Breaking News
light_mode

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kampanyekan Minuman Herbal ke Emak-Emak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
  • visibility 71

 

Ali menyambangi emak-emak untuk memberikan sosialisasi pemanfaatan minuman herbal di masa pandemi. Kegiatan ini merupakan program KKN UIN Walisongo dari rumah.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari rumah,
mahasiswa UIN Walisongo Semarang melakukan sosialisasi pemanfaatan empon-empon
sebagai minuman herbal untuk menjaga daya tahan tubuh pada masa pandemi
Covid-19 ini. Hal itu seperti yang dilakukan Mukhammad Ali Ihsan, mahasiswa
Bimbingan Penyuluhan Islam
Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dari
kelompok 32.

JEPARA – Kuliah Kerja
Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) tahun 2021 digelar dari rumah di
Desa Jlegong Kecamatan Keling.

Mahasiswa KKN
mensosialisasikan tentang manfaat dan pembuatan minuman wedang herbal
empon-empon kepada warga sekitar dalam rangka meningkatkan imunitas dan daya
tahan tubuh.

Selama melaksanakan
aktivitas KKN di desa, Mahasiswa UIN Walisongo Semarang tetap menerapkan
protokol kesehatan secara ketat, mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak,
mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, serta menghindari
kegiatan yang mengundang kerumuman orang banyak.

Dalam kegiatan penyuluhan
seperti ini, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berharap masyarakat bisa
memanfaatkan kekayaan rempah nusantara yang ada di lingkunhan sekitar dengan
membuat racikan wedang  herbal
empon-empon, karena banyak khasiat yang terkandung di dalamnya dan cocok
dikonsumsi di masa pandemi seperti ini, atau juga bisa untuk diproduksi dan
dipasarkan guna meningkatkan perekonomian warga.

“Meskipun wedang
herbal ini belum terbukti secara klinis, namun dengan rutin mengkonsumsi
minuman herbal ini dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh, sehingga tidak
mudah terinfeksi virus penyebab penyakit seperti virus corona,” ujar Ali
Ihsan salah satu Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo kepada Lingkar Muria.

Selain bahan yang mudah
didapat, cara pembuatan wedang herbal empon empon juga sangat sederhana.

Pertama bersihkan semua bahan,
kemudian siapkan  jahe merah sebanyak 2
ruas lalu digeprek, jeruk nipis 1 buah, 
kayu manis 3 jari, gula merah secukupnya. Selanjutnya panaskan air ke
dalam panci hingga membentuk gelembung uap, masukkan semua bahan ke dalam panci
yang sudah mendidih kurang lebih 10 – 15 menit setelah mendidih matikan api,
lalu diamkan sejenak hingga semua bahan meresap, lalu tuang wedang  empon-empon ke dalam gelas.

Gunakan saringan untuk
memisahkan wedang dari ampas rimpangnya, kemudian wedang empon empon sudah siap
untuk disajikan.

Untuk mengonsumsiannya
cukup sekali dalam sehari sebanyak 1 setengah gelas cangkir, formulasi
empon-empon juga memiliki banyak khasiat, diantaranya untuk memulihkan
kesehatan, pencegahan penyakit dan juga dapat merawat kesehatan tubuh.

Selain mengkonsumsi wedang
herbal ini, dalam rangka menambah imunitas dan daya tahan tubuh, lanjut Ali,
juga harus diimbangi dengan rutin berolahraga, cukup istirahat, menghindari
rokok dan alkohol, serta mengkosumsi makanan bergizi seimbang.

