Breaking News
light_mode

NU

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
  • visibility 158

Dokumen facebook


Meski tak punya kartu anggota Nadlatul
Ulama (NU), tapi tak apa pula aku mengaku warga NU. Anggaplah NU kultural,
bukan sebagai struktural. Meski pernah menerima sebuah SK Pembekuan dalam
kepengurusan NU, sebutlah pemecatan, tapi tak apa pula aku tetap mengaku warga
NU. NU bukan hanya yang tercatat resmi, yang tak tercatat resmi jauh lebih
besar jumlah dan kekuatan. Maka memahami NU akan mengalami kesusahan
tersendiri.

Fleksibelitas sikap warga NU
merupakan karakter ushuli yang tidak mudah dijelaskan. Dalam sikap politik misalnya,
selalu dekat dengan penguasa seolah menjadi stigma tersendiri meski perlawanan
secara tersembunyi selalu terjadi di balik layar. 

Saat Presiden Sukarno
mengeluarkan dekrit presiden 5 Juli 1959 bahkan menyatakan diri sebagai
presiden seumur hidup, kreasi politik NU sangat luar biasa. PKI yang sedang
naik daun di mata rakyat, hampir bisa dipastikan menang pemilu 1960 dan 1965.
Posisi krusial inilah yang menjadikan tokoh NU menginisiasi penundaan pemilu
pasca 1955 sebagai pemilu pertama, dan pengangkatan Sukarno sebagai presiden
seumur hidup pada 1963 agar PKI tak memuncaki pemerintahan saat itu.

NU masuk dalam koalisi Nasakom,
sering dipersepsi sebagai kawan komunis. Namun secara ini, jika tidak ada
agamawan dalam pemerintahan yang mengawal presiden, bisa jadi negara ini
benar-benar mengarah pada pencapaian sebagai negara komunis. 

NU melakukan
perlawanan tersembunyi untuk menjaga kaum tani dan rakyat pedesaan dari
pengaruh PKI. Kontestasi tak terhindarkan sehingga PKI menjuluki para kyai dan
santri sebagai “setan desa” yang harus dimusnahkan. 

NU menjadi
penyeimbang kekuatan di pemerintahan sekaligus melakukan kontrol kebijakan
presiden agar PKI tidak secara mudah memainkan diri mengatur-atur kebijakan
negara. Prinsip dar’ul mafasid muqoddamu ala jalbil masholih benar-benar
menjadi “mantra” dalam menempatkan diri.

Dalam sisi budaya, warga NU tentu
mengalami banyak keunikan. Seorang kyai dan santri hampir sangat mudah bergaul
dengan preman bahkan ahli maksiat sekalipun. Seorang kyai dan santri hampir
sangat akrab dengan pemuka dan umat agama lain bahkan yang tak beragama
sekalipun. 

Seorang kyai dan santri sangat akrab dengan pemberian dan hadiah
dari pejabat maupun orang paling miskin sekalipun. Fenomena tersebut tak mudah
dijawab tanpa menjelaskan pokok ushuli dalam pendekatan fiqih.

Sebagai contoh, seorang yang sangat
miskin memberikan amplop sedekah pada kyai atau santri dalam mengisi mengaji.
Jika tidak diterima, bisa jadi ketersinggungan orang miskin lebih menjadi
karena merasa terhina tak bisa memberi dalam nominal banyak sehingga ditolak. 

Ketersinggungan orang miskin karena rasa terhina sangat rentan berdampak
menjauhi kyai dan santri dengan mencari teman pergaulan yang jauh dari praktik
agama. Sebaliknya, jika kyai menerima amplop dari orang miskin maka bisa jadi
tertuduh sebagai pihak yang “disetankan” karena tak peka dengan
kondisi kemiskinan di depan mata. Pada posisi demikian, keunikan-keunikan akan
muncul di masyarakat itu sendiri.

Harus diakui bahwa masih terlalu
banyak hal yang menjadi tantangan bagi warga NU. Terlebih pasca-Muktamar 33 di
Jombang pada 2015, yang menyisakan banyak identitas baru dari NU Garis Lurus,
NU Garis Lucu, bahkan yang secara terang benderang menyatakan
“mufarraqah” dari NU kultural. Namun apapun itu, anak-anak saat bertanya
tentang apa makna gambar di ruang tamu berkaitan NU, maka kujawab dengan mudah
“Nikmate Uwakih”.

NU itu nikmatnya uwakih (banyak).
Tahlilan ada makan-makan. Manaqiban ada makan-makan. Selametan ada makan-makan.
Syukuran ada makan-makan. Termasuk hari ini, 31 Januari 2021, bertepatan 16
minggu jalan ke 17 minggu janin di perut istri, anak-anak tersuguhi dengan
hidangan untuk makan-makan. 

