Breaking News
light_mode

NU

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
  • visibility 282

Dokumen facebook


Meski tak punya kartu anggota Nadlatul
Ulama (NU), tapi tak apa pula aku mengaku warga NU. Anggaplah NU kultural,
bukan sebagai struktural. Meski pernah menerima sebuah SK Pembekuan dalam
kepengurusan NU, sebutlah pemecatan, tapi tak apa pula aku tetap mengaku warga
NU. NU bukan hanya yang tercatat resmi, yang tak tercatat resmi jauh lebih
besar jumlah dan kekuatan. Maka memahami NU akan mengalami kesusahan
tersendiri.

Fleksibelitas sikap warga NU
merupakan karakter ushuli yang tidak mudah dijelaskan. Dalam sikap politik misalnya,
selalu dekat dengan penguasa seolah menjadi stigma tersendiri meski perlawanan
secara tersembunyi selalu terjadi di balik layar. 

Saat Presiden Sukarno
mengeluarkan dekrit presiden 5 Juli 1959 bahkan menyatakan diri sebagai
presiden seumur hidup, kreasi politik NU sangat luar biasa. PKI yang sedang
naik daun di mata rakyat, hampir bisa dipastikan menang pemilu 1960 dan 1965.
Posisi krusial inilah yang menjadikan tokoh NU menginisiasi penundaan pemilu
pasca 1955 sebagai pemilu pertama, dan pengangkatan Sukarno sebagai presiden
seumur hidup pada 1963 agar PKI tak memuncaki pemerintahan saat itu.

NU masuk dalam koalisi Nasakom,
sering dipersepsi sebagai kawan komunis. Namun secara ini, jika tidak ada
agamawan dalam pemerintahan yang mengawal presiden, bisa jadi negara ini
benar-benar mengarah pada pencapaian sebagai negara komunis. 

NU melakukan
perlawanan tersembunyi untuk menjaga kaum tani dan rakyat pedesaan dari
pengaruh PKI. Kontestasi tak terhindarkan sehingga PKI menjuluki para kyai dan
santri sebagai “setan desa” yang harus dimusnahkan. 

NU menjadi
penyeimbang kekuatan di pemerintahan sekaligus melakukan kontrol kebijakan
presiden agar PKI tidak secara mudah memainkan diri mengatur-atur kebijakan
negara. Prinsip dar’ul mafasid muqoddamu ala jalbil masholih benar-benar
menjadi “mantra” dalam menempatkan diri.

Dalam sisi budaya, warga NU tentu
mengalami banyak keunikan. Seorang kyai dan santri hampir sangat mudah bergaul
dengan preman bahkan ahli maksiat sekalipun. Seorang kyai dan santri hampir
sangat akrab dengan pemuka dan umat agama lain bahkan yang tak beragama
sekalipun. 

Seorang kyai dan santri sangat akrab dengan pemberian dan hadiah
dari pejabat maupun orang paling miskin sekalipun. Fenomena tersebut tak mudah
dijawab tanpa menjelaskan pokok ushuli dalam pendekatan fiqih.

Sebagai contoh, seorang yang sangat
miskin memberikan amplop sedekah pada kyai atau santri dalam mengisi mengaji.
Jika tidak diterima, bisa jadi ketersinggungan orang miskin lebih menjadi
karena merasa terhina tak bisa memberi dalam nominal banyak sehingga ditolak. 

Ketersinggungan orang miskin karena rasa terhina sangat rentan berdampak
menjauhi kyai dan santri dengan mencari teman pergaulan yang jauh dari praktik
agama. Sebaliknya, jika kyai menerima amplop dari orang miskin maka bisa jadi
tertuduh sebagai pihak yang “disetankan” karena tak peka dengan
kondisi kemiskinan di depan mata. Pada posisi demikian, keunikan-keunikan akan
muncul di masyarakat itu sendiri.

Harus diakui bahwa masih terlalu
banyak hal yang menjadi tantangan bagi warga NU. Terlebih pasca-Muktamar 33 di
Jombang pada 2015, yang menyisakan banyak identitas baru dari NU Garis Lurus,
NU Garis Lucu, bahkan yang secara terang benderang menyatakan
“mufarraqah” dari NU kultural. Namun apapun itu, anak-anak saat bertanya
tentang apa makna gambar di ruang tamu berkaitan NU, maka kujawab dengan mudah
“Nikmate Uwakih”.