Sementara itu Yuni, salah
seorang warga yang berpartisipasi dalam kegiatan ini mengatakan, kegiatan
seperti ini sangat penting, karena dapat menambah wawasan bagi ibu rumah tangga
sepertinya untuk mengolah bahan empon-empon dengan baik dan benar, sehingga
tidak menghilangkan manfaat yang terkandung di dalamnya. (nir)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Bahan Pokok di Pati Terus Melejit, Bikin Emak-Emak Pusing

    Harga Bahan Pokok di Pati Terus Melejit, Bikin Emak-Emak Pusing

    • calendar_month Kam, 22 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 76
    • 0Komentar

    PATI – Dalam beberapa pekan ini sejumlah harga bahan pokok di Pati terus melejit harganya. Tidak hanya beras, bahan pokok lainnya juga turut naik harganya. Membuat kalangan emak-emak pusing untuk memutar uang belanja. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Pati, Koeswantoro mengatakan, kenaikan harga sembako ini diakibatkan minimnya pasokan. Meskipun demikian, stoknya […]

  • Warga Pati Senang Akhirnya Merasakan Jalan Sudah Mulus

    Warga Pati Senang Akhirnya Merasakan Jalan Sudah Mulus

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 115
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terus mendata dan menindaklanjuti puluhan ruas jalan yang mengalami kerusakan di berbagai wilayah. Salah satu ruas jalan yang kini menjadi sasaran revitalisasi adalah Jalan Winong–Gabus, yang sebelumnya mendapat banyak keluhan dari masyarakat. Ngusman, warga Desa Mintorahayu, Kecamatan Winong, menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Pati, Sudewo, atas perbaikan jalan […]

  • Anggota DPRD Pati Narso : Sukseskan Pilakada, Tentukan Masa Depan 5 Tahun Mendatang

    Anggota DPRD Pati Narso : Sukseskan Pilakada, Tentukan Masa Depan 5 Tahun Mendatang

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 105
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Narso, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Pilkada Pati tahun ini akan diikuti oleh 3 pasang kandidat, yang akan bersaing pada tanggal 27 November mendatang. Narso menekankan pentingnya suara masyarakat dalam menentukan arah kebijakan daerah untuk lima tahun ke depan. “Suara masyarakat […]

  • Tradisi Warisan Leluhur: Lomban Kupatan Sebagai Bentuk Syukur Nelayan di Pati

    Tradisi Warisan Leluhur: Lomban Kupatan Sebagai Bentuk Syukur Nelayan di Pati

    • calendar_month Sab, 20 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 92
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah tradisi warisan leluhur yang melibatkan penyerahan sesaji berupa kepala, kaki, dan ekor kerbau telah dilakukan di Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Sesaji tersebut diarak mengelilingi desa sebelum akhirnya dilarung ke muara Sungai Tayu, Jumat (19/4/2024). Sesaji ditata di atas miniatur perahu dan diarak dalam sebuah parade yang diiringi […]

  • Nelayan Tenggelam Belum Ditemukan, Basarnas Terus Sisir Perairan Banyutowo

    Nelayan Tenggelam Belum Ditemukan, Basarnas Terus Sisir Perairan Banyutowo

    • calendar_month Ming, 16 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    NIHIL : Tim SAR yang melakukan pencarian di sepanjang perairan Banyutowo belum bisa menemukan korban nelayan yang tenggelam PATI – Pencarian seorang nelayan yang hilang di perairan Banyutowo Kecamatan Cluwak belum menemui hasil hingga Minggu (16/9/2018) kemarin. Meski, pencarian tersebut telah melibatkan dua regu Tim SAR yang dibantu dibantu delapan kapal nelayan lokal. Rencananya, relawan […]

  • Polres Magelang Ungkap Kasus Pembunuhan Dukun Pengganda Uang

    Polres Magelang Ungkap Kasus Pembunuhan Dukun Pengganda Uang

    • calendar_month Sab, 20 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Ungkap kasus pembunuhan oleh dukun pengganda uang di Magelang Maksud hati ingin menggandakan uang ke dukun, dua orang tukang sayur di Magelang malah tewas diracun oleh dukun itu sendiri. Melalui minuman “doa” sebagai syarat ritual. MAGELANG– Polres Magelang berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan dengan berencana yang dilakukan oleh seorang yang dikenal sebagai dukun yang […]

expand_less