Breaking News
light_mode

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kampanyekan Minuman Herbal ke Emak-Emak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
  • visibility 184

 

Ali menyambangi emak-emak untuk memberikan sosialisasi pemanfaatan minuman herbal di masa pandemi. Kegiatan ini merupakan program KKN UIN Walisongo dari rumah.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari rumah,
mahasiswa UIN Walisongo Semarang melakukan sosialisasi pemanfaatan empon-empon
sebagai minuman herbal untuk menjaga daya tahan tubuh pada masa pandemi
Covid-19 ini. Hal itu seperti yang dilakukan Mukhammad Ali Ihsan, mahasiswa
Bimbingan Penyuluhan Islam
Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dari
kelompok 32.

JEPARA – Kuliah Kerja
Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) tahun 2021 digelar dari rumah di
Desa Jlegong Kecamatan Keling.

Mahasiswa KKN
mensosialisasikan tentang manfaat dan pembuatan minuman wedang herbal
empon-empon kepada warga sekitar dalam rangka meningkatkan imunitas dan daya
tahan tubuh.

Selama melaksanakan
aktivitas KKN di desa, Mahasiswa UIN Walisongo Semarang tetap menerapkan
protokol kesehatan secara ketat, mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak,
mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, serta menghindari
kegiatan yang mengundang kerumuman orang banyak.

Dalam kegiatan penyuluhan
seperti ini, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berharap masyarakat bisa
memanfaatkan kekayaan rempah nusantara yang ada di lingkunhan sekitar dengan
membuat racikan wedang  herbal
empon-empon, karena banyak khasiat yang terkandung di dalamnya dan cocok
dikonsumsi di masa pandemi seperti ini, atau juga bisa untuk diproduksi dan
dipasarkan guna meningkatkan perekonomian warga.

“Meskipun wedang
herbal ini belum terbukti secara klinis, namun dengan rutin mengkonsumsi
minuman herbal ini dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh, sehingga tidak
mudah terinfeksi virus penyebab penyakit seperti virus corona,” ujar Ali
Ihsan salah satu Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo kepada Lingkar Muria.

Selain bahan yang mudah
didapat, cara pembuatan wedang herbal empon empon juga sangat sederhana.

Pertama bersihkan semua bahan,
kemudian siapkan  jahe merah sebanyak 2
ruas lalu digeprek, jeruk nipis 1 buah, 
kayu manis 3 jari, gula merah secukupnya. Selanjutnya panaskan air ke
dalam panci hingga membentuk gelembung uap, masukkan semua bahan ke dalam panci
yang sudah mendidih kurang lebih 10 – 15 menit setelah mendidih matikan api,
lalu diamkan sejenak hingga semua bahan meresap, lalu tuang wedang  empon-empon ke dalam gelas.

Gunakan saringan untuk
memisahkan wedang dari ampas rimpangnya, kemudian wedang empon empon sudah siap
untuk disajikan.

Untuk mengonsumsiannya
cukup sekali dalam sehari sebanyak 1 setengah gelas cangkir, formulasi
empon-empon juga memiliki banyak khasiat, diantaranya untuk memulihkan
kesehatan, pencegahan penyakit dan juga dapat merawat kesehatan tubuh.

Selain mengkonsumsi wedang
herbal ini, dalam rangka menambah imunitas dan daya tahan tubuh, lanjut Ali,
juga harus diimbangi dengan rutin berolahraga, cukup istirahat, menghindari
rokok dan alkohol, serta mengkosumsi makanan bergizi seimbang.

