Breaking News
light_mode

Harga Ketela Anjlok, DPRD Pati Dorong Pemerintah Beri Perhatian Lebih

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
  • visibility 382

PATI – Komisi B DPRD Kabupaten Pati menyoroti permasalahan yang dihadapi petani ketela saat ini akibat anjloknya harga jual.

Mereka berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih dan mengambil langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani ketela.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menyampaikan apresiasinya terhadap program ketahanan pangan yang fokus pada pertanian padi.

“Di Kabupaten Pati saat ini ketahanan pangan ada program 1 hektare 10 ton untuk pertanian padi ini bagus. Kami berharap dukungan pemerintah tidak berhenti disini,” ujarnya.

Namun, Muslihan menekankan pentingnya menggarap sektor pertanian lainnya secara serius untuk mendukung program ketahanan pangan secara menyeluruh.

“Kalau pertanian lainnya seperti padi dan jagung sudah ada standar harganya. Pertanian lainnya juga harus kita dukung sama. Saat ini yang menjadi keluh kesah adalah pertanian ketela. Harapan kami pemerintah ada respon positif dari keluh kesah petani ketela ini. Dimana harganya saat ini sangat anjlok,” lanjutnya.

Politisi dari PPP ini menambahkan, selama lima bulan terakhir, harga ketela berkisar di angka Rp 1.250 per kilogram, jauh di bawah harga normal Rp 2.500 – 3.000 per kilogram.

Juriyanto, seorang petani ketela dari Kecamatan Margoyoso, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi ini.

“Harganya jatuh, biasanya Rp 2.500 – 3.000 per kilogramnya. Sebagai petani tentu berharap ada perlindungan dari pemerintah untuk petani ketela,” keluhnya.

Senada dengan Juriyanto, Pandoyo, petani ketela asal Kecamatan Trangkil, juga mengharapkan intervensi pemerintah dalam sektor pertanian ketela.

“Pertanian ketela belum ada. Padahal kalau ada stabilitas harga, petani punya kepastian. Prediksi usaha dan hasilnya bisa dihitung. Selama ini harga panen sering tidak pasti,” ungkapnya.

Pandoyo menambahkan bahwa fluktuasi harga ketela yang tidak menentu seringkali merugikan petani. (ADV)

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Soroti Pengelolaan Lahan Hutan Sosial Harus Seimbang Antara Ekonomi dan Kelestarian

    DPRD Pati Soroti Pengelolaan Lahan Hutan Sosial Harus Seimbang Antara Ekonomi dan Kelestarian

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.045
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, mendorong agar pengelolaan kawasan hutan sosial di wilayah Pati tetap memperhatikan aspek pelestarian alam dan konservasi lingkungan. Upaya ini terus dilakukan, antara lain melalui kegiatan sosialisasi dan pendekatan langsung kepada para petani yang menggarap lahan di kawasan tersebut. Menurut Warsiti, pengelolaan hutan sosial tidak boleh hanya […]

  • Diskusi Pendakian Gunung di Desa Rahtawu: Menuju Pendakian yang Profesional dan Berkelanjutan

    Diskusi Pendakian Gunung di Desa Rahtawu: Menuju Pendakian yang Profesional dan Berkelanjutan

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 304
    • 0Komentar

    KUDUS –  Suasana hangat tercipta di Abiyasa Inn, Desa Rahtawu. Tim pengabdian masyarakat LPPM Universitas Muria Kudus, dipimpin Dr. Mochamad Widjanarko, M.Si, berdiskusi dengan Karang Taruna Abiyasa. Diskusi kelompok terarah ini mengangkat tema “Menjadi Pendaki Profesional,” dengan Budi Kusriyanto (Koordinator Wilayah Pati Raya APGI 2022-2025) sebagai salah satu pemateri, pada Sabtu malam (15/2/2025). Desa Rahtawu, […]

  • Festival Kopi Pati 2019 Digelar Penuh Dua Hari

    Festival Kopi Pati 2019 Digelar Penuh Dua Hari

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Pati Meneguhkan Diri Menjadi Kota Kopi   Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati menggelar Festival Kopi Pati 2019 di Plaza Pragolo, 28-29 September. Melalui festival tersebut, Pemkab Pati ingin mengangkat kopi Pati lebih tinggi lagi. Sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan. Festival di hari pertama, bakal diawali dengan kegiatan uji cita rasa atau cupping. Ada […]

  • Sampah plastik menumpuk di pinggir jalan 

    Potensi Kerusakan Lingkungan di Masa Depan Akibat Sampah Plastik

    • calendar_month Kam, 27 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Sampah plastik menumpuk di pinggir jalan      Sampah plastik telah menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar di dunia saat ini. Setiap tahun, jutaan ton sampah plastik dibuang ke lingkungan, termasuk lautan dan sungai, yang menyebabkan dampak negatif yang luas terhadap ekosistem alami dan kesehatan manusia. Jika tidak ditangani dengan serius, ada potensi kerusakan lingkungan […]

  • Mengenal Sunan Prawoto Seorang Mursyid Tarekat

    Mengenal Sunan Prawoto Seorang Mursyid Tarekat

    • calendar_month Jum, 11 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 529
    • 0Komentar

      Untuk bisa memahami pemberitaan dalam kitab Babad Tanah Djawi tentang sosok Pangeran Hadi Mukmin, ada baiknya terlebih dulu kita mengetahui tradisi keilmuan Sunan Prawoto. Jangan lupa, para anak Sultan Demak Bintara mendapat pendidikan dari para wali. Buku Kesultanan Demak Bintara: Poros Maritim Nusantara Abad XV-XVI, pada bagian ketiga: “Sunan Ampel Mahaguru Para Wali Nusantara” […]

  • Kirab Satu Negeri di Jepara, Napak Tilasi Tempat Bersejarah

    Kirab Satu Negeri di Jepara, Napak Tilasi Tempat Bersejarah

    • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Lapangan RS dr Rehatta Desa Kelet Kecamatan Keling mendadak ramai Rabu (17/10/2018). Ratusan kader Nahdlatul Ulama’ mulai dari GP Ansor, IPNU, IPPNU, Muslimat, dan Fatayat berkumpul menyambut rombongan Kirab Satu Negeri (KSN). Pagi itu dilakukan serah terima pasukan pembawa pataka merah putih dari GP Ansor Pati kepada GP Ansor Jepara. Usai serah terima, sebanyak 17 […]

expand_less