Breaking News
light_mode

Petani Empon-empon di Kudus Tetap Bertahan di Tengah Lesunya Pasar

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
  • visibility 84

KUDUS – Meskipun harga jual empon-empon anjlok dan daya beli pasar menurun, para petani di Kudus tetap teguh melanjutkan usaha mereka. Salah satunya adalah Muhammad Afif Rohman, atau Khafid, petani dari Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, yang mengelola lahan satu hektare di Menawan dengan target produksi 30 ton.

Khafid mengakui penurunan harga disebabkan oleh lemahnya daya beli. Namun, ia berharap harga akan naik menjelang Idul Adha.

“Semoga pas mendekati kurban ada kemungkinan naik lagi harganya. Sekarang memang lesu, tapi kami tetap produksi,” ujarnya, Kamis (8/5/2025).

Daerah Dawe, khususnya Desa Kandangmas dan Cranggang, memang dikenal subur untuk tanaman rempah seperti laos merah dan kencur. Kini, petani juga mulai membudidayakannya di Menawan.

Meskipun pasar masih terbuka, terutama untuk pengiriman ke Bali, Jawa Timur, dan Jakarta, tantangan tetap ada. Harga bibit dan pupuk yang tinggi, serta absennya subsidi, menjadi beban berat

“Subsidi pupuk untuk rempah belum ada, laos merah dan kencur tidak dapat bantuan. Harus pakai kartu, sementara kebutuhan petani harus seimbang,” keluhnya.

Permintaan pasar mencapai 7,5 ton per hari, dengan pengiriman terbaru ke Kediri dan Malang. Sebanyak 32 petani tergabung dalam kelompok produksi ini. Operasional per hari mencapai Rp5 juta, termasuk upah buruh harian sekitar Rp120 ribu dan tenaga borongan Rp350 per kilogram.

Dengan masa tanam 9-10 bulan dan panen optimal 14 bulan, satu hektare lahan membutuhkan 3,5 ton bibit seharga Rp8.000 per kilogram. Modal awal mencapai Rp40 juta, belum termasuk sewa lahan Rp14 juta per tahun.

“Kalau harga stabil, target jual bisa sampai Rp210 juta. Dikurangi ongkos sekitar Rp30 juta, untuk lahan satu hektare bisa bersih Rp150 juta,” jelasnya.

Namun, serangan penyakit jamur (“boleng”) pada laos dan pembusukan pada kencur masih menjadi ancaman. Belum ada solusi khusus untuk mengatasi masalah ini. Puncak produksi biasanya terjadi saat panen raya, dengan pengiriman mencapai 10 hingga 20 truk per hari.

“Kalau harga bagus, semangat. Tapi pernah juga anjlok sampai Rp1.200 per kilo, itu setahun lalu. Banyak petani rugi, bahkan kembali tanam singkong,” kenangnya.

Ia berharap pemerintah dapat menstabilkan harga dan memberikan subsidi untuk melindungi tanaman rempah, mengingat kualitas laos merah Kudus yang sudah dikenal luas.

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempat Tak Difavoritkan, Akhirnya Persijap Jepara Lolos ke Liga 1

    Sempat Tak Difavoritkan, Akhirnya Persijap Jepara Lolos ke Liga 1

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 66
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara berhasil naik kasta ke Liga 1 musim depan. Tiket ke Liga 1 dipastikan usai Persijap menang 1 – 0 saat menjamu tamunya PSPS Pekanbaru di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Selasa (25/2) malam. Gol kemenangan Persijap dicetak oleh Leo Lelis pada menit ke-85. Melalui sepakan mendatar di tiang jauh. Rekrutan anyar […]

  • Pengurus Yayasan PIM Mujahidin Bageng Resmi Dikukuhkan, Siap Hadapi Tantangan Pendidikan Modern

    Pengurus Yayasan PIM Mujahidin Bageng Resmi Dikukuhkan, Siap Hadapi Tantangan Pendidikan Modern

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 102
    • 0Komentar

    PATI – Jajaran Pengurus Yayasan Perguruan Islam Monumen (PIM) Mujahidin Bageng masa khidmah 2025-2030 secara resmi dikukuhkan pada Minggu (19/10/2025). Acara pengukuhan dan serah amanah ini berlangsung di Pusat Kegiatan (Pusgia) PIM Mujahidin, Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Pati, diawali dengan khotmil qur’an bin nadhor, pembacaan tahlil, serta selawat bersama. PIM Mujahidin Bageng, yang mengelola lembaga […]

  • Kontingen Dari Sekolahan Ramaikan Karnaval Budaya Ngembalrejo

    Kontingen Dari Sekolahan Ramaikan Karnaval Budaya Ngembalrejo

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Kemeriahan Kirab Budaya LAILA/LINGKAR MURIA Lingkar Muria, KUDUS – Karnaval budaya kembali digelar Pemerintah Desa Ngembalrejo, dengan mengambil start dari lapangan belakang balai desa (29/8/2017) lalu. Sekitar seribu peserta turut andil dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 72 Republik Indonesia ini. Hampir semua elemen masyarakat terlibat dalam karnaval, mulai dari warga hingga lembaga pendidikan di […]

  • Polres Jepara Gelar Ujian Beladiri Polri Bekal Tugas di Lapangan

    Polres Jepara Gelar Ujian Beladiri Polri Bekal Tugas di Lapangan

    • calendar_month Jum, 26 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 75
    • 0Komentar

      Ujian beladiri polri di Polres Jepara  Beladiri Polri adalah kemampuan anggota Polri dalam mempertahankan diri dari serangan pihak lain. Kemampuan ini wajib dimiliki untuk menunjang tugas di lapangan. JEPARA – Selama tiga hari, Polres Jepara Polda Jateng menggelar kegiatan Ujian Beladiri Polri periodik semester dua.  Ujian yang dilaksanakan di halaman apel Mapolres Jepara, hari […]

  • PSSI Pati Persiapkan Wasit Jelang Putar Liga Top Skor

    PSSI Pati Persiapkan Wasit Jelang Putar Liga Top Skor

    • calendar_month Kam, 16 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Ketua Askab PSSI Pati Jumani memimpin rapat kordinasi   Askab PSSI Pati sangat serius untuk memutar kompetisi usia muda yang menggandeng Liga Top Skor. Perangkat pertandingan disiapkan jauh hari untuk menyukseskan penyelenggaraan kompetisi. PATI – Askab PSSI Pati menggelar rapat koordinasi bersama wasit dan pengawas pertandingan. Rapat dipimpin ketua Askab PSSI Pati Jumani. Hadir pula […]

  • PHK Massal RSUD RAA Soewondo Jadi Sorotan Pansus DPRD Pati, Pengawas Dipanggil!

    PHK Massal RSUD RAA Soewondo Jadi Sorotan Pansus DPRD Pati, Pengawas Dipanggil!

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 61
    • 0Komentar

    PATI – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 220 pegawai RSUD RAA Soewondo Pati memicu reaksi keras dari DPRD setempat. Pansus Hak Angket DPRD Pati menjadwalkan pemanggilan terhadap Pengawas RSUD untuk dimintai keterangan terkait kebijakan kontroversial ini. “PHK massal ini menimbulkan pertanyaan besar. Di satu sisi, rumah sakit melakukan PHK, namun di sisi lain beredar […]

expand_less