Panen Raya Padi di Pati Cetak Rekor, Capai 10,28 Ton per Hektare di Desa Bumiharjo
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 1.819

Pemerintah Kabupaten Pati menyelenggarakan panen raya padi di Desa Bumiharjo
PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menyelenggarakan panen raya padi di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, pada hari Sabtu (7/2/2026), yang menghasilkan produktivitas sebesar 10,28 ton per hektare. Kegiatan tersebut dihadiri Plt.
Bupati Pati Risma Ardhi Chandra beserta Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo, sebagai bentuk konfirmasi keberhasilan inisiatif peningkatan produktivitas pertanian yang telah dilaksanakan daerah.
Chandra menjelaskan bahwa capaian panen tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen dari tingkat kabupaten hingga desa.
Menurutnya, target program 10 ton per hektare bukan hanya angka semata, melainkan telah terbukti efektif melalui pendampingan yang dilakukan secara terarah kepada para petani.
“Kegiatan hari ini, saya ditemani Pak Firman untuk membuktikan program satu hektare 10 ton di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong. Pagi ini sudah dicek dan hasilnya mencapai 10,28 ton. Ini program yang luar biasa karena tim pertanian dari kecamatan sampai desa bekerja keras melakukan sosialisasi dan pendampingan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan hasil produksi tersebut dicapai dengan tetap memanfaatkan pupuk subsidi secara maksimal, ditambah dengan penggunaan pupuk pendukung yang disesuaikan dengan kebutuhan lahan.
“Petani di sini masih menggunakan 100 persen pupuk subsidi, ditambah pupuk pendukung. Hasilnya produksi bisa mencapai 10,2 ton. Insya Allah semua beres. Cuma tinggal bantuan alat-alat pertanian ini yang mungkin Pak Firman bisa membantu kami,” kata dia.
Di sisi lain, Firman Soebagyo memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Pemerintah Kabupaten Pati dalam mengoptimalkan produksi pangan pokok.
Ia menyatakan bahwa keberhasilan ini selaras dengan gerakan nasional untuk mempercepat swasembada dan memperkuat ketahanan pangan negara.
“Ini patut diapresiasi karena faktanya capaian swasembada pangan nasional justru lebih cepat dari rencana. Stok beras nasional di awal tahun ini mencapai 3,32 juta ton. Namun capaian ini harus dijaga keberlanjutannya dengan mengantisipasi gagal panen dan anomali cuaca,” ujarnya.
Anggota DPR-RI tersebut juga menekankan perlunya perbaikan sistem pengelolaan pupuk serta penegasan peran negara dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Menurutnya, pemerintah pusat sedang menyusun kebijakan untuk memperkuat peran Bulog sebagai penyangga stok dan harga, sekaligus mendorong penerapan pupuk organik dan mikroba guna menjaga produktivitas serta kelangsungan sektor pertanian secara nasional.
Editor: Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian
