JR PATI, SPORTAINMENT – Matchday keenam, Persipa Jr masih terlalu tangguh untuk lawan-lawannyan di grup 2 Piala Soeratin U-17 Zona Jawa Tengah. Meladeni tamunya PSD Demak, Laskar Saridin Muda menang meyakinkan dengan skor akhir 3 – 1 di Stadion Joyokusumo sore kemarin (8/8/2018).  Atas hasil baik tersebut, Edo Fafariopa dkk tetap nyaman bertengger di puncak klasemen sementara […]

  • Menyongsong Liga 2, Persijap Latihan Perdana

    Menyongsong Liga 2, Persijap Latihan Perdana

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

      Suasana latihan perdana Persijap Jepara di Liga 2 musim 2022 Latihan perdana Persijap Jepara dipercepat dari yang semula dijadwalkan Kamis (14/7/2022). Coach Salahaduin memimpin langsung latihan. Skuad Laskar Kalinyamat bakal berkejaran dengan waktu mengingat kick off Liga 2 diperkirakan pada bulan Agustus. Praktis tinggal satu bulan lagi.  JEPARA – Persijap Jepara memulai persiapan menyongsong […]

  • Alif Silfia Luthfiyah, Juara 3 AKSI Indosiar, Cita-cita Jadi Bu Nyai

    Alif Silfia Luthfiyah, Juara 3 AKSI Indosiar, Cita-cita Jadi Bu Nyai

    • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

       Alif berhasil menjadi juara ke-3 dalam ajang AKSI Indosiar tahun 2022 Alif masih tidak menyangka bakal bisa tampil di ajang pencarian bakat Akademi Sahur Indonesia (Aksi) di stasiun televisi swasta nasional Indosiar. Santri asal Pucakwangi ini berhasil tampil memukau hingga babak final dan berhasil menjadi juara ke-3 AKSI Indosiar tahun 2022 ini. Alif masih […]

  • Pentas Teater As : Kekalahan Wong Cilik, dan Keserakahan Wong Berduit

    Pentas Teater As : Kekalahan Wong Cilik, dan Keserakahan Wong Berduit

    • calendar_month Sab, 4 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    PATI – Ruang dosen di Gedung B lantai II Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati disulap menjadi panggung pementasan. Malam Jumat (2/5/2019), Anak-anak Teater As sedang unjuk gigi. Mereka menggelar pentas produksi perdana dengan mengangkat lakon berjudul “Lorong” karya Puthut Bukhorie. Gedung yang biasanya menjadi tempat istirahat para dosen itu disulap jadi perkampungan pemulung. Pentas […]

  • Bupati Dedikasikan Penghargaan Untuk Masyarakat Pati

    Bupati Dedikasikan Penghargaan Untuk Masyarakat Pati

    • calendar_month Kam, 14 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, CIREBON – Bupati Pati Haryanto menerima penghargaan Satyalancana Wira karya Bidang Pemerintahan dalam Pengelolaan, Pengembangan dan pembangunan Kelautan Tahun 2017 di Dermaga Muara Jati, Cirebon, Jawa Barat, Rabu ( 13/ 12/17) lalu. Dengan penghargaan yang diraih ini, Haryanto mendedikasikan penghargaan ini sebagai keberhasilan masyarakat Pati, terutama yang berada di wilayah pesisir. ”Pemerintah Kabupaten […]

expand_less