PATI – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi (Bapperida) Kabupaten Pati membuka lebar pintu kerjasama dengan perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan daerah.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bapperida Pati, Dr. Muhtar, saat menerima kunjungan dari STAI Syekh Jangkung pada Senin (7/7/2025).
“Bapperida Pati memiliki berbagai wadah yang dapat dimanfaatkan untuk bersinergi, seperti Krenova, Indeks Inovasi Daerah, penerbitan jurnal, dan pengelolaan hak kekayaan intelektual,” ujar Dr. Muhtar.
Kunjungan dari STAI Syekh Jangkung tersebut dihadiri oleh Ketua STAI Syekh Jangkung, Edy Supratno; Wakil Ketua II, Dessy Octaviani; Wakil Ketua III, Isna Maylani; Kaprodi SKI, Affan Ismail; Kaprodi PGMI, Yusuf; Kaprodi PIAUD, Farah Rizkita Putri; dan Ketua LPPM, Slamet
Awan Setiawan. Pihak Bapperida sendiri diwakili oleh Dr. Muhtar, Djatmiko, dan sejumlah periset andal, termasuk Suroso (riset kebijakan publik) dan Wiwik.
Dalam pertemuan tersebut, STAI Syekh Jangkung memaparkan roadmap-nya melalui Ketua LPPM, Slamet Awan Setiawan.
Sebaliknya, Bapperida juga menyampaikan program-program unggulannya, yang kini tengah disesuaikan dengan program prioritas Bupati Pati, seperti pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami sedang menyesuaikan dengan program prioritas Bupati Pati sekarang. Seperti program pengentasan kemiskinan dan peningkatan pendidikan di Pati,” jelas Suroso.
Diskusi hangat juga terfokus pada pengelolaan jurnal. Bapperida, yang memiliki Jurnal Litbang (saat ini Sinta 3), berencana meningkatkan peringkatnya menjadi Sinta 2, demikian disampaikan Arianti, pengelola Jurnal Litbang.
Edy Supratno mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan berdialog dengan para periset Bapperida.
“Setelah ini, kami akan cermati lagi roadmap kami sambil menunggu roadmap Bapperida Pati hasil penyesuaian dengan program-program bupati. Setelah itu kami harapkan kerjasama antara perguruan tinggi dengan riset daerah bisa terealisasi,” pungkasnya.
Editor: Arif