Selamat Harlah NU ke-95.

Selametan untuk janin di usia empat
bulan..

Ighfirlana
dzunubana, wa liwalidina, wa dzurriyyatina..

Ilalkhoiri
qoribna, ‘anissyarri ba’idna..

Balligh
maqoshidana, waqdhi hawaijana..

Bogor, 31 Januari 2021

Muh Khamdan

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nusron Wahid Effect dan Optimisme Persiku Menuju Liga 2

    Nusron Wahid Effect dan Optimisme Persiku Menuju Liga 2

    • calendar_month Sel, 30 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 109
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persiku Kudus optimis bisa promosi ke Liga 2 musim 2024/2025 mendatang. Kepercayaan diri Persiku Kudus terlibat meningkat jelang laga babak 80 besar Liga 3 putaran nasional, Selasa (30/4/2024). Target naik kasta ditegaskan manajemen Persiku Kudus usai acara halalbihalal dengan sejumlah tokoh Kudus di Super Soccer Arena. Dalam a acara ini hadir mantan Bupati […]

  • Potensi Besar Latoh Jepara, Tembus Ekspor Jepang-Korea

    Potensi Besar Latoh Jepara, Tembus Ekspor Jepang-Korea

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Urap Latoh menjadi salah satu menu olahan tanaman laut ini Tanaman Latoh banyak tumbuh di lautan Jepara. Latoh yang dikenal sebagai anggur laut atau Green Caviar, merujuk sebutan orang-orang Eropa dan Amerika, sangat baik untuk kesehatan. Bahkan pasar di Jepang dan Korea sudah banyak yang meminta tanaman hasil laut tersebut. ”Latoh memiliki potensi besar untuk […]

  • Pemain Persijap Iqmal berebut bola dengan pemain PSIS/INSTAGRAM PERSIJAP

    Uji Coba Persijap Jepara Kalahkan PSIS Semarang

    • calendar_month Sen, 12 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 112
    • 0Komentar

       Pemain Persijap Iqmal berebut bola dengan pemain PSIS/INSTAGRAM PERSIJAP Kemenangan dalam laga uji coba memang tidak penting-penting amat. Tetapi bisa mencetak gol dan membalikkan kedudukan memiliki arti tersendiri. Yaitu mental bertanding yang kuat. Sebuah modal penting untuk mengarungi kompetisi liga. Menjadi sebuah keyakinan jika pemain bisa bersama-sama meraih kemenangan. JEPARA – Persijap Jepara menang […]

  • HMI Cabang Persiapan Pati Desak DPR dan KPU Segera Tindak Lanjuti Putusan MK, Gelar Konsolidasi Akbar!

    HMI Cabang Persiapan Pati Desak DPR dan KPU Segera Tindak Lanjuti Putusan MK, Gelar Konsolidasi Akbar!

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 114
    • 0Komentar

    PATI – Ketua HMI Cabang Persiapan Pati, M Arif Hidayatullah, menegaskan bahwa batalnya putusan Mahkamah Agung (MA) dan berlakunya kembali putusan Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan hasil perjuangan seluruh masyarakat dan mahasiswa Indonesia. “Kemerdekaan dari neo-otoritarianisme belum sepenuhnya tercapai,” tegas Arif. “Tugas kita bersama adalah mengawal proses hingga terbitnya Peraturan KPU yang sesuai dengan putusan MK. […]

  • Dua Aktivis AMPB Bebas Setelah Vonis 6 Bulan dengan Pengawasan 10 Bulan

    Dua Aktivis AMPB Bebas Setelah Vonis 6 Bulan dengan Pengawasan 10 Bulan

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.716
    • 0Komentar

    PATI – Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, dua tokoh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), akhirnya merasakan kebebasan setelah Pengadilan Negeri Pati mengumumkan putusan vonis pada hari Kamis (5/3/2026) di Ruang Sidang Cakra. Majelis Hakim yang dipimpin oleh Muhamad Fauzan Haryadi menjatuhkan pidana penjara selama 6 bulan beserta masa pengawasan 10 bulan bagi kedua terdakwa, […]

  • Mulai TC Target Pertahankan Prestasi

    Mulai TC Target Pertahankan Prestasi

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Terkendala Kondisi Atlet Beberapa pelari mendengarkan intruksi pelatih sebelum sesi latihan dimulai di Stadion Joyokusumo beberapa waktu yang lalu Lingkar Muria, PATI – Pengkab Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) telah melakukan training center (TC) guna menyongsong gelaran Porprov 2018. TC dilakukan sejak pertengahan Januari. Rencananya, pemusatan latihan yang digelar di Stadion Joyokusumo ini, bakal berlangsung […]

expand_less