NU itu nikmatnya uwakih (banyak).
Tahlilan ada makan-makan. Manaqiban ada makan-makan. Selametan ada makan-makan.
Syukuran ada makan-makan. Termasuk hari ini, 31 Januari 2021, bertepatan 16
minggu jalan ke 17 minggu janin di perut istri, anak-anak tersuguhi dengan
hidangan untuk makan-makan. 

Selamat Harlah NU ke-95.

Selametan untuk janin di usia empat
bulan..

Ighfirlana
dzunubana, wa liwalidina, wa dzurriyyatina..

Ilalkhoiri
qoribna, ‘anissyarri ba’idna..

Balligh
maqoshidana, waqdhi hawaijana..

Bogor, 31 Januari 2021

Muh Khamdan

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keamanan Pangan MBG Prioritas, Edy Wuryanto Ingatkan Pentingnya Kontrol Silang

    Keamanan Pangan MBG Prioritas, Edy Wuryanto Ingatkan Pentingnya Kontrol Silang

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 231
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menegaskan bahwa penerapan standar kesehatan dan keselamatan pangan pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Pernyataan ini disampaikan Edy saat lawatannya di Desa Simo, Kecamatan Kradenan, Minggu (28/9), menanggapi perdebatan mengenai dapur mitra […]

  • DPRD Pati Ajak Warga Sampaikan Aspirasi Tanpa Ragu

    DPRD Pati Ajak Warga Sampaikan Aspirasi Tanpa Ragu

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 296
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan aspirasi, kritik, dan keluhan kepada wakil rakyat. Beliau menegaskan komitmen dewan untuk terbuka dan menerima masukan dari warga sebagai bentuk pengawasan bersama terhadap jalannya pemerintahan. “Kami selalu menerima aspirasi dari masyarakat baik secara langsung ataupun tidak langsung,” ungkap Joni Kurnianto […]

  • Melihat Ramainya Pesanan Madu Mongso Jajanan khas Lebaran

    Melihat Ramainya Pesanan Madu Mongso Jajanan khas Lebaran

    • calendar_month Ming, 16 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Madu mongso  Lebaran selalu identik dengan berbagai jajanan yang disuguhkan di meja-meja ruang tamu. Selain makanan kaleng, jajanan khas tradisional juga turut mewarnai suguhan lebaran. Seperti jajanan madu mongso. Menjelang lebaran pesanan jajanan jadul ini selalu ramai.  PATI – Kesibukan tampak di rumah produksi Madu Mongso di Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Menjelang hari […]

  • Ratusan Ribu Bibit Gratis untuk Lahan Kritis di Jepara

    Ratusan Ribu Bibit Gratis untuk Lahan Kritis di Jepara

    • calendar_month Sel, 10 Des 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Bibit tanaman. Sumber : Diskominfo Jepara   JEPARA – Lahan kritis di Kabupaten Jepara mendapat perhatian. Dinas Lingkungan Hidup setempat bahkan sudah menyiapkan sekitar 400 ribu bibit tanaman keras siap tanam, di Kebun Bibit Dinas (KBD), Bangsri. Bibit-bibit tanaman itu disiapkan sebagai langkah penghijauan lahan kritis. Kepala DLH Jepara Farikah Elida, baru-baru ini mengatakan, sebagian besar […]

  • Demokrat Pati Dapat Semangat Dari Ajang Rapimnas

    Demokrat Pati Dapat Semangat Dari Ajang Rapimnas

    • calendar_month Sab, 10 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Para pengurus Partai Demokrat Pati sebelum mengikuti Rapimnas di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor kemarin Lingkar Muria, BOGOR – DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati turut mengikuti kegiatan Rapimnas Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat kemarin. Selain ketua dan sekretaris, maupun fraksi, ada beberapa calon legislatif (caleg) baru yang juga […]

  • Siswa MTs Salafiyah Kajen Raih Juara 2 di Kejuaraan Karate Internasional

    Siswa MTs Salafiyah Kajen Raih Juara 2 di Kejuaraan Karate Internasional

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 232
    • 0Komentar

    PATI – Muhammad Ilyas Setiyawan, siswa Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Kajen, berhasil meraih prestasi membanggakan di ajang International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament IV Kemenpora RI Cup. Ilyas, yang baru berusia 13 tahun, berhasil melaju hingga babak final kategori Kelas Pemula Putra dan meraih posisi runner-up. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Institut Karate-Do Nasional (INKANAS) […]

expand_less