Breaking News
light_mode

Petani Empon-empon di Kudus Tetap Bertahan di Tengah Lesunya Pasar

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
  • visibility 155

KUDUS – Meskipun harga jual empon-empon anjlok dan daya beli pasar menurun, para petani di Kudus tetap teguh melanjutkan usaha mereka. Salah satunya adalah Muhammad Afif Rohman, atau Khafid, petani dari Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, yang mengelola lahan satu hektare di Menawan dengan target produksi 30 ton.

Khafid mengakui penurunan harga disebabkan oleh lemahnya daya beli. Namun, ia berharap harga akan naik menjelang Idul Adha.

“Semoga pas mendekati kurban ada kemungkinan naik lagi harganya. Sekarang memang lesu, tapi kami tetap produksi,” ujarnya, Kamis (8/5/2025).

Daerah Dawe, khususnya Desa Kandangmas dan Cranggang, memang dikenal subur untuk tanaman rempah seperti laos merah dan kencur. Kini, petani juga mulai membudidayakannya di Menawan.

Meskipun pasar masih terbuka, terutama untuk pengiriman ke Bali, Jawa Timur, dan Jakarta, tantangan tetap ada. Harga bibit dan pupuk yang tinggi, serta absennya subsidi, menjadi beban berat

“Subsidi pupuk untuk rempah belum ada, laos merah dan kencur tidak dapat bantuan. Harus pakai kartu, sementara kebutuhan petani harus seimbang,” keluhnya.

Permintaan pasar mencapai 7,5 ton per hari, dengan pengiriman terbaru ke Kediri dan Malang. Sebanyak 32 petani tergabung dalam kelompok produksi ini. Operasional per hari mencapai Rp5 juta, termasuk upah buruh harian sekitar Rp120 ribu dan tenaga borongan Rp350 per kilogram.

Dengan masa tanam 9-10 bulan dan panen optimal 14 bulan, satu hektare lahan membutuhkan 3,5 ton bibit seharga Rp8.000 per kilogram. Modal awal mencapai Rp40 juta, belum termasuk sewa lahan Rp14 juta per tahun.

“Kalau harga stabil, target jual bisa sampai Rp210 juta. Dikurangi ongkos sekitar Rp30 juta, untuk lahan satu hektare bisa bersih Rp150 juta,” jelasnya.

Namun, serangan penyakit jamur (“boleng”) pada laos dan pembusukan pada kencur masih menjadi ancaman. Belum ada solusi khusus untuk mengatasi masalah ini. Puncak produksi biasanya terjadi saat panen raya, dengan pengiriman mencapai 10 hingga 20 truk per hari.

“Kalau harga bagus, semangat. Tapi pernah juga anjlok sampai Rp1.200 per kilo, itu setahun lalu. Banyak petani rugi, bahkan kembali tanam singkong,” kenangnya.

Ia berharap pemerintah dapat menstabilkan harga dan memberikan subsidi untuk melindungi tanaman rempah, mengingat kualitas laos merah Kudus yang sudah dikenal luas.

Editor: Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Nilai Alat Pedot Oyot jadi Solusi Kelangkaan Tenaga Kerja dan Peningkatan Produksi

    DPRD Pati Nilai Alat Pedot Oyot jadi Solusi Kelangkaan Tenaga Kerja dan Peningkatan Produksi

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 126
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Kamari, berharap PG Trangkil dapat terus berinovasi dan menciptakan alat-alat mekanisasi lainnya untuk membantu para petani. Ia juga mendorong agar petani dapat meniru dan membuat alat serupa. “Kami berharap PG Trangkil bisa menciptakan alat-alat mekanisasi lainnya, atau petani kita meniru dan berinovasi membuat alat serupa,” ujar Kamari yang juga menjabat […]

  • Persijap Jepara Tahan Imbang PSM Makassar di Laga Perdana BRI Super League 2025/2026

    Persijap Jepara Tahan Imbang PSM Makassar di Laga Perdana BRI Super League 2025/2026

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 184
    • 0Komentar

    MAKASSAR – Persijap Jepara mencatatkan debut positif di BRI Super League musim 2025/2026 setelah menahan imbang tuan rumah PSM Makassar dengan skor 1-1 di Stadion BJ Habibie, Parepare, Jumat (8/8). Laskar Kalinyamat sempat tertinggal cepat pada menit ke-7 melalui gol pemain muda PSM, Victor Dethan. Gol tersebut tercipta akibat kurang fokusnya lini pertahanan Persijap di […]

  • DPRD Pati Dukung Program Konvergensi Penanganan Kemiskinan Lintas Sektor

    DPRD Pati Dukung Program Konvergensi Penanganan Kemiskinan Lintas Sektor

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 157
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program Konvergensi Penanganan Kemiskinan Lintas Sektor Provinsi Jawa Tengah yang dimulai dari Kabupaten Pati. Dukungan ini diberikan sebagai wujud komitmen DPRD dalam upaya menanggulangi kemiskinan di wilayahnya. Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam […]

  • Satpol PP Sampaikan Surat Peringatan Pengusaha Karaoke

    Satpol PP Sampaikan Surat Peringatan Pengusaha Karaoke

    • calendar_month Ming, 4 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Dalam waktu dekat Satpol PP hendak melakukan penertiban bagi tempat karoke yang dinilai melanggar peraturan daerah (Perda) nomor 8 tahun 2013 tentang penyelenggaraan kepariwisataan. Sebelum melaksanakan penertiban itu, pihak Satpol PP melayangkan surat peringatan kepada para pemilik usaha karaoke seperti yang dilakukan Sabtu (3/2/18) malam lalu. Bersama kepolisian, TNI, Dinas Pemuda […]

  • Wakil DPRD Pati Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

    Wakil DPRD Pati Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 149
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi, menekankan pentingnya penanggulangan kemiskinan ekstrem sebagai kunci kemajuan Kabupaten Pati. “Penanggulangan kemiskinan, harus didorong oleh kebijakan pemerintah daerah melalui program bantuan sosial yang tepat sasaran, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang […]

  • Gerakan Hijau, Duet TNI dan Masyarakat Tanam 1000 Pohon Matoa

    Gerakan Hijau, Duet TNI dan Masyarakat Tanam 1000 Pohon Matoa

    • calendar_month Sen, 26 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Ratusan anggota TNI, masyarakat peduli lingkungan, dan siswa menanam 1000 bibit pohon matoa di bukit pandang, Desa Durensawit, Kayen, Sabtu (24/2/18). Lingkar Muria, PATI – Ratusan anggota Koramil 04/Kayen bersama dengan siswi se Kecamatan Kayen dan komunitas pecinta alam Kayen dan Juwana peduli lingkungan. Mereka melaksanakan go green dengan penanaman 1000 pohon matoa di wisata […]

expand_less