Sementara itu Yuni, salah
seorang warga yang berpartisipasi dalam kegiatan ini mengatakan, kegiatan
seperti ini sangat penting, karena dapat menambah wawasan bagi ibu rumah tangga
sepertinya untuk mengolah bahan empon-empon dengan baik dan benar, sehingga
tidak menghilangkan manfaat yang terkandung di dalamnya. (nir)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melihat Pengusaha Kulit Lumpia di Dukuh Pilang, Tompomulyo

    Melihat Pengusaha Kulit Lumpia di Dukuh Pilang, Tompomulyo

    • calendar_month Ming, 14 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Ciptakan Lapangan Kerja, Berdayakan Ibu-ibu Tetangga Proses pembuatan kulit lumpia Supri sudah delapan tahun membuat kulit lumpia di Semarang. Dia sudah paham betul seluk beluk berbisnis kulit lumpia. Sampai akhirnya, pria lulusan SD ini nekat membuka usaha sendiri di kampung halamannya. Selain ingin suasana baru, Supri ingin memberdayakan tetangganya. Ada tumpukan tepung yang menggunung, ada […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Sidak RSUD RAA Soewondo, Temukan Dugaan Keterlibatan Istri Ketua Dewas

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Sidak RSUD RAA Soewondo, Temukan Dugaan Keterlibatan Istri Ketua Dewas

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 231
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati terkait kebijakan Bupati Sudewo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD RAA Soewondo Pati pada Kamis (4/9/2025). Sidak ini dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Teguh Bandang Waluyo, usai menggelar sidang dengan Ketua Dewan Pengawas (Dewas) RSUD RAA Soewondo, Torang Manurung. Sidang tersebut membahas dugaan keterlibatan istri Torang, […]

  • Kekeringan di Pati Selatan, Alumni SMAN 1 Jakenan Bantu Droping Air

    Kekeringan di Pati Selatan, Alumni SMAN 1 Jakenan Bantu Droping Air

    • calendar_month Jum, 31 Agu 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 484
    • 0Komentar

    DOKUMEN ALUMNI SMAN 1 JAKENAN PATI – Di Kabupaten Pati, musim kemarau berkepanjangan mengakibatkan musibah kekeringan dan kelangkaan sumber air. Hal ini terjadi di banyak tempat, utamanya mereka yang tinggal di Pati wilayah selatan. Bantuan air bersih pun mengalir hampir setiap harinya. Selain dari Pemkab Pati, bantuan air bersih pun datang dari sejumlah pihak. Seperti […]

  • DPRD Pati Dorong Pelestarian Mangrove untuk Lindungi Masyarakat Pesisir

    DPRD Pati Dorong Pelestarian Mangrove untuk Lindungi Masyarakat Pesisir

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 206
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Mukit, menekankan pentingnya pelestarian mangrove di Kabupaten Pati, terutama di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa. Ia menyatakan bahwa kelestarian hutan mangrove akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. “Dengan semakin lestarinya kawasan hutan mangrove di sana, akan banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Mukit. Mukit […]

  • Komunitas Sepeda Tua Pati Dikukuhkan, Siap Ramaikan Hari-hari Bersejarah

    Komunitas Sepeda Tua Pati Dikukuhkan, Siap Ramaikan Hari-hari Bersejarah

    • calendar_month Sel, 19 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Para peserta ngontel bareng pengukuhan Kosti Pati PATI – Minggu lalu (17/2/2019), pagi-pagi benar jalanan Kota Pati ramai. Jalanan dipenuhi orang-orang bersepeda santai. Mayoritas memakai sepeda tua. Kita mengenalnya sebagai sepeda ontel. Ada seribu lebih sepeda-sepeda ontel itu memenuhi jalanan Kota Pati.  Ribuan sepeda itu memeriahkan pengukuhan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Pati. Ribuan peserta […]

  • Polresta Pati Berhasil Ungkap Ratusan Kasus Premanisme dan Penyakit Masyarakat Selama Ramadan

    Polresta Pati Berhasil Ungkap Ratusan Kasus Premanisme dan Penyakit Masyarakat Selama Ramadan

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 190
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati menunjukkan keseriusannya dalam memberantas premanisme dan penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukumnya. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya konferensi pers pada Senin (17/3/2025) pukul 10.00 WIB di Aula Sarja Arya Racana (SAR) Mapolresta Pati. Wakapolresta Pati, AKBP Dandy Ario Yustiawan, didampingi para pejabat teras Polresta Pati, menyampaikan hasil operasi kepolisian yang digelar […]

expand_less