Breaking News
light_mode

Mantan Napiter Poso Deklarasi Lawan Radikalisme dan Terorisme

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 24 Jun 2021
  • visibility 111

 

Suasana deklarasi lawan radikalisme dan terorisme oleh mantan napi terorisme

POSO, Nasional – Upaya Satgas
Madago Raya dengan menggandeng Kementrian Agama Kabupaten Poso, Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Kabupaten Poso, tokoh agama dan tokoh adat telah memberikan
harapan terciptanya kedamaian di Bumi Sintuwu Maroso, Poso Sulawesi Tengah.

Warga masyarakat Dusun
Tamanjeka Desa Masani Kec. Poso Pesisir yang dikenal dengan basis Islam radikal
telah mengucapkan ikrar atau deklarasi untuk menolak dan melawan radikalisme
dan terorisme, Rabu (23/6/2021) di halaman masjid Nurul Huda

“Bismillahir-rahmanir-rahim,
dari Poso untuk Indonesia, Kami warga Tamanjeka menolak dan melawan segala
bentuk radikalisme, terorisme, untuk mewujudkan Poso yang aman, demi masa depan
yang lebih baik” demikian bunyi deklarasi yang diucapkan warga dusun Tamanjeka
yang mayoritas adalah eks narapidana teroris (napiter) dihadapan Satgas Madago
Raya, Kementrian Agama, MUI Kab. Poso, tokoh agama dan  tokoh adat 

Kasatgas Humas Madago Raya
Kombes Polisi Didik Supranoto melalui keterangan resmi yang diteruskan kepada
media di Palu, Kamis (24/6/2021) mengungkapkan “Dengan adanya deklarasi menolak
dan melawan radikalisme dan terorisme sebagaimana diucapkan warga dusun
Tamanjeka yang mayoritas adalah mantan napiter semoga dapat mewujudkan
Kabupaten Poso yang damai dan Poso yang lebih baik”

Upaya preemtif ini
diprakarsai oleh Satgas Madago Raya dengan menggandeng Kemenag Kab. Poso M.
Arif, Ketua MUI Kab. Poso KH. Arifin Tuamaka, tokoh agama Ustad Zainuddin yang
beberapa hari terakhir terus memberikan edukasi, pembinaan dan penggalangan
kepada warga Tamanjeka Poso, terang Didik

Mantan Kapolres Kolaka
Polda Sultra ini juga mengatakan semoga dengan adanya Ikrar atau deklarasi
menolak dan melawan radikalisme dan terorisme ini, dapat diikuti oleh warga
Kabupaten Poso yang lain sebagai perwujudan bahwa Tororisme adalah musuh
bersama, pungkasnya.

Sebelum dilakukannya ikrar
atau deklarasi oleh warga dusun Tamanjeka Desa Masani Kec. Poso Pesisir Kab.
Poso ini terlebih dahulu mendapat pembinaan dari Satgas Madago Raya, Kemenag
dan Ketua MUI Poso

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tidak Korupsi Sama Dengan Menjaga Marwah Manusia

    Tidak Korupsi Sama Dengan Menjaga Marwah Manusia

    • calendar_month Ming, 19 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 116
    • 0Komentar

    BUDAYA – Perbincangan soal muruah atau marwah sangat menarik, dalam acara Suluk Maleman, Sabtu (18/5) malam. Terlebih dengan kehadiran KH. A. Mustofa Bisri yang membedah soal tema menjaga muruah tersebut. Kiai kharismatik yang akrab disapa Gus Mus ini menyebut bahwa koruptor dinilai tak dapat menjaga muruah atau kehormatan dirinya sebagai manusia. “Sebuah hadits yang menegaskan […]

  • Ketua DPRD Pati Ingatkan Masyarakat Waspada Banjir, Minta Pemda Tingkatkan Antisipasi

    Ketua DPRD Pati Ingatkan Masyarakat Waspada Banjir, Minta Pemda Tingkatkan Antisipasi

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 230
    • 0Komentar

    PATI – Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, mengingatkan masyarakat Kabupaten Pati untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir seiring dengan datangnya musim hujan. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin terjadi “Ini mulai musim banjir kami minta kewaspadaan semua masyarakat Kabupaten Pati,” ujar dia Selain itu, Ali Badrudin juga meminta […]

  • Polda Jateng Melarang Jebakan Listrik di Sawah

    Polda Jateng Melarang Jebakan Listrik di Sawah

    • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

      Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy Menggunakan jebakan listrik memang banyak membunuh tikus. Tapi pemasangan seperti itu tidak diperbolehkan dan bisa membahayakan nyawa manusia. Bila sampai menghilangkan nyawa orang lain, pemasang jebakan tikus bermuatan listrik bisa dikenai aturan KUHP. SEMARANG – Kapolda Jateng melalui Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, […]

  • Kekeringan di Pati Selatan, Alumni SMAN 1 Jakenan Bantu Droping Air

    Kekeringan di Pati Selatan, Alumni SMAN 1 Jakenan Bantu Droping Air

    • calendar_month Jum, 31 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 223
    • 0Komentar

    DOKUMEN ALUMNI SMAN 1 JAKENAN PATI – Di Kabupaten Pati, musim kemarau berkepanjangan mengakibatkan musibah kekeringan dan kelangkaan sumber air. Hal ini terjadi di banyak tempat, utamanya mereka yang tinggal di Pati wilayah selatan. Bantuan air bersih pun mengalir hampir setiap harinya. Selain dari Pemkab Pati, bantuan air bersih pun datang dari sejumlah pihak. Seperti […]

  • Dewan Pati Desak Pemkab Serius Garap Diversifikasi Pangan

    Dewan Pati Desak Pemkab Serius Garap Diversifikasi Pangan

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 127
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Narso, mendesak pemerintah daerah untuk serius menjalankan program diversifikasi pangan. Menurutnya, program ini tidak boleh hanya diwacanakan saat harga beras melonjak dan stok terbatas. “Diversifikasi pangan harus menjadi program berkelanjutan, bukan hanya reaktif saat terjadi krisis,” tegasnya. Ia menilai, selama ini pemerintah daerah kurang konsisten dalam menjalankan program diversifikasi […]

  • Warung Rica-Rica di Jakenan Jadi Sasaran Amuk Pemuda Mabuk: Polisi Buru Pelaku!

    Warung Rica-Rica di Jakenan Jadi Sasaran Amuk Pemuda Mabuk: Polisi Buru Pelaku!

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 268
    • 0Komentar

    PATI – Aksi pengrusakan warung rica-rica terjadi di Desa Tanjungsari, Jakenan, Pati, Kamis (16/10/2025) dini hari. Sekelompok pemuda mabuk mengamuk karena tidak terima ditolak pesanannya saat warung hendak tutup. Dwi Putrisujayani (22), penjaga warung, menceritakan kronologi kejadian. Saat melayani empat pelanggan, lima pemuda datang dalam keadaan mabuk. Salah seorang pemuda bertingkah tidak sopan dan memaksa […]

expand_less